Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BAMBOO EARRINGS AND BROOCHES MAKING TRAINING WITH METHOD FROM JAPAN Rudy Pramono; Juliana Juliana; July Hidayat; Cherry Darmawan; Arifin Djakasaputra
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 7, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i1.6749

Abstract

ABSTRACTBamboo is one of several selected taxonomically related plant categories, extremely rich in species and of great economic and ecological importance. The launching and training activities are expected to be able to develop the domestic market and penetrate the export market, starting from the Asian export market and building brand awareness of Sabatik products, mapping product marketing strategies as well as in positioning, segmenting, targeting markets efficiently and effectively during the product launching period. The activity began with the launching event for Sabatik products as well as training activities for making earrings and brooches followed by visitors or the public who took part in the activities and carried out hands-on practice in making earrings and brooches which was demonstrated by Master Takayuki Shimizu from Japan.The results of the activities carried out received a positive response in which participants stated that the bamboo batik handicrafts were good, cool and interesting and could hold exhibitions more often and maintain activities that could run well and optimally, adding exhibition products so that there were more and providing information on making craft products bamboo.Keyword : training, bamboo earrings, bamboo brooches, Japanese method PELATIHAN PEMBUATAN ANTING DAN BROS BAMBU DENGAN METODE DARI JEPANGABSTRAKBambu merupakan salah satu dari beberapa kategori tanaman terpilih yang terkait secara taksonomi, sangat kaya akan spesies dan sangat penting secara ekonomi dan ekologis. Kegiatan launching dan pelatihan ini diharapkan dapat mengembangkan pasar dalam negeri dan menembus pasar ekspor, dimulai dari pasar ekspor Asia serta membangun kesadaran merek dari produk sabatik, pemetaan strategi pemasaran produk serta dalam positioning, segmenting, targeting pasar yang efisien dan efektif pada masa launching produk. Kegiatan dimulai dengan acara launching produk Sabatik serta kegiatan pelatihan pembuatan anting dan bros diikuti oleh para pengunjung atau masyarakat yang mengikuti kegiatan dan melakukan praktik langsung dalam pembuatan anting dan bros yang didemonstrasikan oleh Master Takayuki Shimizu dari Jepang.  Hasil kegiatan yang dilaksanakan mendapatkan respon positif di mana peserta menyatakan hasil kerajinan bambu batik bagus, keren dan menarik serta dapat lebih sering mengadakan acara pameran dan mempertahankan kegiatan yang dapat berlangsung dengan baik dan maksimal, menambahkan produk pameran agar lebih banyak dan memberikan informasi pembuatan produk kriya bambu.
BAMBOO EARRINGS AND BROOCHES MAKING TRAINING WITH METHOD FROM JAPAN Pramono, Rudy; Juliana, Juliana; Hidayat, July; Darmawan, Cherry; Djakasaputra, Arifin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i1.6749

Abstract

ABSTRACTBamboo is one of several selected taxonomically related plant categories, extremely rich in species and of great economic and ecological importance. The launching and training activities are expected to be able to develop the domestic market and penetrate the export market, starting from the Asian export market and building brand awareness of Sabatik products, mapping product marketing strategies as well as in positioning, segmenting, targeting markets efficiently and effectively during the product launching period. The activity began with the launching event for Sabatik products as well as training activities for making earrings and brooches followed by visitors or the public who took part in the activities and carried out hands-on practice in making earrings and brooches which was demonstrated by Master Takayuki Shimizu from Japan.The results of the activities carried out received a positive response in which participants stated that the bamboo batik handicrafts were good, cool and interesting and could hold exhibitions more often and maintain activities that could run well and optimally, adding exhibition products so that there were more and providing information on making craft products bamboo.Keyword : training, bamboo earrings, bamboo brooches, Japanese method PELATIHAN PEMBUATAN ANTING DAN BROS BAMBU DENGAN METODE DARI JEPANGABSTRAKBambu merupakan salah satu dari beberapa kategori tanaman terpilih yang terkait secara taksonomi, sangat kaya akan spesies dan sangat penting secara ekonomi dan ekologis. Kegiatan launching dan pelatihan ini diharapkan dapat mengembangkan pasar dalam negeri dan menembus pasar ekspor, dimulai dari pasar ekspor Asia serta membangun kesadaran merek dari produk sabatik, pemetaan strategi pemasaran produk serta dalam positioning, segmenting, targeting pasar yang efisien dan efektif pada masa launching produk. Kegiatan dimulai dengan acara launching produk Sabatik serta kegiatan pelatihan pembuatan anting dan bros diikuti oleh para pengunjung atau masyarakat yang mengikuti kegiatan dan melakukan praktik langsung dalam pembuatan anting dan bros yang didemonstrasikan oleh Master Takayuki Shimizu dari Jepang.  Hasil kegiatan yang dilaksanakan mendapatkan respon positif di mana peserta menyatakan hasil kerajinan bambu batik bagus, keren dan menarik serta dapat lebih sering mengadakan acara pameran dan mempertahankan kegiatan yang dapat berlangsung dengan baik dan maksimal, menambahkan produk pameran agar lebih banyak dan memberikan informasi pembuatan produk kriya bambu.
Perbedaan Strategi Arpose dalam Mendesain Interior Chain dan Independent Restaurant Hidayat, July; Kellen, Agnes; Katoppo, Martin Luqman; Wiradinata, Kuntara
Jurnal Senirupa Warna Vol. 12 No. 2 (2024): Seni, Ekspresi dan Eksistensi
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v12i2.220

