Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Mengintegrasikan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI Zakaria Zakaria
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 02 (2020): Dirasah Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis dan kreatif merupakan perwujudan dari keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berpikir kritis menuntut individu untuk menganalisa dan menilai pemikiran dengan sebuah pandangan guna memperbaiki pemikiran yang didasarkan pada sebuah tujuan. Sedangkan kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang menyebabkan seorang individu dapat melahirkan suatu ide atau gagasan baru atau gagasan kreatif mengenai sesuatu hal. Baik berpikir kritis maupun kreatif sangat penting dikembangkan pada siswa SD/MI, sebab dalam pembelajaran tersebut siswa dituntut untuk mengalisis suatu gagasan dan berpikir secara kritis dan objektif tentang suatu masalah dan menyajikan argumen yang dibangun dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara komprehensif tentang penerapan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD/MI. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada tingkat pendidikan dasar. .
ANALISIS KEBIJAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DASAR DI ERA INDUSTRI 4.0 Zakaria Zakaria
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 1 (2021): Dirasah : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bangsa yang kaya akan budayanya, Indonesia dikenal sebagai negara dengan karakter yang baik. Sopan santun, menghargai antar sesama, gotong-royong, toleransi dan lain sebagainya merupakan beberapa contoh yang melekat pada jati diri bangsa Indonesia sejak dahulu. Namun perkembangan zaman yang semakin pesat, pertumbuhan teknologi digital, dimana dunia memasuki sebuah era yang disebut Industri 4.0 agaknya karakter bangsa Indonesia semakin menurun. Tulisan ini bertujuan menganalisis kebijakan pemerintah mengenai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di era industri 4.0. Kebijakan tersebut yang tertuang dalam program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dianalisa mengenai dasar hukum, peraturan-peraturan lain yang mendukung kebijakan tersebut, masalah atau kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut terkait peningkatan mutu pendidikan dasar di era industri 4.0 serta solusi yang dikira tepat dalam menyelesaikan mutu pendidikan dasar. Sumber data dalam penelitian ini adalah peraturan-peraturan pemerintah tentang kebijakan penguatan pendidikan karakter (ppk) dan kebijakan-kebijakan lainnya yang yang relevan dalam kurun 10 tahun terakhir serta jurnal dan buku yang terkait dengan penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
KECAKAPAN ABAD 21 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DASAR MASA PANDEMI COVID-19 Zakaria Zakaria
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 2 (2021): Dirasah : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease (Covid-19) yang melanda diberbagai penjuru negara membawa dampak yang signifikan, terutama dalam dunia pendidikan. Penerapan pembelajaran secara daring yang berjalan selama satu setengah tahun telah merubah aktivitas guru dan siswa dalam penbelajaran, seperti media, metode, serta penilaian dan evaluasi mulai pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Salah satu pembelajaran yang diterapkan meski masa pandemi yaitu kecakapan abad 21 bagi jenjang SD/MI. Tulisan ini bertujuan menganalisis penerapan pembelajaran kecakapan abad 21 yang meliputi keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (criticial thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration) atau yang dikenal dengan 4C masa pandemi covid-19 pada jenjang SD/MI.
Literasi Kesehatan: Peluang Pembelajaran Sekolah Dasar dalam Mitigasi Covid-19 Zakaria Zakaria
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2022): dirasah: Jurnal pemikiran pendidikan dasar islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v5i1.311

Abstract

Penyebaran COVID-19 nampaknya belum menunjukkan indikasi berakhir. Dunia pendidikan sebagai sektor yang paling terdampak pandemi ini mengalami beberapa masalah, salah satunya pemahaman siswa terhadap informasi-informasi terkait kesehatan dan cara penanggulangan bahaya yang disebabkan oleh virus tersebut. Pembelajaran dari rumah (daring) maupun tatap muka memberi peluang bagi peserta didik untuk meningkatkan pemahaman literasi kesehatan. Tulisan ini bertujuan untuk menginvestigasi tentang peluang pembelajaran literasi kesehatan disekolah dasar sebagai upaya mitigasi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Peneliti mengumpulkan informasi-informasi literasi kesehatan melalui jurnal ilmiah terakreditasi dan bereputasi, peraturan-peraturan, serta buku teks. Sumber data tersebut dianalisis secara kritis untuk mendapatkan informasi komprehensif mengenai peluang pembelajaran litearsi kesehatan dalam mitigasi covid-19 pada peserta didik sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran literasi kesehatan perlu dilakukan dan ditingkatkkan dalam pembelajaran baik daring maupun tatap muka dalam mengurangi bahaya covid-19. Model pembelajaran yang dapat diterapkan dengan mengadopsi serta mensistesis gerakan literasi sekolah yang digalakkan pemerintah melalui tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran dalam konteks literasi kesehatan.
INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SD/MI Zakaria Zakaria
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2022): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v5i2.405

