Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

MEMAKNAI INDEPENDENSI AUDITOR DENGAN KEINDAHAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SIRI’ NA PACCE Nur Alimin Azis; Yenni Mangoting; Novrida Qudsi Lutfillah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.966 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.04.6012

Abstract

Abstrak: Memaknai Independensi Auditor dengan Keindahan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Siri’ na Pacce. Penelitian ini bertujuan memaknai  independensi auditor dalam perspektif nilai-nilai kearifan lokal siri’ na pacce. Pendekatan kualitatif melalui metode reduksi data dan interpretasi digunakan sebagai analisis data. Dalam upaya memperoleh pemahaman yang utuh, triangulasi sumber dilakukan melalui kasus yang berkaitan dengan independensi auditor. Hasil elaborasi kode etik dengan nilai siri’ na pacce mengindikasikan bahwa independensi dimaknai sebagai rasa malu, harga diri, dan solidaritas sosial. Nilai tersebut memiliki lima prinsip (lima akkatenningeng), yakni: ada’ tongeng (berkata benar), lempuk (jujur), getteng (teguh), sipakatau (memanusiakan), dan mappesona ri dewata seuae (berserah pada Tuhan).Abstract: Interpreting Auditor Independence by the Beauty of Siri 'na Pacce Local Wisdom Values. This study aims to interprete auditor independence in the perspective of siri' na pacce. Qualitative approach through data reduction method and interpretation were employed as dataanalysis. To obtain a full understanding, triangulation of sources in several cases relating to auditor independence were used. Results indicate that theelaboration of code of ethics with value of sirri na pacce were interpreted asshame, self-esteem, and social solidarity. This value has five principles (lima akkatenningeng), namely: ada’ tongeng (telling the truth), lempuk (honest), getteng (firm), sipakatau (humanizing), dan mappesona ri dewata seuae (surrender to God).
INTERNALISASI BUDAYA JAWA DALAM TAHAPAN PENGANGGARAN Sonhaji Sonhaji; Darti Djuharni; Nur Alimin Azis; Judi Suharsono
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2022.13.3.30

Abstract

Abstrak – Internalisasi Budaya Jawa dalam Tahapan PenganggaranTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginternalisasi makna tuturan luhur Jawa pada tahapan penganggaran.Metode – Penelitian ini menggunakan wawancara dan internalisasi budaya Jawa. Informan penelitian adalah pemilik restoran sekaligus pemerhati budaya Jawa.Temuan Utama - Penelitian ini menemukan bentuk internalisasi makna pada tahap penganggaran, yang harus mengarahkan penggunanya ke kamulyan urip. Pencapaian harus memerhatikan kehati-hatian, penghindaran kerusakan, semangat memberi dan menolong. Penganggaran harus menyadarkan bahwa ada dukungan sepenuhnya dari Tuhan dan pencapaian sebaiknya mengikuti Kehendak-Nya.Implikasi Teori dan Kebijakan – Keyakinan mendasar dalam implementasi dalam proses penganggaran adalah kesadaran bahwa apa yang dicapai manusia adalah dengan kuasa Tuhan. Penganggaran sebagai alat atau sistem harus dapat mengarahkan penggunanya untuk hidup beriman.Kebaruan Penelitian - Internalisasi budaya Jawa dalam penganggaran merupakan hal baru dalam penelitian ini. Abstract –  The Internalization of Javanese Culture in the Budgeting StageMain Purpose - This study aims to identify and internalize the meaning of the noble Javanese utterance to the budgeting stage.Method – This study uses interviews and internalization of Javanese culture. The research informant is a restaurant owner as well as a observer of Javanese culture.Main Findings - This study found a form of internalization of meaning in the budgeting stage, which must lead its users to "kamulyan urip." The achievements must pay attention to prudence, avoidance of damage, and the spirit of giving. Budgeting must be made aware that there is full support from God.Theory and Practical Implications – The fundamental belief in implementation in the budgeting process is the awareness that what humans achieve is with the power of God. Budgeting as a tool or system should be able to lead its users to live a faithful life.Novelty - The internalization of Javanese culture in development budgeting is a novelty in this study.