Suci Habibah
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif kasim Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS GENDER TERHADAP PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PELAKSANAAN KONSELING ONLINE PADA MASA PANDEMIC COVID 19 Suci Habibah; Diniya Diniya; Amirah Diniaty; Marizal Marizal
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 20, No 1 (2021): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v20i1.12576

Abstract

Penelitian ini menganalisis aspek gender dari peran guru Bimbingan Konseling dalam pelaksanaan konseling online bagi siswa sekolah menengah dimasa pandemic. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data primer dikumpulkan dengan wawancara semi terstruktur pada tiga guru BK perempuan dan tiga guru BK laki-laki, yang memiliki latar pendidikan, umur, dan masa bertugas yang sama, namun bertugas di sekolah menengah atas yang berbeda. Data hasil wawancara dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK (perempuan dan laki-laki) melakukan konseling online selama masa pandemic menggunakan aplikasi synchronous (seperti zoom, google meet, whatsapp chat, video call, dan telephone) dan asynchronous (seperti email, e learning). Masalah belajar  paling banyak dibicarakan siswa dalam konseling online pada guru BK perempuan dan laki-laki. Siswa perempuan lebih banyak menjadi klien dalam konseling online dibandingkan siswa laki-laki, dan mereka tidak membedakan jenis kelamin guru BK. Guru BK perempuan lebih cepat merespon siswa dalam konseling online via chat dibandingkan guru BK laki-laki, ini menunjukkan empati, guru BK perempuan lebih tinggi dibanding guru BK laki-laki.
Kondisi Burnout pada Guru BK/Konselor di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Pekanbaru dan Implikasinya Bagi Peran Kepala Sekolah Suci Habibah
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 2, No 2 (2019): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.215 KB) | DOI: 10.24014/egcdj.v2i2.8264

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terdapat Guru BK/Konselor yang mengalami kondisi kelelahan, stres dan kejenuhan dalam bekerja yang dikhawatirkan akan berujung pada kondisi burnout. Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengatasi kondisi tersebut di perlukannya peran kepala sekolah sebagai pimpinan dari Guru BK/Konselor dan sebagai penanggung jawab kegiatan BK secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif. Populasi penelitian adalah Guru BK/Konselor SMAN se-Kota Pekanbaru. Sampel berjumlah 52 orang yang ditetapkan dengan teknik pengambilan sampel total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner burnout dengan model skala Likert. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa 35,83% Guru BK/Konselor mengalami kondisi burnout. Hal ini tentu menjadi perhatian karena akan mempengaruhi kinerja Guru BK. Oleh karena itu, dibahas lebih lanjut peran kepala sekolah untuk mengatasi dan mencegah kondisi burnout Guru BK/Konselor aga tidak semakin meningkat.
Analisis Pengaruh Kecanduan Game Online terhadap Eskalasi Perilaku Agresif Siswa Audya Putri Silvia; Suci Habibah; Alfiah Tarmizi; Hasgimianti Hasgimianti; Raja Rahima Munawarah Raja Ahmad
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.32562

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah meningkatkan popularitas game online di kalangan siswa. Aktivitas bermain game online yang dilakukan secara berlebihan sering dikaitkan dengan berbagai perubahan perilaku, termasuk perilaku agresif seperti mudah marah, berkelahi, dan merusak benda di sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku kecanduan game online, gambaran perilaku agresif dan hubungan kecanduan game online dengan perilaku agresif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis korelasional. Populasi penelitian adalah 289 siswa kelas X di SMA Negeri 6 Pekanbaru. Sampel berjumlah 52 siswa yang ditetapkan dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecanduan game online dan perilaku agresif dengan model skala Likert yang telah dilakukan uji coba validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan presentase. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa gambaran perilaku kecanduan game online siswa tergolong cukup tinggi 69%, gambaran perilaku agresif cukup tinggi 65%, dan hubungan kecanduan game online dengan perilaku agresif R-square sebesar 0,370 atau sama dengan 37,0% . Temuan penelitian ini berimplikasi pada layanan bimbingan dan konseling, khususnya melalui konseling individual dan kelompok untuk membantuk siswa mengendalikan perilaku agresif dan penggunaan game online.
Smartphone Addiction, Self-Control, and Marital Satisfaction on Spousal Phubbing Behavior Suci Habibah; Salmiyati; Dean Nada Fahira; Rusnila
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.8517

Abstract

Phubbing in romantic relationships is a form of smartphone misuse, occurring when individuals prioritize their smartphones over direct interaction with their partners. This behavior disrupts social interactions, creates household conflict, evokes jealousy, lowers marital satisfaction, and increases the risk of depression. The present study aimed to examine the contribution of smartphone addiction, self-control, and marital satisfaction to spousal phubbing behavior. A quantitative survey approach with a descriptive-correlational design was employed. The population consisted of married couples who actively used smartphones, and the sample was obtained through convenience sampling. Data were collected using validated and reliable Likert-scale instruments measuring smartphone addiction, self-control, marital satisfaction, and phubbing behavior. Data analysis was conducted using multiple regression. The findings revealed that smartphone addiction, self-control, and marital satisfaction together contributed 49.4% to spousal phubbing behavior, while the remaining proportion was explained by other factors. These results highlight the need to address smartphone use and self-regulation in maintaining marital harmony. Keywords: phubbing, marital satisfaction, self-control, smartphone addiction
CYBER COUNSELING TO IMPROVE SCHOOL GUIDANCE AND COUNSELING SERVICES IN PRIMARY AND SECONDARY EDUCATION Hasgimianti; Raja Rahima Munawarah Raja Ahmad; Suci Habibah; Nur’Aini Safitri
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.111

Abstract

This scoping review examines what is known about the effectiveness, implementation models, challenges, and counselor competencies related to cyber counseling in primary and secondary school guidance services. A literature search was conducted in Scopus, ERIC, ScienceDirect, Google Scholar, SINTA, and Garuda for studies published between 2015 and 2025 using keywords such as “cyber counseling,” “online counseling,” and “digital school counseling.” The search, completed in January 2026, identified 124 records; after screening based on predefined criteria, 20 peer-reviewed articles were analyzed. Data were synthesized using thematic content analysis. Findings indicate that cyber counseling improves access and student participation through flexible communication formats, but its implementation faces barriers related to infrastructure, counselor digital competence, and ethical and data security issues. The literature also shows heterogeneous study designs and limited contextual coverage, which restrict generalizability. This review highlights the need for structured counselor training and supportive school policies for responsible integration of cyber counseling.