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang berawal dari pemberian satu tema/topik tertentu yang dielaborasi berdasarkan aspek perspektif mata pelajaran disekolah dan pembelajaran ini diterapkan pada kelas awal. Gagasan pengembangan pendidikan dengan mengintegrasikan kearifan lokal (local wisdom) berpedoman bahwa setiap masyarakat memiliki strategi yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu strategi mengenalkan budaya atau kearifan lokal masyarakat diIndonesia yaitu dengan mengintegrasikan muatan-muatan nilai kearifan lokal dalam pembelajaran. Tulisan ini bertujuan untuk utuk memperoleh gambaran serta penjelasan secara komprehensif tentang integrasi nilai kearifan lokal pada pembelajaran tematik SD/MI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis konten/meta analisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontektual kepada siswa. Selain mampu meningkatkan minat belajar siswa, nilai kearifan lokal yang terintegrasi dalam pembelajaran tematik mampu menumbuhkan cinta terhadap tanah air. Strategi pembelajaran tematik bermuatan kearifan lokal harus tersu dikembangkan sebagai upaya guru mengenalkan budaya, menghargai perbedaan dan keberagaman bagi siswa.
PENERAPAN GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN (GSM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ECOLITERACY SISWA Hijrah Saputra; Zakaria Zakaria; Sri Murtiningsih
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2023): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v6i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) untuk meningkatkan kemampuan ecoliteracy siswa MI Al-Husna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian lapangan yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat dan metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman ecoliteracy setelah diterapkannya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di MI Al-Husna terlihat dari kebersihan di sekolah sudah sangat bersih. Siswa sudah memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan ketika jam istirahat. Selain itu, siswa sudah memiliki kesadaran untuk menanam pohon. Dalam penerapan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam meningkatkan kemampuan ecoliteracy di MI Al-Husna terdapat hal pendukung, yaitu: adanya kerjasama antara pihak sekolah, orang tua dan siswa dalam berkontribusi untuk melakukan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), guru-guru yang mumpuni dalam penerapan ecoliteracy, semangat guru dalam membangun ecoliteracy siswa, media untuk pembelajaran mudah dicari dan lingkungan belajar yang mendukung seperti lingkungan yang bersih, sejuk dan menyenangkan. Di samping itu juga terdapat kendala yang dihadapi, yaitu masih terdapat beberapa wali murid yang belum menyadari tugasnya dalam mensukseskan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan masih terdapat usia siswa yang masih sangat terbilang rendah, yang belum memiliki pemahaman seperti usia kelas tinggi..
ENGLISH FOR ISLAMIC PURPOSES: PENGEMBANGAN SILABUS PENGAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Zakaria Zakaria
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 4 No 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Pemikiran dan pendidikan Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan silabus bahasa Inggris untuk mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting diterapkan, sebab selama ini masih jarang ditemukan silabus bahasa Inggris yang materinya atau objek kajiannya terkait dengan isu-isu keislaman atau yang lebih dikenal English for Islamic Purposes. Selama ini para dosen hanya diberikan silabus bahasa Inggris yang bersifat umum yang harus diajarkan kepada mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam pada setiap semester. Oleh karena itu program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) membutuhkan sebuah silabus dengan tujuan khusus agar para mahasiswa memahami teks-teks tulis dan berbicara bahasa Inggris terkait dengan bidang studi mereka. Penelitian ini berupaya merancang sebuah silabus pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang materi atau isinya terkait tentang Islam.
PENDIDIKAN KECERDASAN SPIRITUAL PERSPEKTIF AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) Diana Safitri; Zakaria Zakaria; Ashabul Kahfi
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 1 (2023): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i1.467

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pandangan al-Ghazali terkait pendidikan kecerdasan spiritual. Selanjutnya penulis akan merelevansikannya dengan emosional spiritual quotient (ESQ). Memberikan pendidikan kecerdasan spiritual mesti dilakukan oleh para pendidik, di samping menuntaskan pendidikan pada ranah kognitif dan afektif peserta didik. Apabila tidak dilakukan maka pendidikan tidak akan mampu menghasilkan manusia yang sempurna. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Peneliti menelusuri tulisan Al-Ghazali serta sumber-sumber lain yang membangun gagasan-gagasan tentang pendidikan cerdas spiritual. Selanjutnya, penulis akan menganalisis data tersebut dengan pendekatan content analysis. Tulisan ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan kecerdasan spiritual perspektif al-Ghazali lebih mengarah kepada cerdas dalam beragama dan menekankan bagaimana mendidik hati ke dalam budi pekerti yang baik dan moral yang beradab. Relevansi pendidikan kecerdasan spiritual al-Ghazali dengan ESQ kontemporer terdapat pada sisi emotional, spriritual dan quontient. Di dalam konsep Emotional Spiritual Quotient (ESQ), semua manusia punya intelektual dan emosional, tapi kedua hal tersebut tidak sempurna kalau tidak disatukan dengan kecerdasan spriritual. Untuk mencapai atau memperoleh kecerdasan spriritual manusia memerlukan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional untuk menerapkan prinsip-prinsip tauhid secara tepat dan sempurna.