Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DAN MATERIAL FLOW COST ACCOUNTING TERHADAP SUSTAINABLE DEVELOPMENT PADA SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2020–2024 Kristof Darmawan Gaho; Mahdalena Mahdalena; Amir Lukum
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/wsme8867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan Green Accounting dan MFCA terhadap Sustainable Development pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI periode 2020–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan sektor energi dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, di mana tingginya emisi karbon serta dominasi energi fosil masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data panel berbasis data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan 14 perusahaan selama periode 2020–2024, sehingga diperoleh total 70 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12, dengan Random Effect Model (REM) sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Green Accounting berpengaruh signifikan namun negatif terhadap Sustainable Development. Di sisi lain, Material Flow Cost Accounting (MFCA) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Development. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap capaian Sustainable Developmentdengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R-squared) sebesar 9,33%. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa MFCA lebih efektif dalam mendukung Sustainable Development, sementara penerapan Green Accounting belum sepenuhnya memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan perusahaan sektor energi.
THE IMPLEMENTATION OF THE ENTITY CONCEPT IN MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES (MSMES) OF MARINE CAPTURE FISHERIES (A STUDY OF MR. NIKO’S MARINE CAPTURE FISHING BUSINESS IN LEMITO VILLAGE, LEMITO DISTRICT, POHUWATO REGENCY) Aldi D. Komendangi; Mahdalena Mahdalena; Amir Lukum
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 03 No. 3 Mei - Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i3.2487

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the entity concept in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the marine capture fisheries sector, focusing on Mr. Niko’s fishing business in Lemito Village, Pohuwato Regency. The entity concept, which emphasizes the separation between business and personal finances, is essential in producing reliable financial information and ensuring business sustainability. However, in practice, many small-scale fishermen still combine business and household finances, leading to difficulties in assessing financial performance. This research employs a qualitative descriptive approach to examine existing financial practices and evaluate the application of accounting principles based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). Data were collected through observation, interviews, and documentation of financial transactions. The results indicate that prior to the intervention, the business applied a simple and manual recording system without structured financial statements and without implementing the entity concept. After applying SAK EMKM-based financial reporting, including the preparation of income statements and statements of financial position, the financial condition of the business became more transparent and measurable. The business recorded a net profit of IDR 11,449,235 and showed a balanced financial position. Furthermore, the implementation of the entity concept improved financial control, enabled accurate profit measurement, supported asset management planning, and increased credibility with external stakeholders. In conclusion, the application of the entity concept and standardized financial reporting significantly enhances financial management practices and contributes to the sustainability of MSMEs in the fisheries sector.
Mengungkap Pemaknaan Literasi Keuangan Bagi Pasangan Muda Dalam Dinamika Tekanan Ekonomi Dan Risiko Perceraian Gracia Pretty Benufinit; Mahdalena Mahdalena; Amir Lukum
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.12024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan literasi keuangan bagi pasangan muda dalam dinamika tekanan ekonomi dan risiko perceraian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup (lived experience) pasangan muda dalam menghadapi tantangan ekonomi rumah tangga. Informan penelitian terdiri atas tiga pasangan muda dan satu individu yang telah mengalami perceraian akibat tekanan ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dimaknai sebagai kemampuan memahami, mengelola, merencanakan, dan mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta mempersiapkan masa depan. Pemaknaan tersebut berkembang melalui pengalaman hidup setelah menikah dan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan teknis mengatur uang, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pasangan dan keluarga. Dalam menghadapi tekanan ekonomi, pasangan menerapkan berbagai strategi seperti penyusunan anggaran, pencatatan keuangan, pengendalian pengeluaran, menabung, berinvestasi, dan membangun komunikasi keuangan yang lebih terbuka. Selain itu, literasi keuangan dipandang sebagai faktor penting yang membantu menciptakan stabilitas ekonomi, meningkatkan keterbukaan dan komunikasi, mengurangi konflik, serta mendukung keberlangsungan pernikahan. Namun demikian, keberlangsungan pernikahan tidak hanya ditentukan oleh faktor keuangan, melainkan juga oleh komitmen, kepercayaan, tanggung jawab, dan kasih sayang antar pasangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan memiliki dimensi ekonomi, psikologis, dan relasional yang saling berkaitan dalam kehidupan pernikahan pasangan muda. Literasi keuangan berfungsi sebagai mekanisme adaptasi yang membantu pasangan menghadapi tekanan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan dan keberlangsungan keluarga. Kata kunci: Literasi Keuangan, Pasangan Muda, Tekanan Ekonomi, Risiko Perceraian, Fenomenologi.