Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRISE

Identifikasi Hubungan Jangka Panjang Dan Analisis Keberadaan Rantai Pasok Di Agroindustri Kerupuk Singkong Dalam Rangka Mewujudkan Penganekaragaman Pangan Rini Dwi Astuti; Tatiek Koerniawati Anjani; Mirza Hardani
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.107 KB)

Abstract

Singkong merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karena mampu diolah menjadi banyak produk turunan. Salah satu produknya yaitu kerupuk singkong yang merupakan hasil olahan agroindustri yang terletak di kecamatan Junrejo – Batu. Pada agroindustri kerupuk singkong tersebut sudah memiliki saluran pemasaran yang terdiri dari petani – pemasok – agroindustri – distributor – pedagang sampai ke konsumen. Namun belum adanya ikatan kontrak antar rekan dagang membuat proses pemasokan bahan baku sampai pendistribusian produk sering kali terlambat. Padahal untuk bisa unggul ditengah persaingan produk yang serupa, diperlukan strategi yang dapat menghasil produk dengan kualitas baik, murah dan cepat tersedia (better, cheaper, faster). Salah satu strategi yang dapat menunjang penciptaan produk yang demikian adalah rantai pasok. Namun rantai pasok pada agroindustri, apalagi yang masih bersifat tradisional seperti agroindustri kerupuk singkong ini masih diragukan keberadaannya. Oleh karena itu untuk mengetahui keberadaan rantai pasok pada agroindustri kerupuk singkong, dapat dideteksi melalui hubungan jangka panjang yang terjalin antar rekan dagang. Hubungan jangka panjang tersebut meliputi 5 dimensi yaitu kepuasan, kepercayaan, komunikasi, ketergantungan, dan komitmen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan jangka panjang, dan menganalisis keberadaan rantai pasok pada agroindustri kerupuk singkong. Hasil penelitian diperoleh data bahwa dari kelima dimensi tersebut paling tinggi nilainya yaitu variabel komitmen (21,2%), kemudian ketergantungan menempati posisi kedua (20,4%), variabel komunikasi (20,3%), dan yang terakhir adalah variabel kpercayaan dan kepuasan yang masing - masing bernilai 18,3% dan 19,8%. Setelah diketahui hubungan jangka panjang yang terjadi antar rekan dagang pada saluran distribusi tersebut, kemudian digunakan perhitungan skala likert dengan bantuan program SPSS (compute dan record data). Dari perhitungan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pada saluran pemasaran di agroindustri kerupuk singkong sudah terdapat hubungan jangka panjang antar rekan dagangnnya, namun belum terdapat aliran rantai pasok (terdiri dari aliran barang, uang, dan informasi). Kata kunci: Rantai Pasok Agroindustri
Analisis Pendapatan Dan Penyerapan Tenaga Kerja Keluarga Petani Tatiek Koerniawati Andajani; Djoko Koestiono; Iman Yushendra
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.16 KB)

Abstract

Salah satu teknologi budidaya padi yang mampu menghemat penggunaan tenaga kerja adalah teknologi tanam benih langsung (tabela). Teknologi tabela menjadi alternatif inovasi yang strategis sebab selain menghemat alokasi tenaga kerja juga dapat menekan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menganalisis pendapatan rumah tangga petani padi sistem Tabela dan sistem Tapin, 2). Menganalisis penyerapan tenaga kerja keluarga petani padi sistem Tabela dan sistem Tapin. Dari hasil analisis diketahui bahwa pendapatan rumah tangga petani padi sistem Tabela dan sistem Tapin berbeda nyata. Hal ini disebabkan oleh petani padi sistem Tabela dapat mengalokasikan modal dan tenaga kerja pada kegiatan off farm dan non farm. Penyerapan tenaga kerja keluarga petani padi sistem Tapin juga berbeda nyata dengan penyerapan tenaga kerja keluarga petani padi sistem Tabela. Hal ini dikarenakan petani padi sistem Tabela berkesempatan mengalokasikan tenaga kerja dalam rumah tangga pada kegiatan kegiatan off farm dan non farm, sedangkan alokasi tenaga kerja dalam rumah tangga petani padi sistem Tapin masih dipusatkan pada kegiatan usahatani padi.   Kata Kunci: Pendapatan rumahtangga, tenaga kerja keluarga, sistem tanam tabela dan tapin