Abu Dzar Al-Gifari
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

تأثير موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليماني على قدرة التحدث باللغة العربية تجريد البحث Abu Dzar Al-Gifari
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 2 (2018): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i2.7126

Abstract

قدم الباحث في هذه الرسالة تأثير موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى علي قدرة التحدث باللغة العربية العام 2018. وأهداف هذا البحث هي لمعرفة موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى، ولمعرفة قدرة الطلاب على التحدث باللغة العربية في معهد الشيخ حسن اليماني، ولمعرفة تأثير موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليماني على قدرة التحدث باللغة العربية.نوع هذا البحث هو بحث ميدني كمي، المجموع الكلى في هذ البحث جميع طلاب معهد الشيخ حسن اليمانى العام 2018. وأما الطريقة المستعملة في أخذ العينة النموذجية هي الملاحظة، والإستطلاع والوثيقة. ولذلك في هذا البحث، قام الباحث بأخذ العينات من الطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى بلغ مجموعها 40 طالبا، وطريقة تحليل البيانات هي تحليل الإحصاء الوصْفي وتحليل الاستدلالي.نتائج موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى في المسافة 40-43 بتردد من 10 ونسبة  %25 دخلت في فئة منخفضة. وفي المسافة 44-47 بتردد من 30 ونسبة % 75  دخلت في فئة مرتفع. وأما نتائج قدرة الطلاب علي التحدث باللغة العربية في المسافة 73-78 بتردد من 4 ونسبة  %10 دخلت في فئة منخفضة جدا. وفي المسافة 79-84 بتردد من 20 ونسبة  %50 دخلت في فئة منخفضة. وفي المسافة 85-90 بتردد من 11 ونسبة  % 27،5  دخلت من فئة كافا. وفي المسافة 91-96 بتردد من 5 ونسبة  % 12،5  دخلت في فئة كافا جدا. وفي إختبار الأحصاء الإستدلالي فيعرف r hitung  أكبر من r tabel 0,996>0,320 و Ho مردود و Ha   مقبول. فالإستنتاج أن موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى لها تأثير إجابي على قدرتهم في التحدث باللغة العربية في مستوى جيد جدا. لذلك يحتاج الطلاب إلى إتخاذ موقف إيجابي والقيام بوظائفهم بحيث تنمو الإرادة في التطوير والحفاظ على اللغة العربية. 
Al-‘Adad wa al-Ma’dūd Abu Dzar al-Gifari
Shaut al Arabiyyah Vol 7 No 1 (2019): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v7i1.9779

Abstract

Al-‘Adad adalah sesuatu yang menunjukkan terhadap hitungan atau bilangan, al-‘Adad ada dua macam yaitu Al-‘Adad al-Aṣlī yaitu apa yang menunjukkan terhadap jumlah sesuatu yang dihitung. Al-‘adad al-aṣlīada empat jenis yaitu Mufrad, mencakup bilangan dari واحد sampai عشرة, termasuk juga المئة, الألف, dan yang serupa seperti المليون dan المليار, Murakkab, mencakup bilangan dari أحدعشر sampai تسعةعشر, ‘Uqūd, yaitu bilangan عشرون, ثلاثونsampai تسعون, Ma’ṭūf, dari واحدوعشرون hingga تسعة و تسعون. Sedangkan Al-‘Adad al-Tartībī yaitu apa yang menunjukkan bilangan bertingkat. Al-‘Adad al-Tartībī ada empat jenis juga yaitu Mufrad, dari أول sampai عاشر, Murakkab, dari حادىعشر sampai تاسععشر, ‘Uqūd, yaitu عشرون sampai تسعون, dan mengikut juga المئة, الألف, المليون dan المليار, Ma’ṭūf, dari حادوعشرون sampai تاسعوتسعون. Selain bilangan ada juga kata dalam bahasa Arab, tidak menyebut bilangan tapi maknanya seperti bilangan.     
التمييز Abu Dzar Al-gifari
Shaut al Arabiyyah Vol 7 No 2 (2019): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH (IN PRESS)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v7i2.11289

Abstract

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka penulis dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut : Pertama amyīz yaitu isim nakīrah yang dinasabkan untuk menjelaskan maksud kalimat terdahulu yang diragukan maksudnya. Atau dengan arti yang lain, setiap isim nakirah yang mengandung makna  من(min) untuk menjelaskan kata yang sebelumnya secara umum. Tamyīz merupakan isim mansub yang menjelaskan kata-kata benda yang masih samar-samar pengertiannya dan yang menashabkannya adalah kata-kata yang sebelumnya berupa fi’il atau ‘adad (kata bilangan, atau kata-kata miqdar (ukuran, timbangan, takaran dan lain). Kedua Tamyiz terbagi dua bagian, yaitu : (a)Tamyīz mufrad atau zāt, yaitu tamyīz yang menghilangkan kesamaran kalimah isim sebelumnya yang menunjukkan ukuran dan hitungan. Dengan kata lain, tamyīz zāt merupakan kalimat yang menjelaskan isim mubham yang diucapkan/dilafazkan. (b)Tamyīz nisbah atau jumlah, yaitu tamyīz yang menghilangkan kesamaran nisbah dalam jumlah. Dengan kata lain, tamyīz nisbah merupakan isim nakirah yang memperjelas suatu jumlah yang masih samar nisbahnya. Adapun syarat-syarat tamyīz sebagai berikut : (1)Tamyiz harus berupa isim nakirah, (2) Keadaan kalimatnya harus sempurna.
Fa’il dan Na’ibul Fa’il Abu Dzar Al-gifari
Shaut al Arabiyyah Vol 8 No 2 (2020): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v8i2.17787

