Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Defisit Anggaran dan Implikasinya terhadap Perkembangan Ekonomi dan Kinerja Keuangan Kabupaten Tebo Astuti Prihatiningsih; M. Rachmad R; Syamsuddin HM
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.408 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v1i2.1499

Abstract

This study aims to 1) To analyze the determinants that will influence the budget deficit in Tebo district budget. 2) To analyze whether there is a correlation between the budget deficit with Tebo regency economic development. 3) To analyze whether there is a correlation between the financial performance of the budget deficit with Tebo regency. The method used in this study is a secondary data analysis methods. Based on the results of testing the model regression shows the value of the F-count is high at 12 130. With an alpha of 0.05 df1 = 3, DF2 = 4 obtained F-table at 6:59. so the F-count> F-table. this indicates that the independent variables are jointly significant effect on the dependent variable, so that personnel expenditure, capital expenditure and spending on goods and services during the period 2004-2011 are jointly significant effect on the budget deficit in Tebo regency. Each there is an increase of 1 billion budget deficit, it will cause a reduction in personnel expenses amounted to 4.52 billion Tebo regency. Any increased capital expenditure budget of 1 billion budget deficit will increase by 5.01 billion. Any increased budget allocation of goods and services amounted to 1 billion, the budget deficit will increase by 8.17 billion. the greatest influence on the budget deficit from the budget allocation of goods and services. The results of the analysis of the budget deficit relationship with economic development in Tebo regency during 2006-2010 showed that the budget deficit by using a simple Pearson correlation test has a relationship of -0.07986. These results illustrate that the budget deficit has a negative relationship with economic development. The results of the analysis of the relationship with the budget deficit in the region's financial performance during the period 2006-2010 Tebo regency showed that the budget deficit with the financial performance using tools Pearson correlation test has a relationship of -0.04703. The results illustrate that the budget deficit has a negative relationship with financial performance.   Keywords: budget deficit, budget allocation, capital expenditure budget
Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Terhadap Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2018-2022 Kamagi, Siti Hargita R.; Yunus, Rita; Parinding, Kalvin A.; HM, Syamsuddin; Yunus, Santi
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v6i2.179

Abstract

Setiap negara di dunia, terutama negara-negara berkembang, berjuang melawan kemiskinan. Kemiskinan merupakan permasalahan yang rumit dan mempunyai banyak penyebab yang mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah antara tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Panel analisis data dan regresi berganda merupakan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Alat yang digunakan untuk melakukan pengujian adalah Eviews 12. Model ideal yang dipilih Penelitian ini menggunakan Fixed Effect Model (FEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa Domestik Regional Bruto mempunyai pengaruh yang merugikan dan signifikan terhadap kemiskinan di Sulawesi Tengah, sedangkan Jumlah Penduduk dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mempunyai pengaruh yang baik dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Sulawesi Tengah. Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa Produk Regional Bruto (PDRB) mampu mengurangi kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah, sedangkan Jumlah Penduduk dan Angka Pengangguran Terbuka (TPT) dilihat dari hasil tersebut belum mampu mengurangi kemiskinan di Provinsi Sulawesi. Artinya peningkatan jumlah penduduk tidak dapat menurunkan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah. Dan peningkatan angka kemiskinan dapat meningkatkan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah.
PERHITUNGAN INDEKS GINI RATIO DAN ANALISIS KESENJANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT TAHUN 2006-2010 HM, Syamsuddin
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 6 No. 4 (2011): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.69 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v0iOktober.144

