Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Holistic classical interpretation in the relationship between satan and false God : Analysis of the rules of interpretation Hanna Jenifer Agustin; Hidayatullah Ismail; Mochammad Novendri S; Syafii Syafii
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i2.1292

Abstract

This research can examine the overall interpretation of classical Islamic interpretation regarding the complex relationship between Satan and false Gods using analysis based on Qawaid Tarjih principles. Classical Islamic interpretation can be known as a deeper understanding of Islam which is used to study the complex interactions between these creatures. Through the application of Qawaid Tarjih, this researcher reveals the principles of Dasara which will guide interpretation and can provide an understanding of the criteria used by scholars to differentiate between Satan and false God. This finding not only highlights the dichotomy between truth and falsehood to show the usefulness of Qawaid Tarjih as a tool of differentiation, for this reason researchers can explore the broader impact of a holistic understanding of the Islamic community's perception of Satan and false gods which provides insight into its impact on everyday life with provides insight into the teachings of the Islamic religion
IQRAH: Model Aplikasi Pembelajaran Literasi Digital Berbasis Tafsir Q.S. Al-‘Alaq Ayat 1–5 Sebagai Revitalisasi Konsep Baitul Hikmah Bagi Generasi Muda Farida Hanum Harahap; Hidayatullah Ismail; Izzi Munaya Putri; M. Irgi; Mhd. Aditya Nugraha; Ghina Adilah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.553

Abstract

Rendahnya budaya literasi digital di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan berorientasi pada penguatan peradaban pengetahuan. Di tengah kemajuan teknologi informasi, akses terhadap berbagai sumber bacaan semakin terbuka, namun belum diikuti oleh peningkatan kualitas minat baca, kemampuan berpikir reflektif, serta keterampilan menyaring informasi secara kritis. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi model pembelajaran literasi yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai pendidikan yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan dalam Q.S. Al-‘Alaq ayat 1–5 dan merekonstruksinya ke dalam model aplikasi pembelajaran literasi digital IQRAH sebagai bentuk revitalisasi konsep Baitul Hikmah bagi generasi muda. Pemilihan topik didasarkan pada urgensi internalisasi nilai iqra’ sebagai fondasi epistemologis literasi Islam serta relevansi historis Baitul Hikmah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research yang berorientasi pada analisis konseptual. Data diperoleh dari kitab tafsir klasik dan kontemporer, literatur sejarah Baitul Hikmah, kajian pendidikan Islam, serta referensi mengenai literasi digital dan inovasi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik dan content analysis untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan dalam Q.S. Al-‘Alaq ayat 1–5 dan mentransformasikannya ke dalam desain konseptual aplikasi IQRAH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model aplikasi IQRAH dapat dirancang sebagai platform literasi digital integratif yang menggabungkan nilai membaca kritis (iqra’), budaya menulis (qalam), pembelajaran reflektif, kolaborasi intelektual, serta pemanfaatan teknologi interaktif. Model ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik, kontekstual, dan partisipatif bagi generasi muda. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi konsep Baitul Hikmah melalui aplikasi IQRAH memiliki signifikansi strategis dalam membangun budaya literasi digital yang berkelanjutan, transformatif, dan relevan dengan tantangan era kontemporer.