Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia M. Haviz; Afwadi Afwadi; Kasmuri Selamat; Ika Metiza Maris; Akhyar Hanif; Ridwal Trisoni; Yusrizal Effendi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.8657

Abstract

AbstractThe study aims to investigate the knowledge of junior high school students on Islamic religious education materials and the social awareness of the Minangkabau religious social activist community. The subject matter of Islamic education is al-Quran, al-Hadith, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah and Arabic language. The research method is community based research. The general steps of the CBR are cycles in four stages, namely, laying the foundation, planning, gathering/analyzing information and action to finding. This study involves junior high school students and the community of Minangkabau religious social activist. This study found that these students have poor Islamic religious knowledge in seven materials. The Minangkabau religious social activists have a high social awareness when activities strengthen formal education with Islamic non-formal education is carried out. The study also provides recommendations on the need for further on finding action for the development of madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) by exploring Minangkabau values. The findings of this study have implied that this research is an effort that can be done to stop the “silent or slow running phase” of the Minangkabau (surau) mosque and madrasa. This study has also reaffirms that Minangkabau surau and madrasah are not lost or will be lost in Minangkabau, West Sumatra Indonesia.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengetahuan siswa SMP pada materi pendidikan agama Islam dan kesadaran sosial dari komunitas aktivis sosial religius minangkabau. Subyek pendidikan Islam adalah materi al-Quran, al-Hadits, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah dan bahasa Arab. Metode penelitian adalah penelitian berbasis komunitas (community based research). Langkah-langkah umum CBR adalah siklus dalam empat tahap: meletakkan fondasi, perencanaan, pengumpulan / analisis informasi dan tindakan untuk menemukan. Penelitian ini melibatkan siswa SMP dan komunitas aktivis sosial keagamaan minangkabau. Studi ini menemukan bahwa para siswa ini memiliki pengetahuan agama Islam yang buruk dalam tujuh materi. Para aktivis sosial keagamaan minangkabau memiliki kesadaran sosial yang tinggi ketika kegiatan memperkuat pendidikan formal dengan pendidikan non-formal Islam dilakukan. Studi ini juga memberikan rekomendasi tentang perlunya untuk lebih lanjut menemukan tindakan untuk pengembangan madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) dengan mengeksplorasi nilai-nilai minangkabau. Temuan penelitian ini telah mengimplikasikan bahwa penelitian ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menghentikan "fase diam atau lari perlahan" surau dan madrasah minangkabau. Penelitian ini juga menegaskan bahwa surau dan madrasah minangkabau tidak hilang atau akan hilang di minangkabau, Sumatera Barat Indonesia.  How to Cite : Haviz, M. Afwadi. Kasmuri. Maris. I. M., Hanif, A., Trisoni, R., Effendi, Y. (2019).  Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 10-22. doi:10.15408/tjems.v6i1.8657.
Contemplation-based Learning: An Effective Learning Model for Serving Science and Self-Knowledge Integration Rina Delfita; Ridwal Trisoni; Andrizal Andrizal; Aidhya Irhash Putra; Adripen Adripen
AT-TA'LIM Vol 27, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.831 KB) | DOI: 10.15548/jt.v27i1.586

Abstract

The study aims to produce feasible a contemplation-based learning model based on the aspect of validity and practicality for Biology prospective teachers. Research and development (RD) using ADDIE model was used where the participants in this study were three Biology Education lecturers, three experts, and 35 students who enroll at first semester at Biology Education department in Batusangkar State Islamic Institute (IAIN) as experimental subjects. The instruments used is observation, interview and questionnaire. Means and standard deviations were calculated for finding the level of validity and practicality of the prototype. The results showed that contemplation-based biology learning model meet the characteristics of the learning model and characteristic of contemplation. The contemplative approaches used through deep reading essays and paid attention to figures related to the subject matter of General Biology courses. The values cultivated are values contained in the subject matter. The values that contained in the material are islamic values, it is alasma’ ul husna. The contemplation-based learning model developed is feasible to be applied in the biology classroom with the most valid and very practical category. Thus, the contemplation-based learning model is a solution for overcoming the gap of serving science with self-knowledge and is an alternative learning model to integrate science and religion at Biology Education Department.
Problematika Pelajaran Virtual Masa Covid-19 pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Desmayulinda Desmayulinda; Ridwal Trisoni; Lita Sari Muchlis
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 10, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v10i1.4376