Abstract

Kesenjangan distrbusi pendapatan merupakan konsekwensi dari suatu pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan. Hasil studi menunjukkan bahwa Gini ratio selama periode 2006-2010 cenderung meningkat dari 0,288 pada tahun 2006 menjadi 0,321 pada tahun 2010 sehingga ketimpangan distribusi pendapatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat termasuk kategori sedang. Kriteria Bank Dunia (relative inequality), tingkat ketimpangan distribusi pendapatan Kabupaten ini selama lima tahun terakhir tergolong relatif rendah (low inequality). Hal ini ditunjukan kelompok 40 % dari penduduk berpendapatan rendah dapat menikmati pendapatan rata-rata diatas 20 persen, baik di wilayah pedesaan maupun di wilayah perkotaan. Akan tetapi porsi pendapatan yang diterima golongan penduduk berpendapatan rendah tersebut, secara konsisten semakin menurun, yang berarti tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat selama periode tersebut semakin meningkat. Keywords :  Distribution of income, employment and growth.
ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERIODE 2007-2011 HM, Syamsuddin
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 9 No. 2 (2014): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.391 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v9i2.2203

Abstract

Pergeseran paradigma pembangunan yang menempatkan manusia sebagai fokus dan sasaran akhir dari seluruh kegiatan pembangunan, yaitu kualitas pendidikan, derajat kesehatan dan pendapatan untuk mewujudkan suatu kehidupan yang layak. Hasil studi menunjukkan bahwa IPM Kabupaten Tanjung Jabung Barat selama periode 2007-2011 sudah termasuk ke dalam kelompok IPM menengah atas dengan kecenderungan perkembangan IPM rata-rata sebesar 0,57 persen pertahun. Kontribusi masing-masing dimensi terhadap pembentukan IPM, dimensi pengetahuan menjadi penyumbang terbesar yaitu 37,78 persen, dimensi hidup panjang sebesar 34,16 persen dan dimensi hidup layak sebesar 28,06 persen. Tingginya sumbangan dimensi pengetahuan terutama disebabkan oleh tingginya angka melek huruf. Untuk meningkatkan capaian IPM kedepan, kebijakan yang perlu diambil pemerintah daerah adalah Pertama meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas. Kedua meningkatkan daya beli masyarakat melalui peningkatan pendapatan  ketiga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui perbaikan gizi dan promosi kesehatan. Keywords :  Kualitas pendidikan, derajat kesehatan dan paritas daya beli
Analysis of Income and Feasibility of Refill Drinking Water Depot Business in North Tatura Sub-District, Palu City Yusril, Moh.; Jaya, Andi Herman; HM, Syamsuddin; Yunus, Rita; Yunus, Santi
JOURNAL OF HUMANITIES, SOCIAL SCIENCES AND BUSINESS Vol. 4 No. 4 (2025): AUGUST
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jhssb.v4i4.1889

Abstract

This research aims to analyze the income level and business feasibility of refillable drinking water depots in Tatura Utara Subdistrict, Palu City. A descriptive approach was applied, with data collected through interviews, questionnaires, and documentation involving five business units that have been operating for at least three years. The results show that the average monthly production cost is IDR 5,088,794, while the average monthly revenue reaches IDR 11,030,000, resulting in an average net income of IDR 5,941,205 per business unit. The R/C ratio obtained is 2.16, indicating that everyone rupiah spent generates IDR 2.16 in revenue, which reflects high economic efficiency. In addition, the average Break Even Point is 282 gallons per month, demonstrating that all business units have surpassed the break-even threshold. These findings conclude that refillable drinking water depots in the area offer a viable and sustainable business opportunity in urban environments.
Socioeconomic Factors And Participation Of KB Suku Bajo Jaya Bakti Village, Pagimana Distritrict Banggai County Town, Central Sulawesi Province HM, Syamsuddin
Return : Study of Management, Economic and Bussines Vol. 2 No. 2 (2023): Return : Study of Management, Economic And Bussines
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/return.v2i2.67

