Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

NETRALITAS POLITIK KIAI DALAM PERSPEKTIF TEORI INTERAKSI SIMBOLIK Nurma Yuwita; Ahmad Aminuddin; Gatut Setiadi
Jurnal Dakwah Risalah Vol 30, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jdr.v30i2.8047

Abstract

The researcher examines the neutrality of the Kiai in the political year due to the existence of one of the candidates for the vice president who participated in the 2019 election is a great Ulama. The political stage not only presents the political maneuver of political figures and parties, but also the role of the Kiai who also took part in the democratic party. One of the kiai who has neutrality in politics is K.H. Sholeh Bahruddin, better known by the name of Kiai Sholeh. The purpose of this study is to analyze the neutrality of the kiai’s politics in the perspective of symbolic interaction theory. The methodology used in this research is descriptive qualitative. This research uses Symbolic Interactionism theory for its analysis. The result of the analysis shows that the neutrality of the Kiai is a solution to create peaceful election. Kiai Sholeh made several efforts to realize a peaceful election by: Firstly, Kiai Sholeh committed to uphold the integrity and sovereignty of the Republic of Indonesia based on Pancasila; Secondly, Kiai Sholeh supported the democratic system and the process of democratization as a political mechanism of the state; and finally, prioritizing peace, tolerance, and togetherness amid differences in political choices.
Digital Content Optimization for Personal Branding and Increasing Digital Literacy for Students of MA Miftahul Ulum Puntir Purwosari Pasuruan Muhammad Imron Rosadi; Siti Muyasaroh; Zainul Ahwan; Ninuk Riswandari; Ahmad Aminuddin; Riska Amelia

Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/js.v5i2.3887

Abstract

This program is intended to increase the capacity of knowledge, understanding and ability to improve personal branding through digital content as well as digital literacy for MA Miftahul Ulum Puntir Purwosari Pasuruan students in utilizing information and communication technology, namely smartphones and social media in a positive and maximum way. The results of the service show that students' understanding of personal branding and digital literacy is still relatively low, this can be seen based on questions and answers with training participants. Furthermore, comprehensive training related to optimizing personal branding through digital contexts and understanding related to digital literacy was given by a community service team who are members of the Pasuruan ICT volunteer community, informatics study program and communication science study program Yudharta University of Pasuruan. The results of this training show significant changes related to understanding and increasing digital content processing capabilities for personal branding and digital literacy through interviews and testimonials to participants.
PESAN POLITIK KEBANGSAAN SEBAGAI REKONSILIASI KIAI PASCA PESTA DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF COORDINATED MANAGAMENT OF MEANING (CMM) Ahmad Aminuddin; Nurma Yuwita; Gatut Setiadi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2557

Abstract

Penelitian ini berangkat dari CMM guna mengkaji pesan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai. CMM berfokus pada diri dan hubungannya dengan orang lain, serta interpretasi makna pada sebuah pesan (Philipsen dalam West & Turner, 2014, h.115). CMM adalah teori praktis dan menyediakan kerangka komprehensif untuk mengatur hubungan antarfenomena dan telah mengembangkan berbagai alat seperti hierarki makna. Peneliti mengkaji politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai pasca pesta demokrasi dikarenakan pemilu 2019 menjadi batu uji kesiapan bangsa demokrasi secara maju dan beradap. Sehingga, kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, dapat menyandingkan Islam dan demokrasi. Momentum pemilu 2019 telah usai dan sudah terpilih presiden, wakil presiden, maupun para anggota legislatif. Maka bangsa Indonesia diharapkan kembali bersatu. Pihak-pihak yang sebelumnya berkompetisi secara politik, harus kembali merangkul dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa dan menciptakan perdamaian. Mantan Ketua MK Mahfud MD (dalam detikNews, 2019) mengajak segenap bangsa untuk melakukan rekonsiliasi atau pemulihan. Rekonsiliasi menurut Mahfud adalah kembali ke posisi masing-masing dengan cita-cita menjaga negara berdasarkan konstitusi. Guna mengawal rekonsiliasi di masyarakat maka dibutuhkan pesan politik kebangsaan dari Kiai. Karena Kiai merupakan tokoh sentral yang akan selalu dipatuhi oleh masyarakat. Kiai memiliki otoritas yang tinggi di masyarakat dan dapat menaungi serta mengotrol tindakan masyarakat sehingga bisa menjadi agen rekonsiliasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif-konstruktivis. Metodologi yang digunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan CMM theory dalam konteks politik kebangsaan. Politik kebangsaan merupakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang seharusnya menjadi rujukan setiap orang untuk lebih mengedepankan kepada unsur kemanusiaan demi perdamaian dan kesejahteraan rakyat.
Pengaruh Media Online Kabarpas Terhadap Efektivitas Kampanye Pilkada Di Kota Pasuruan Achmad Fauzi; Ahmad Aminuddin
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/w41yte28

Abstract

This study aims to determine the influence of the online media platform Kabarpas on the effectiveness of political campaigns in the 2024 Pasuruan City Regional Election. The main focus of the study was directed at four important aspects: the intensity of online media use, the quality of the information presented, the public interaction established, and the credibility of Kabarpas in conveying political messages. These four aspects are suspected to contribute significantly to the formation of public political perceptions and voter decision-making. The study used a quantitative approach with a survey method, involving respondents who were Pasuruan City residents as part of the voting population. Data were collected through a questionnaire designed to measure respondents' perceptions of Kabarpas' role in political campaigns. Statistical analysis techniques were used to examine the relationship between online media variables and campaign effectiveness, particularly in influencing the public's level of understanding, interest, and political preferences. The results indicate that Kabarpas plays a significant role in increasing public understanding of the candidates' visions and missions. Furthermore, this medium is also able to strengthen public interest in participating in the political process, both through online discussions and participation in elections. The credibility of the information presented also contributes to public trust, thus directly influencing their political preferences. Thus, it can be concluded that Kabarpas is an effective political communication channel in the 2024 Pasuruan City Pilkada campaign. Its presence not only serves as an information provider but also as an interactive medium that shapes public opinion and strengthens democratic participation at the local level. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media online Kabarpas terhadap efektivitas kampanye politik pada Pilkada Kota Pasuruan tahun 2024. Fokus utama penelitian diarahkan pada empat aspek penting, yaitu intensitas penggunaan media online, kualitas informasi yang disajikan, interaksi publik yang terbangun, serta kredibilitas Kabarpas dalam menyampaikan pesan politik. Keempat aspek tersebut diduga memiliki kontribusi signifikan terhadap pembentukan persepsi politik masyarakat dan pengambilan keputusan pemilih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan responden yang merupakan warga Kota Pasuruan sebagai bagian dari populasi pemilih. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur persepsi responden terhadap peran Kabarpas dalam kampanye politik. Teknik analisis statistik digunakan untuk menguji hubungan antara variabel media online dengan efektivitas kampanye, khususnya dalam memengaruhi tingkat pemahaman, minat, serta preferensi politik masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabarpas memiliki peran signifikan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai visi dan misi kandidat. Selain itu, media ini juga mampu memperkuat minat publik untuk berpartisipasi dalam proses politik, baik melalui diskusi daring maupun keikutsertaan dalam pemilihan. Kredibilitas informasi yang ditampilkan turut mendorong kepercayaan masyarakat sehingga berpengaruh langsung terhadap preferensi politik mereka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Kabarpas menjadi salah satu saluran komunikasi politik yang efektif dalam kampanye Pilkada Kota Pasuruan 2024. Keberadaannya tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai medium interaktif yang membentuk opini publik dan memperkuat partisipasi demokratis di tingkat lokal.