Abstract

AbstrakTujuan penelitian mengidentifikasi serta mendapatkan informasi mengenai dampak dari pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran daring aqidah Akhlak di MTsN I Kota Sawahlunto. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan case study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 berdampak pembelajaran secara daring. Peserta memiliki tingkat pemahaman berbeda, sulitnya akses internet dan merasa jenuh selama proses pembelajaran. Pembelajaran daring dilaksanakan kurang efektif dilaksanakan. Selain adanya faktor yang mendukung dalam pembelajaran daring terdapat juga beberapa faktor penghambat guru dalam pembelajaran daring yaitu belum semua peserta didik memiliki handphone dan masih banyak orang tua sibuk bekerja. Maka untuk meningkatkan kemampuan peserta didik pembelajaran daring ada tiga tahapan yaitu: Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Solusi menyelesaikan permasalahan adalah pertama meningkatkan kompetensi guru menggunakan teknologi, kedua memberikan tugas peserta didik secara kelompok atau individual, ketiga mengadakan penyuluhan kepada wali murid pentingnya android, keempat memberikan pengertian kepada orang tua tentang pentingnya kerja sama orang tua dan peserta didik.AbstractThe purpose of the study was to identify and obtain information about the impact of the Covid-19 pandemic on the online learning process of Akhlak Aqeedah at MTsN I Sawahlunto City. The method used in descriptive qualitative research with a case study approach. The results of this study indicate that the COVID-19 pandemic has an impact on online learning. Participants have different levels of understanding, difficulty accessing the internet and feel bored during the learning process. Online learning is implemented less effectively. In addition to the factors that support online learning, there are also several inhibiting factors for teachers in online learning, namely not all students have cellphones and there are still many parents who are busy working. So to improve the ability of online learning students there are three stages, namely: planning, implementation and evaluation. The solution to solving the problem is first to increase teacher competence using technology, secondly to give children assignments in groups or individually, thirdly to provide counseling to parents about the importance of android, fourthly to provide understanding to parents about the importance of parent-student cooperation.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MELALUI KEGIATAN OUTBOUND UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA Rini Yulitri; Wela Okta Putri; Ridwal Trisoni; Emeliya Hardi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.825 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i1.33-40

Abstract

This research is motivated by the lack of optimal capacity for collaboration between children. One of the ways to improve the ability of child collaboration is by the Application of the Teams Games Tournament Cooperative Learning Model (TGT) through Outbound Activities. This study aims to determine the Application of the Cooperative Learning Model Type Teams Games Tournament (TGT) Through Outbound Activities Can Increase the Ability of Cooperation in the Kindergarten of Kasih IbuKoto Bangun. This study uses a quantitative approach with experimental methods, pre-experimental research design with type one group pretest-posttest design. The population of this study was all children in in the Kindergarten of Loving Mother Koto Bangun. Consists of 1 class with 10 children. The sampling technique is sampling saturation, namely children in group B, which amounted to 10 children. Data collection techniques used are observation and documentation. Based on the results of data analysis, the average pretest obtained is 32.6 and the average posttest results are 43.3. The results of the study show that the hypothesis is accepted with a significant level of 5%. Thus, there is a significant difference between pretest and posttest after treatment. Then the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected, meaning that the Application of the Cooperative Learning Model Type Teams Games Tournament (TGT) through Outbound Activities can Improve the Collaborative Ability in the Kindergarten of Kasih IbuKoto Bangun.
PERUBAHAN UNDANG-UNDANG SITEM PENDIDIKAN NASIONAL DARI DULU HINGGA KINI SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKKAN ISLAM Anisa Rahma Nada; Tugiah; Ridwal Trisoni
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 5 No 3 (2022): PAPATUNG Volume 5 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v5i3.650

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu serta untuk menjawab relevansi tuntutan zaman dalam perkembangan pedidikan. Indonesia telah mengalami perubahaan UU Sistem Pendidikan Nasional. Perubahan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan undang-undang dalam bidang ppendidikan. Peruma bahan ini dimulai sejak UU No. 4 Tahun 1950 dan UU No. 12 Tahun 1954, tentang Dasar –Dasar Pendidikan dan Pengajaran Sekolah di seluruh Indonesia, selanjutnya diikuti dengan lahirnya Undang-Undang No.2 Tahun 1989 tentang Siotem Pendidikan Nasional, Undang-Undang ini secara subtansi mmengubah dasar pendidikan Indonesia yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pada perkembangan berikutnya sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk perbaika pendidikan Indonesia serta masih kurang relevannya UU No 2 Tahun 1989 untuk itu diganti dengan UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang ini lebih menekankan bahwasanya penyelenggaraan pendidikan harus dilaksanakan secara demokratis dan berkeaadilan, tidak deskriminatif serta menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, kultur dan kemajemukan bangsa. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sitem Pendidikan Nasional ini dalam Bab XVII Bagian Ketiga, Pasal 61 memuat ketentuan tentang srtifikaasi yang selanjutnya diperkuat oleh UU No.14 Tahun 2005 tentang Sertifikasi Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan telah terlaksanak dan terintegrasi dalam Sistem Pendidikan Nasional yang diatur oleh UU No. 20 Tahun 2003. Dengan demikian seluruh komponen yang terlibat dalam lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dapat memanfaatkan regulasi ini untuk membuka peluang peningkatan mutu pendidikan secara umum serta mutu pendidikan Islam secara khusus.
KONSTRIBUSI KETERAMPILAN 4C TERHADAP PROJEK PENGUATAN PROPIL PELAJAR PANCASILA PADA KURIKULUM MERDEKA Anton dan Ridwal Trisoni
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.4008

