Nathan Hindarto
Universitas Negeri Semarang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : UPEJ Unnes Physics Education Journal

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA KIT HIDROSTATIS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP TEKANAN ZAT CAIR PADA SISWA SMP Maliasih, Maliasih; Hindarto, Nathan
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.183 KB) | DOI: 10.15294/upej.v4i3.9976

Abstract

Pengembangan alat peraga kit hidrostatis beserta LKS diperlukan agar siswa lebih memahami konsep tekanan zat cair. Konsep tekanan zat cair yang abstrak menjadi lebih kongkret dengan adanya kit hidrostatis, dan LKS digunakan sebagai petunjuk praktikum. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kelayakan alat peraga kit hidrostatis beserta LKS sebesar 3,61 dikategorikan sangat layak digunakan, (2) konsep tekanan zat cair dijelaskan dengan metode demonstrasi menggunaka alat peraga kit hidrostatis dan pemahaman konsep siswa meningkat, (3) pemahan konsep siswa meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 kategori sedang. Dengan demikian, alat peraga kit hidrostatis beserta LKS layak digunakan dan dapat meningkatkan pemahaman konsep tekanan zat cair siswa SMP. Hydrostatic kit and students’ worksheets perfection is needed so that the students understand more about the concept of fluid pressure. The abstractconcept of fluid pressure become more concrete as is hydrostatis kit, and students’ worksheets is used as a lab work guideline. The research shows that: (1) the expedience of hydrostatic kit properties and students’ worksheets is 3.61, it is categorized as very properly used, (2) the concept of fluid pressure can be explained by demonstration method using hydrostatic kit and students’ concept understanding is increasing, (3) students’ concept understanding is increasing by N-Gain value is 0.65 moderate category. So, hydrostatic kit properties and students’ worksheets is properly used and can increase the Junior High School students’ understanding about the concept of fluid pressure.
PENGEMBANGAN ACADEMIC SKILL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA Khalimah, Isti Nur; Hindarto, Nathan; Mosik, Mosik
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.524 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran guided inquiry dapat mengembangkan academic skill dan untuk mengetahui pengaruh academic skill terhadap penguasaan konsep siswa. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasinya yaitu siswa kelas X MIPA 1-4 di SMA Negeri 3 Tegal Tahun Ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.  Data hasil penelitian diperoleh dengan lembar observasi academic skill untuk mengamati academic skill awal dan academic skill akhir. Selain itu, dilakukan pretest dan posttest untuk mengetahui penguasaan konsep awal dan akhir siswa. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji gain, uji klasik (uji normalitas, uji homogenitas, dan uji heterokedastisitas) dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran guided inqury dapat mengembangkan academic skill siswa dan academic skill berpengaruh terhadap penguasaan konsep siswa.
IMPLEMENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERINTEGRASI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Prabowo, Yogi; Susanto, Hadi; Hindarto, Nathan
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.062 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13934

Abstract

Pembelajaran fisika di sekolah di kota Semarang, dijumpai belum melibatkan secara aktif siswa (student centered) dan kurang mengkaitkan dengan apa yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai solusi atas permasalah tersebut, melalui penelitian ini, diimplementasikan sebuah pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter pada pembelajaran fisika di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental satu kelas eksperimen sebagai objek yang diberi perlakuan (treatment), dengan mengadopsi desain penelitian one group pretest-posttest. Hasil penelititan ini diperoleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen untuk aspek kognitif sebesar 49,17 dan aspek psikomotorik sebesar 61,78. Selain itu, diperoleh pula data-data perkembangan karakter siswa yang diperoleh melalui observasi dan pemberian angket. Kesimpulan pada penelitian ini yang pertama adalah implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) terintegrasi karakter dalam pembelajaran fisika, berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kedua, implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) terintegrasi karakter dalam pembelajaran fisika terhadap ketercapaian hasil belajar siswa, belum mampu mencapai nilai rata-rata KKM minimal sebesar 75,00. Ketiga, implementasi pembelajaran CTL terintegrasi karakter pada pembelajaran fisika dapat mengembangkan karakter siswa.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MINDSCAPING UNTUK REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA SMA MATERI TEORI KINETIK GAS Yunawati, Rini; Hindarto, Nathan; Sulhadi, Sulhadi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.504 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13940

Abstract

Penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping dilakukan untuk remediasi miskonsepsi serta peningkatan hasil belajar dan pemahaman konsep siswa. Penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bangsri menggunakan Metode Pre-Experimental Designs dengan one-group pretest-postest design yang diterapkan di kelas XI IPA 1. Analisis data menunjukkan kelas eksperimen dengan model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal dengan persentase sebesar  55,5%. Peningkatan prestasi belajar siswa diketahui dari uji gain dengan kategori sedang (<g>= 0,59). Dari analisis data disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping efektif dalam meremediasi miskonsepsi siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar  dan pemahaman konsep siswa.
Studi Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan Model Pembelajaran Group Investigation di SMP Mukhlasin, M. Sirojul; Edie, Sukiswo Supeni; Hindarto, Nathan
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.503 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i3.19268

Abstract

Learning outcomes are the ability possessed wich are knowledge, attitude, and skills. The learning model of Contextual Teaching and Learning (CTL) involves students in activities that relate academic lessons to the context of life. The learning model of Group Investigation (GI) trains students to participate in social systems. This study aims to find out which between the learning model of CTL and learning model of GI that the results of learning are better. The population is the students of class VIII SMP Islam YPI Buaran Pekalongan. The sample used is VIII A as CTL class and VIII B as GI class. The data were collected by using the test to obtain the students' learning result of the cognitive domain, the questionnaire was used to obtain the affective domain learning result, and the observation sheet was used to obtain the psychomotor domain learning result. The learning outcomes of the CTL class students were lower than that of the GI class indicated by the results of the t-test polled variance test. Based on these results it can be concluded that the GI learning model is better than the CTL learning model.