Nathan Hindarto
Universitas Negeri Semarang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative Science Education

Studi Kasus Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 di SMP Negeri 5 Semarang Wina, Demi Roma; Hindarto, Nathan; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.394 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i1.17045

Abstract

Tidak semua sekolah mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik pada pembelajaran IPA. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Semarang merupakan salah satu sekolah unggul yang tampak sukses dalam menerapkan model pendekatan saintifik.  Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA. Data diperoleh melaluiobservasi, wawancara, dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 meliputi (1) mengamati, siswa menganalisis gambar sungai yang tercemar limbah deterjen, menganalisis video pencemaran lingkungan pada air, melakukan percobaan tentang ketahanan ikan pada limbah deterjen, dan siswa merumuskan tujuan, permasalahan, dan hipotesisnya; (2) menanya, siswa bertanya, apakah limbah deterjen berbahaya? dan mengapa ikan pada air yang mengandung deterjen cepat mati?; (3) melakukan elaborasi dengan mengumpulkan informasi  tambahan untuk membahas, berupa gambar, kata atau video baik dari buku, internet, dan dari guru; (4) mengasosiasi, siswa membedakan air bersih, berminyak, dan mengandung deterjen, menjawab karakteristik air tercemar, membuat ringkasan pertayaan, dan jawaban; (5) mengkomunikasi, siswa menjelaskan materi pencemaran lingkungan melalui poster, presentasi, video dan gambar.   Not all schools able to implement the National Curriculum 2013 in which scientific approaches are used for teaching all sciences. Sekolah Menengah Pertama Negeri (Public Junior High School) 5 Semarang, one of the pilot schools seems to be successful in providing some models of the implementation the approches.This case study was aimed at describing deeply the implementation of scientific approach in science. Data were collected by observation, interview, and document study. The result of the research showed that the scientific approach as implemented for science teaching were consisted of (1) observing, students did analysing (compare and contrast) picture of the river polluted by detergent waste, short movie of water pollution; doing an experiment on fish indurance by detergent waste; recording the purpose, issues, and making  hypotheses; (2) asking questions, students asked: why is detergent waste harmful?; and why can fish put into water containing detergent diequickly?; (3) collecting  more information such as images, words or video from books, internet, and teacher; (4) associating, students distinguishedclean, oily, and detergent water; answering the caracteristics of polluted water; and creating  summaries, questions, and answers, and (5) communicating, studentsexplainingmaterials in terms of  environmetal pollutions through poster, presentation, video and picture.
Pembentukan Keterampilan Berpikir Kritis dan Karakter Peduli Lingkungan Berbantuan Scaffolding Widayat, Widi; Wiyanto, Wiyanto; Hindarto, Nathan
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.307 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i1.17068

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis karakter peduli lingkungan, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui pembelajaran pencemaran lingkungan berbantuan scaffolding. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif kolaboratif. Penentuan subjek penelitian secara purposive. Peneliti sebagai instrumen kunci dilengkapi lembar pengamatan, soal tes kemampuan pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan alat perekam. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek penelitian (P1, P2, P3, P4, dan P5) terjadi peningkatan karakter peduli lingkungan. Akan tetapi pembentukan keterampilan berpikir kritis P5 belum berhasil. Subjek penelitian dapat mencapai KKM yang ditentukan. Kemampuan pemecahan masalah subjek penelitian dapat meningkat dari tingkatan kelas kognitif mereka berasal kecuali P5. Skor kemampuan pemecahan masalah subjek penelitian secara berturut-turut adalah 94, 100, 88, 82, dan 60. Hal ini menunjukkan bahwa karakter peduli lingkungan, keterampilan berpikir kritis dapat terbentuk serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik dapat mencapai KKM melalui pembelajaran pencemaran lingkungan berbantuan scaffolding. Diharapkan dengan hasil penelitian ini, bisa  menjadi masukan bagi guru maupun sekolah agar melaksanakan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik sehingga karakter peduli lingkungan dan berpikir kritis peserta didik dapat terbentuk, salah satunya dengan pembelajaran berbantuan scaffolding.   The purpose of this research are to analyze the character of environmental awareness, critical thinking skill, and problem solving ability of student through the learning of environmental pollution assisted by scaffolding. This research is collaborative qualitative research. The determination of research subjects is purposively. Researcher as key instrument is equipped with observation papers, test of problem solving ability, interview guide, and recorder. Analyze of data is using qualitative descriptions.  The result is fifth research subjects (P1, P2, P3, P4, and P5) showed increasing of their character of environmental awareness. But the formation of P5’s critical thinking skills has not been succeeded. Research subjects can achieve determined MCC (minimum completeness criteria). Problem solving ability of research subjects is increase from grade level cognitive they come from, except P5. Score of problem solving ability of research subjects respectively are 94, 100, 88, 82, and 60. This indicates that the character of environmental awareness, critical thinking skills can be formed and problem solving ability of students can achieve determined MMC through learning of environmental pollution assisted by scaffolding. Expected with this result, it can be input for teachers and schools to carry out learning that facilitate students so that the character of environmental awareness and the critical thinking skill of students can be formed,one of them with the learning assisted by scaffolding.