Abstract

Arpose merupakan sebuah firma desain interior di Gading Serpong, Tangerang, yang berdiri sejak 2015 dan memiliki spesialisasi dalam mendesain interior restoran dengan visi dan konsep yang berbeda-beda. Berdasarkan pengalaman mendesain interior restoran, Arpose mengkategorikan restoran menjadi dua konteks yaitu chain restaurant dan independent restaurant karena perusahaan dari dua kategori ini memiliki visi dan konsep yang berbeda, yang mana menghasilkan strategi desain yang berbeda pula. Bagaimana perbedaan kebutuhan chain dan independent restaurant menghasilkan pola strategi desain yang berbeda, merupakan hal yang dipelajari dalam penelitian ini. Hasil studi ini dibutuhkan karena penggunaan strategi yang salah ataupun menyama-ratakan strategi desain dapat menghasilkan rancangan yang tidak tepat sasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan metode pengumpulan data observer participant, termasuk wawancara dan survei lapangan. Penelitian ini menggunakan tiga studi kasus untuk masing-masing kategori proyek, dengan melihat enam parameter kebutuhan; yaitu (a) Tujuan Proyek, (b) Identitas, (c) Biaya Pembangunan, (d) Pengalaman Pelanggan, (e) Konsistensi Desain, (f) Efisiensi Desain. Hal ini bertujuan untuk memahami cara pandang Arpose dalam mengkategorikan proyek dan merespons kebutuhan dengan strategi desain yang tepat. Implementasi strategi desain dianalisis melalui tiga variabel; yaitu (i) Mengubah Narasi Menjadi Konsep Desain, (ii) Membentuk Konsep Citra, dan (iii) Efisiensi Desain. Parameter kebutuhan dan variabel analisis diturunkan dari teori Designing Commercial Interiors by Christine M. Piotrowski (2016). Melalui analisis ini, penulis menemukan perbedaan strategi desain antara kategori chain dan independent restaurant dalam memenuhi kebutuhan yang berbeda.
TRAINING ON WEAVING TECHNIQUES, DESIGN AND MARKETING STRATEGIES TO DEVELOP EXPORT POTENTIAL ON INDONESIA BAMBOO CRAFT Hidayat, July; Pramono, Rudy; Juliana, Juliana; Hubner, Ira B.; Dharmawan, Cherry
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2312

Abstract

Bamboo is an endemic plant in Indonesia. Of the 1439 types of bamboo in the world, 162 are in Indonesia. Bamboo has a crucial role in balancing the ecosystem. It reduces the greenhouse effect. Bamboo forests play a role in absorbing CO2 and converting CO2 into carbon stored in trees. Bamboo is a natural material in the craft industry with great economic potential. It doesn’t damage the environment, has a fast production period, and multi-functional. Those traits make it suitable for developing green economy programs. When modern society consumes traditional bamboo crafts, earnest improvements in the design aspect, production quality related to the technology for making bamboo crafts, and aspects of publication or marketing of Indonesian bamboo are required. Sahabat Bambu Batik and Dunia Bambu Sukabumi are local bamboo craftsmen communities. The problem for the craftsmen is the need for appropriate technology, marketing, and capital. For this reason, in collaboration with the craftsman communities, craft industry, government, and the Beppu bamboo craft school in Tokyo, UPH provides training in Japanese bamboo craft techniques, design, and marketing strategies. The Japanese craftsman teach the craft techniques that enable precise bamboo crafts with a standardized production process to compete in the international market.
PELATIHAN BUSINESS CANVAS MODEL DAN PEMASARAN DIGITAL DI SMA NUSAPUTERA SEMARANG Juliana, Juliana; Hubner, Ira Brunchilda; Pramezwary, Amelda; Hidayat, July; Djakasaputra, Arifin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.41688

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengembangan bisnis berbasis model canvas dan penerapan pemasaran digital yang efektif kepada para siswa dan guru di SMA Nusaputera Semarang. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan, terutama dalam merancang model bisnis yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren pasar digital. program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberikan pelatihan intensif kepada 27 siswa SMA Nusa Putera Semarang, guna meningkatkan kapasitas siswa dalam menyusun model bisnis yang terstruktur dan kreatif serta mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk mempromosikan produk berbasis kearifan lokal. Program ini juga dirancang untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG), khususnya pada poin 4 (pendidikan berkualitas), 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), dan 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab). Melalui program ini, siswa akan mempelajari konsep BMC sebagai alat perencanaan bisnis yang praktis serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce. Metode pelatihan diawali dengan mengisi form pretest dan memaparkan materi pelatihan serta mengisi form posttest serta evaluasi, peserta diajarkan mengenai Business Canvas Model untuk memetakan ide bisnis serta penerapan strategi pemasaran digital yang berfokus pada pemanfaatan media sosial dan platform digital dalam mempromosikan produk lokal. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang kedua topik tersebut, terbukti dengan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan kewirausahaan berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia bisnis digital yang semakin berkembang.