Abstract

Keterangan fa’il terdiri dari tiga bagian yang pertama fa’il tidak harus terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya, kedua apabila fa’il terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya, maka  untuk fa’il yang muannats, fi’ilnya boleh berbentuk mufrad muannats atau mufrad mudzakkar, ketiga apabila fa’ilnya berupa jamak taksir, maka fi’ilnya boleh berbentuk mufrad  mudzakkar atau mufrad muannats. Berbeda dengan na’ibul fa’il di jelaskan menjadi tiga bagian yaitu pertama ketentuan na’ibul fa’il  mirip dengan ketentuan yang ada pada fa’il, kedua na’ibul fa’il  tidak harus terletak secara langsung dibelakang fi’lnya, ketiga apabila na’ibul fa’il tidak terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya,  maka untuk  na’ibul  fa’il yang muannats, fi’ilnya boleh mufrad muannats  atau mufrad mudzakkar dan keempat apabila na’ibul fa’ilnya berupa jamak taksir, maka fi’ilnya  boleh berbentuk mufrad mudzakkar atau mufrad muannats.
الحا ل ( النكرة بعد الجملة , الثلاثة الحال اركان ,يفه تعر ) Abu Dzar Al-gifari; Muhammad Napis Djuaeni
Shaut al Arabiyyah Vol 9 No 2 (2021): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v9i2.25238

Abstract

Al-Hāl merupakan salah satu pembahasan dalam kaidah bahasa Arab yang dalam bahasa Indonesia sama dengan keterangan keadaan. Dalam kaidah bahasa Arab al-Hāl merupakan al-ism al-manshūb yang memberikan keterangan keadaan yang samar, dan a­l-Hāl tidak akan terjadi kecuali dengan al-ism al-nakirah dan tidak pula terjadi kecuali sesudah kalam sempurna, yakni, al-Hāl itu tidak terjadi pada pertengahan kalam dan tidak terjadi Shāhib al-hāl (pelaku al-hāl) kecuali harus al-ism al-ma’rifah dan adapun syarat-syarat al-Hāl itu ada tiga macam, yaitu: hendaknya al-Hāl dengan al-ism al-nakirah, hendaknya al-Hāl sesudah kalam sempurna, Shāhib al-Hāl (pelaku al-hāl) hendaknya al-ism al-ma’rifah. Rukun al-Hāl ada tiga yaitu: al-Hāl, Shāhib al-Hāl (pelaku al-hāl), Āmil.          
Nakirah dan Ma‘Rifah Fii Al-Qur’an Abu Dzar Al-gifari
Shaut al Arabiyyah Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v10i1.29432

Abstract

Nakirah adalah isim yang masih asli, umum, tidak tertentu, dan tidak khusus, dan bersinonim dengan kata umum dalam bahasa Indonesia. Sedangkan isim Ma'rifah adalah isim yang menunjukkan pada sesuatu yang tertentu dan dapat langsung diketahui maksudnya, yang diistilahkan dalam bahasa Indonesia adalah kata khusus. Adapun isim nakirah terbagi dua, yaitu: (1) isim yang bisa menerima alif dan lam (ال) dan (2) isim yang tidak bisa menerima alif dan lam; sedangkan Isim ma'rifah terbagi kepada tujuh bagian, yaitu: (1) isim dhamir (kata ganti), (2) isim ‘alam (kata benda), (3) isim isyarah (kata tunjuk), (4) isim maushub (kata sambung), (5) isim ma'rifah dengan alif dan lam (ال), (6) al-Mud}af pada isim ma'rifah, dan (7) munabdab (kata panggil). Di antara pembagian ma'rifah tersebut, maka yang paling ma'rifah adalah isim dhamir.
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR FIKIH PESERTA DIDIK DI MTS NEGERI GOWA Abu Dzar Al-gifari
Inspiratif Pendidikan Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INSPIRATIF PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v11i2.32565

Abstract

Hasil belajar Fikih yang diajar tanpa menggunakan Model pembelajaran Cooperative Tipe Student Facilitator and Explaining di MTs Negeri Gowa mengalami peningkatan, yaitu nilai pretest adalah 73,75 dan nilai postest adalah 86,66, hasil yang kedua adalah belajar Fikih yang diajar menggunakan Model pembelajaran Cooperative Tipe Student Facilitator and Explaining di MTs Negeri Gowa mengalami peningkatan, yaitu nilai pretest adalah 80 dan nilai postest adalah 91, kemudian pengaruh hasil belajar Fikih pada penerapan model pembelajaran Cooperative Tipe Student Facilitator and Explaining di MTs Negeri Gowa Kab. Gowa berdasarkan hasil perhitungan SPSS di peroleh nilai thitung > ttabel yaitu 2,003 > 1,71. Maka kesimpulan yang diambil adalah H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat perbedaan hasil belajar Fikih yang diajar dengan menggunakan model Cooperative Tipe Student Facilitator and Explaining di MTs Negeri Gowa. Implikasi dari penelitian ini bagi peserta didik di MTs Negeri Gowa di harapkan hasil belajarnya dapat di pertahankan dan di tingkatkan sehingga Model pembelajaran Cooperative Tipe Student Facilitator and Explaining dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam proses belajar mengajar. Untuk menambah wawasan keilmuan peneliti tentang model Student Facilitator and Explaining dan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk melaksanakan penelitian selanjutnya.