Abstract

This study aims to analyze the relationship of faktor sosial economy with the partition of the KB pasi of the Bajo Tribe community, what factors cause the Bajo Tribe to still survive together in several heads of families in one house in Jaya Bakti Village. The sample determination method uses purposive sampling. snowball sampling. The statistical analysis method used is descriptive analysis followed by cross-tabulation analysis and Chi-Square. The results showed that the average education of this study sample was mostly (67,3,1%) educated in elementary school. From the income aspect of 74 respondents, 35 respondents or 47.4% belonged to the poor group. Most of the research samples worked as fishermen.There was a relationship between income and the use of contraceptives for married couples in research in the Bajo Tribe.
Analisis Pengaruh Pengangguran Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Di Sulawesi Barat Periode 2015-2020 Eni Santika, Ni Wayan; HM, Syamsuddin; Yunus, Santi
Journal of Comprehensive Science Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Comprehensive Science (Jcs)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v1i4.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pengaruh pengangguran dan pengeluaran pemerintah terhadap kemiskinan di Sulawesi Barat Periode 2015- 2020. (2) Untuk mengetahui pengaruh pengangguran terhadap kemiskinan di Sulawesi Barat Periode 2015-2020. (3) Untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap kemiskinan di Sulawesi Barat Periode 2015-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa (1) Pengangguran dan pengeluaran pemerintah secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemiskinan di Sulawesi Barat Periode 2015-2020. (2) Pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Sulawesi Barat Periode 2015-2020.(3) Pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Sulawesi Barat Periode 2015-2020.
Peningkatan Literasi Keuangan Pada Perempuan Pelaku UMKM Kelurahan Tondo Kota Palu Yunus, Rita; Chairil Anwar; Haerul Anam; Syamsuddin HM; Rahman, Failur; Meity Ferdiana Paskual; Reski Awalia; Nahda Maidina Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 1 (2026): Februari (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i1.4219

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh beberapa kajian yang menunjukan rendahnya aksesibiltas masyarakat terhadap jasa keuangan di Sulawesi Tengah (Anam, 2023). Masalah permodalan merupakan satu permasalahan yang sering dijumpai pada pelaku UMKM. Demikian pula pada kelompok pelaku UMKM di Kelurahan Tondon yang merupakan kaum perempuan dan ibu. Kelompok ini merupakan sebagian kecil dari masyarakat terdampak bencana alam Tahun 2018 di Kota Palu. Perempuan pelaku UMKM di Kelurahan Tondo secara umum masih memiliki literasi keuangan yang rendah dan akses yang terbatas terhadap lembaga permodalan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dipandang penting untuk dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan literasi keuangan kaum perempuan pelaku UMKM di Kelurahan Tondo sehingga dapat membuka akses terhadap lembaga keuangan serta meningkatkan inklusi finansial. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan bagi kelompok perempuan pelaku UMKM memberi dampak peningkatan literasi keuangan serta pemahaman akan pentingnya pengelolaan dan pencatatan keuangan yang baik bagi peserta serta menghasilkan beberapa rekomendasi strategis bagi keberlangsungan usaha kelompok UMKM Wanita Bangkit Kelurahan Tondo.
Analysis of the Role of Manufacturing Industry in the Input-Output Economy Simon; Tope, Patta; Taqwa, Eddy; Tandju, Moh. Ichwan; HM, Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIMKES Edisi September 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i5.3556

Abstract

This study aims to analyze the structure of the manufacturing industry in Central Sulawesi, emphasizing intersectoral linkages and their contributions to output and gross value added. Using a quantitative approach based on input and output matrices, the study identifies strategic subsectors capable of generating high multiplier effects on the regional economy. The results indicate a shift in subsector dominance from agriculture and wood-based sectors to natural resource-based industries, particularly base metals and energy processing. This shift is accompanied by weakening forward linkages and increasing dependence on upstream sectors, indicating early signs of deindustrialization and limited manufacturing contribution to strengthening the domestic supply chain. The findings also indicate that only a few subsectors are capable of playing dual roles as users and providers of inputs between industries, narrowing the basis for structural transformation. The implication of this condition is the need for an industrial development strategy that encourages sector diversification, strengthens downstream processing, and improves connectivity between key subsectors. This study provides recommendations for policymakers to direct industrial development toward a more sustainable, inclusive, and long-term orientation, in order to encourage equitable and resilient regional economic growth amidst global dynamics.