Abstract

Saat ini disekolah kurang maksimal pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar pancasila disinkat dengan P5 pada kurikulum merdeka yang mana pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar masih terpusat kepada guru dan dengan keterampilan 4C akan menjadikan proses belajar mengajar menjadi terpusat kepada sisiwa dan berkarakter. Pada penlitian ini peneliti perlu menkaji lebih dalam tentang konstribusi keterampilan 4C dalam pelaksanaan P5 pada kurikulum merdeka sehingga siswa akan memilki keterampilan bekerja sama , keterampilan kreatifitas, keterampilan berpikir kritis dan mampu berkomunikasi dengan baik sehingga meningkatkan akhlak atau karakter siswa tersebut. Peneliti mengunakan metode kepustakaan dengan cara dikumpulkan bahan bacaan yang relevan sesuai dengan masalah peneliti dan menghasilkan temuan peneliti. Dengan 4C pada pelaksanaan P5 peserta didik bisa menghasil peserta didik akan berkualitas apabila peserta didik cepat memahami apa yang disampaikan pendidik dan teman – teman sekelompok kerja dengan cara komunikasi, karakter gotong – royong bisa terbentuk pada peserta didik dengan kerja sama sehinga melahir peserta didik yang tidak mementingkan diri sendiri. menhasil siswa yang beroikir kritis, berinovasi dan kreativitas. Jadi dengan 4C pada pelaksanaan P5 peserta didik bisa menjadi jawaban dari tantangan abad 21 dan 4C bisa memberi konstribusi pada pelaksanaan P5 pada kurikulum merdeka. Kata Kunci : Keterampilan 4C, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka
Manajemen Kepala Sekolah Dalam Membangun Budaya Religius Di SMPN 25 Kerinci Ridwal Trisoni; Devy Aisyah; Khairal Jailani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3408

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMPN 25 Kerinci. Dalam rangka mewujudkan terbentuknya budaya religius di SMPN 25 Kerinci dengan harapan bisa untuk mencapai tujuan pendidikan yakni membentuk akhlak peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (qualitative research) dengan tujuan untuk mendapatkan data-data melalui studi lapangan yang bisa dikumpulkan. Jenis penelitian ini yaitu studi kasus dengan maksud membahas tentang manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMPN 25 Kerinci. metode pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu 1) observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi. Dari ketiga data yang dikumpulkan oleh peneliti, dapat dianalisis guna untuk mendapatkan temuan dari penelitian, hal ini dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data serta menarik kesimpulan. Dari penelitian yang peneliti lakukan di lapangan diketahui bahwa manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMPN 25 Kerinci. Pertama, melaksanakan perencanaan. Kedua, melakukan pengorganisasian, Ketiga melakukan pelaksanaan, Keempat, yaitu melakukan evaluasi. Hal ini terbukti dari data yang peneliti peroleh di lapangan. Peneliti memperoleh data dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, TU, Siswa dan orang Tuan Siswa SMPN 25 Kerinci dan bukti berupa dokumentasi berupa photo kegiatan yang dilaksanakan.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM MEWUJUDKAN KUALITAS PENDIDIKAN RIDWAL TRISONI
Ta'dib Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v14i2.205

Abstract

Teacher plays strategic roles in realizing qualified human resources. Any attempts made in improving human resources quality without involving teacher will end in difficulties since the teacher is the key persons in determining the quality of education. Consequently, teachers are expected to have professionalism by mastering such competencies as pedagogic, professional, social and personal. To ensure the mastery of those competencies, various programs need to carry out. Among the programs are: teacher’s professional improvement must be started from teacher’s training institution (LPTK), by sending teachers higher level, in-service training, and educational supervision.Kata kunci: profesionalisme, guru, kualitas
STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN-TUJUAN AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM RIDWAL TRISONI
Ta'dib Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v12i2.163

Abstract

The teaching of Islamic education school/madrasah still faces some problems up to present. Among the problems are: Learning orientation still emphasizes cognitive aspect, cooperation between teachers of Islamic education subject and other teachers has not been well developed, methods of learning tends to be monotonous, and the like. As a result, the goals of Islamic education subject which should focus more on affective aspects seems to be ignored. Consequently, many students know much about Islamic education subject but they know very little about the implementation in real life. In order that the affective goal of Islamic education subject can be realized, various strategies are urgently reeded. Among those strategies, beside teaching the subject in isolated way, integrating to all subjects, creating religions atmosphere within the schools/madrasah, and societies are highly recomm ended onesKata kunci: strategi, afektif, nilai, ahklak