Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : An-Nida'

Pemikiran Pendidikan Islam Zakiah Daradjat dan Konstribusinya terhadap Pendidikan Islam di Indonesia Damsir Damsir; Muhammad Yasir
An-Nida' Vol 44, No 2 (2020): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v44i2.12947

Abstract

Artikel ini menganalisa tentang pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat dan konstribusinya terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Zakiah Daradjat merupakan salah satu tokoh yang menaruh perhatian yang sangat besar pada pendidikan Islam baik sebagai pendidik maupun sebagai birokrat. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data dari buku-buku, makalah, artikel, majalah, jurnal, web (internet) yang berkaitan dengan gagasan dan pemikiran Zakiyah Daradjat di bidang pendidikan Islam. Pertanyaan yang hendak dijawab dalam artikel ini yaitu, bagaimana pemikiran pendidikan Islam serta apa konstribusi Zakiah Daradjat terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah, pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat terlihat ketika ia merumuskan dan memetakan tentang hakikat dan tujuan pendidikan Islam, dasar pendidikan Islam serta lingkungan dan tanggungjawab pendidikan Islam. Konstribusi Zakiah Daradjat terhadap pendidikan Islam di Indonesia dapat dilihat pada dua hal yaitu, Pertama, seorang pendidik-psikolog. Zakiah Daradjat merupakan seorang yang “multi talent”, sebagai seorang psikolog ia menfokuskan pemikirannya tentang kesehatan mental yang berkaitan dengan persoalan remaja. Kedua, birokrat-pembaharu pendidikan Islam Indonesia. Semasa menjabat direktur di Kementerian Agama dan jabatan lain, beliau memanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan dan pembaharuan dalam bidang Pendidikan Islam.
Hermeneutika Tauhid; Kritik terhadap Penafsiran Amina Wadud tentang Nusyuz Miftahul Janah; Muhammad Yasir
An-Nida' Vol 43, No 2 (2019): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v43i2.12327

Abstract

Tulisan ini mengkaji paradigma, prinsip, metode dan hasil penafsiran Amina Wadud, khususnya tentang nusyuz. Paradigma penafsiran merujuk pada hermeneutika tauhid yang memahami bahwa Al-Qur’an mempunyai satu-kesatuan makna dari seluruh bagian-bagian ayatnya. Sehingga ada integrasi antara hal yang universal dan partikular dalam Al-Qur’an. Secara geneologi, prinsip penafsiran Wadud merujuk pada hermeneutika filosofis atau aliran obyektivies-cum-subyektivies, yakni Gadamer. Kelompok ini lebih mengedepankan pada wilayah “bagaiman memahami”, tidak pada wilayah bagaimana memahami teks dengan benar dan objektif. Terdapat tiga metode yang dilalui Wadud dalam menafsirkan Al-Qur’an; dalam konteks apa suatu teks ditulis atau diwahyukan, bagaimana komposisi tata bahasa teks tersebut, terakhir bagaimana keseluruhan teks (ayat), Weltanschauung-nya atau pandangan hidupnya. Sementara terkait nusyuz, Wadud memahami sebagai disruption of marital harmony. Salah satu kritik terhadap penafiran Wadud terletak pada pemahamannya bahwa lafad qānitāt hanya berlaku pada ketaatan manusia kepada Allah, tidak pada keta’atan sesama mahluk hidup, namun dalam Q.S. Al-Ahzab (33):31 tidak demikian.