Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PERTAMBANGAN PASIR TERHADAP EROSI DAN SEDIMENTASI SUNGAI (STUDI KASUS DI DESA TANJUNG ALAM KECAMATAN SEI DADAP KABUPATEN ASAHAN) Muslich Muchlish; I.A. Faisyal; Sri Sunarsih
Eksergi Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v18i2.5290

Abstract

Sand mining in Tanjung Alam Village, Sei Dadap District, Asahan Regency, which is carried out with a suction machine is thought to have a negative impact on the environment. This study aims to examine the effect of sand mining on erosion and sedimentation in that river. The analysis steps begins with measuring the river profile, measuring flow velocity, measuring river discharge, measuring sediment concentration, measuring rainfall, measuring slope and calculating the estimated rate of erosion. To calculate the estimated erosion rate in this study using the USLE method and to calculate the sediment load using SNI 3414: 2008 with the depth-integrating technique. Based on the calculation results, it is known that sand mining activity causes narrowing of the river profile, accelerates river flow, increases river discharge so that it increases the rate of erosion, and sedimentation. The highest sediment load value is at point 5 which is located downstream of mining 1 and 2 with a value of 2922.48 tons/day. While the highest estimated erosion rate is at point 5 with a value of 125.9 tons/ha/year which is included in the heavy category. Measurements at each sampling point prove that sand mining activities have a high impact on increasing the rate of erosion and sedimentation in rivers.
Optimasi Pengambilan Triterpenoid dari Daun Pegagan (Centella Asiatica) dengan Metode Ekstraksi Bertingkat Dewi Wahyuningtyas; Haidir Febbyansyah Saputra; Sri Sunarsih
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 3 No. 1 (2021): JPPL, Maret 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v3i1.538

Abstract

Pegagan (Centella asiatica) has potential as a medicinal plant because of its triterpenoids content. It can be used to accelerate the healing of bleeding wounds on the skin. This study aims to optimize ethanol volume and extraction time on triterpenoid yields obtained and to determine the physical characteristics of the extract of pegagan leaves by using soxhlet extraction method. Three main processes were first extraction using n-hexane as solvent at a temperature of 69oC for 120 minutes, then second extraction from the residue using a varied volume of ethanol as a solvent (250; 275; 300; 325 mL) at a temperature of 78oC for varied time (60; 90; 120; 150 menit), and drying the filtrate using a rotary evaporator. The results shown that when the volume of solvent and extraction time increased, the triterpenoid yields increased too. The optimal volume of ethanol was obtained at 300 mL for 120 minutes in extraction time with the triterpenoid yields of 0.59%.
Using the SAS Method with Letter Card Media to Improve Beginning Reading Skills at SDN 2 Kunden Sri Sunarsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v5i6.81210

Abstract

The implementation of the research based on interviews and observations of classroom teachers, there are still grade I students of SDN 2 Kunden whose initial reading skills are not yet fluent. The purpose of this study was to determine whether by using the SAS method and the letter media, initial reading skills have been improved. The classroom action research (CAR) approach developed by Kemmis and McTaggart was used in this study. This study uses a qualitative descriptive approach as its methodology. To collect the research data used observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that using the SAS method and letter card media can improve the basic reading skills of grade I students, especially the results of the assessment in the first cycle, the percentage of completeness reaches 76%, then in the second cycle there is an increase to 95,2%. Therefore, it can be said that the SAS method used together with letter card media is effective in improving student’s initial reading skills.
PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR DAN MITIGASINYA DI KECAMATAN KELING KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Gupita Cahyaning Mutiara; Sri Sunarsih; Muchlis
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 8 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Agustus
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i8.737

Abstract

Menurut BPBD Jepara Kecamatan Keling merupakan daerah yang sering terjadi longsor. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan longsor di Daerah Kecamatan Keling berdasarkan parameter kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, dan jenis batuan. Peta kerawanan diperoleh dengan metode pembobotan (skoring) pada setiap parameter-parameter. Pada hasil peta yang didapatkan akan dilakukan evaluasi mitigasi bencana menggunakan metode observasi lapangan serta wawancara. Berdasarkan parameter kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, dan jenis batuan sebaran longsor di Kecamatan Keling dapat dibagi menjadi 3 kelas tingkatan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Pada tingkatan rendah terjadi di Desa Bumiharo bagian utara. Tingkatan sedang terjadi pada Desa Bumiharjo bagian selatan, Keling, Jlegong, Kelet, Gelang, Tunahan, Klepu, dan Kaligarang. Sedangkan untuk tingkatan tinggi berada pada Watuaji, Tempur, Kunir, dan Damarwulan. Dari hasil observasi lapangan pada Desa Tempur, upaya mitigasi bencana yang belum dilakukan yaitu penentuan lokasi tempat tinggal dan pemulihan trauma pada korban pasca bencana longsor. Pada Desa Kunir dan Desa Damarwulan, upaya mitigasi yang belum terlaksana yaitu, penentuan lokasi tempat tinggal, pemasangan alat peringatan dini seperti (EWS), dan dilakukannya pemulihan trauma pasca bencana pada korban yang terkena longsor. Maka dari itu perlu dilakukannya pengawasan dan evaluasi terkait mitigasi bencana pada Desa Tempur, Desa Kunir, dan Desa Damarwulan.
ANALISIS FAKTOR SOSIODEMOGRAFIS, PSIKOLOGIS, DAN PENGETAHUAN TERHADAP KESIAPAN IBU DALAM MERAWAT BAYI BARU LAHIR Sri Sunarsih; Wiyarni Pambudi
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34847

Abstract

Kehamilan merupakan fase transisi penting yang membawa perubahan fisik, emosional, dan psikologis, sehingga diperlukan kesiapan yang optimal untuk menjalani peran baru sebagai ibu. Kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi, terutama pada periode neonatal yang krusial. Tingginya angka kematian neonatus pada masa nifas serta rendahnya cakupan pelayanan antenatal care (ANC) dan partisipasi kelas ibu hamil menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesiapan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional. Subjek terdiri dari 49 ibu hamil trimester dua dan tiga yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia berpartisipasi, dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga faktor yang memiliki hubungan bermakna (p < 0,05) dengan kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir, yaitu usia anak terakhir (p = 0,013), kondisi psikologis ibu (p = 0,001), dan tingkat pengetahuan (p = 0,009). Sebanyak 57,1% ibu memiliki kesiapan baik dalam merawat bayi baru lahir, sejalan dengan kondisi psikologis yang baik sebanyak 61,2%, dukungan sosial yang baik 59,2%, dan tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 57,1%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia anak terakhir, kondisi psikologis, dan tingkat pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir.