Meilani Rohinsa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Teacher Autonomy Support terhadap Engagement Siswa melalui Pemenuhan Kebutuhan Psikologis Dasar Meilani Rohinsa; surya Cahyadi; Achmad Djunaidi; Zulrizka Iskandar
JURNAL PSIKOLOGI Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v15i2.7423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah pemenuhan kebutuhan psikologis dasar memediasi pengaruh teacher autonomy support terhadap engagement. Responden dalam penelitian ini 213 siswa SMA (Wanita=126, 59.2%; M = 87, 40.8%). Usia responden antara 15-18 tahun dengan mean 15.41 (SD=0.53). Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Autonomy support, Feeling I Have  dan Engagement. Data dianalisis dengan uji regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan pemenuhan kebutuhan psikologis dasar memediasi pengaruh teacher autonomy support terhadap engagement. Implikasi dari temuan ini bahwa guru harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan psikologis dasr yang dapat dipenuhi oleh perlakuan guru berupa autonomy support dan hal ini akan membentuk engagement siswa terhadapa aktivitas belajar di kelas.Keyword Teacher autonomy support, Pemenuhan kebutuhan psikologis dasar, Engagement
PSIKOEDUKASI “STOP BULLYING! SAYANG DIRI, SAYANG TEMAN” Meilani Rohinsa; Jane Savitri; Marissa Chitra Sulastra; Elvin Freddrick Ciang; Gledy Ulina Sembiring
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2025
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v3i1.156

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan sosial siswa. Berbagai data nasional menunjukkan tingginya angka kasus bullying, baik secara langsung maupun melalui media digital, yang menunjukkan pentingnya diadakan intervensi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bullying melalui pendekatan psikoedukasi berbasis service learning. Kegiatan dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha yang bekerja sama dengan SDK Gamaliel di Kabupaten Bandung pada tanggal 25 Februari 2025, dengan tema "Stop Bullying! Sayangi Diri, Sayangi Teman." Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI dengan total partisipasi sebanyak 144 siswa. Metode yang digunakan meliputi pemaparan secara langsung, media visual, sesi mencairkan suasana, serta pre-post test untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa mengenai jenis-jenis, dampak, serta strategi pencegahan bullying. Program ini membuktikan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan edukatif dapat membentuk lingkungan belajar yang lebih aman serta mendorong dukungan dan kepedulian terhadap sesama
PENANGANAN PSIKOLOGIS PASCA GEMPA BUMI SUMEDANG Meilani Rohinsa; Rosida Tiurma Manurung
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2024
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v2i1.100

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman dalam kondisi georafisnya. Sebagai dampak dari posisi geografisnya, membuat Indonesia berpotensi besar untuk mengalami bencana alam, dalam hal ini adalah gempa bumi. Salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang mengalami bencana alam adalah wilayah Sumedang. Bencana gempa bumi Sumedang menimbulkan pengalaman traumatis, dan pada sebagian masyarakat telah berkembang ke arah ASD. Reaksi psikologis yang dialami sebagaian besar masyarakat pasca gempa adalah sebagian besar masyarakat teringat secara terus-menerus dengan peristiwa gempa yang terjadi. Mereka menyatakan lebih mudah terkejut dan merasa cemas berada di tempat tertutup terutama di malam hari. Perlu dilakukan penanganan untuk mengatasi ASD agar tidak berkembang menjadi PTSD. Penanganan yang dilakukan berbentuk psikoedukasi, konseling psikologis dan terapi bermain. Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, dalam penanganannya juga memperhatikan karakteristik dari subjek, dalam hal ini dengan memperhatikan usia peserta. Pengelompokan usia peserta dimaksudkan agar pemberian intervensi dapat sesuai dengan kebutuhan peserta dan karakteristik peserta.
Student Engagement : Seberapa Penting Peran Academic Self Efficacy di Kurikulum Merdeka? Olga Gelasiana Chandra; Meilani Rohinsa
Schema: Journal of Psychological Research (Vol. 10, No. 01, Mei 2025) SCHEMA : Journal of Psychological Research
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v10i01.6912

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran Academic Self-Efficacy terhadap Student Engagement dalam kurikulum merdeka. Terdapat 147 siswa yang berpartisipasi dan dipilih berdasarkan quota sampling. Dalam variabel academic self-efficacy diukur menggunakan alat ukur The Academic Self-Efficacy Scale (TASES) dan alat ukur student engagement diukur menggunakan alat ukur School Engagement. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji regresi linear sederhana dalam program SPSS. Berdasarkan pengolahan data secara statistik, diperoleh pengaruh academic self-efficacy terhadap behavioral engagement sebesar 0.211, emotional engagement 0.183, dan cognitive engagement 0.280. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat pengaruh positif yang signifikan antara academic self-efficacy terhadap behavioral engagement, emotional engagement, dan cognitive engagement. Academic self-efficacy memilih pengaruh yang paling tinggi pada dimensi cognitive engagement. Saran dari peneliti untuk pihak sekolah dapat mencanangkan pelatihan academic self-efficacy sebagai program peningkatan student engagement para siswa.