Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Daerah Potensi Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Danau Kastoba Pulau Bawean Indonesia Karimah Karimah; Adi Susilo; Eko Andi Suryo; Aunur Rofiq; Muhammad F.R. Hasan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 2 (2022): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i2.1414

Abstract

Kastoba Lake in Bawean Island Indonesia is a tourist attraction that has a level of vulnerability in landslide disasters. The landslides has been happen. From the large and small scale in the Kastoba Lake. Base on the problem, the landslides occured due to the field of derailment. According to the above statement, it was necessary to know the subsurface structure and the field of avalanche derailment in the kastoba lake area. This data was allowed by geophysical resistivity method which a dipole-dipole configuration with 4 measurement points. The acquisition of data was based on preliminary studies from the analysis of landslide vulnerability level maps (DEM Alos data processing) that have been done first. The results of lithological analysis with geoelectric resistivity methods in this research obtained three layers of subsurface structure, namely top soil (top layer) with a resistivity value of 7-110 Ωm, clay (middle layer) which was a resistivity value of 110-210 Ωm and lava (bottommost layer) which was a resistivity value of 210-357 Ωm. The field of gelincir in the research area was on the top layer of soil composed of weathering of rocks mixed with organic material or leaf/tree decay with an average depth of 7.25 meters. Thus, this research can be one of the parameters of landslide disaster mitigation in the development of geotourism in Kastoba Lake
Penyelidikan Zona Longsor dengan Metode Resistivitas dan Analisis Stabilitas Lereng untuk Mitigasi Bencana Tanah Longsor Muwardi Sutasoma; Adi Susilo; Eko Andi Suryo
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 7, No 1 (2017): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v7i1.8784

Abstract

Research using geoelectric resistivity dipole-dipole configuration and slope stability analysis has been done in the area Jawar, District Dampit to find out the sliding plane landslide, landslide direction and factor of safety. Tracks Retrieval of data by the method of geoelectric resistivity as much as 5 tracks with the direction of the southeast to the northwest three tracks with a length of 100 m - 200 m and southwest to northeast as many as two passes with a length of 200-300 m. While the slope stability analysis performed topographic map data retrieval and data collection sondir and boring. Based on the analysis of the lithology of the study area using resistivity geoelectric method shows three layers of soil is clay (the top layer), tuff (middle layer) and basalt and lava (bottom layer). sliding plane landslide area is in the boundary between the layers of clay and tuff (a depth of 10.5 m). Based on the results of data processing of 3D resistivity geoelectric, landslide direction is southeast. Safety factor value of the security research area based slope stability analysis is 1.015. This value indicates that this area is prone to landslides.
STUDI PERENCANAAN DESAIN TURAP BAJA DENGAN METODE FINITE ELEMENT DI BANTARAN SUNGAI JELARAI TANJUNG SELOR Yasinta Yati Nur Anbya; Eko Andi Suryo; As'ad Munawir
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3710.443 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.2.97-106.2015

Abstract

Bencana alam merupakan suatu kejadian yang diakibatkan oleh alam dan diperburuk oleh kurangnya perhatian dari manusia yang menghuni di bumi tentang kesadaran akan bencana, khususnya di Indonesia. Bencana alam pertama yang paling sering terjadi di Indonesia adalah banjir dan disusul oleh tanah longsor. Geoteknik merupakan dasar dari ilmu pengetahuan tentang tanah dan segala macam seluk beluk tanah beserta sifat sifat mekanik dan fisik dari tanah tersebut. Dengan diterapkannya geoteknik secara luas di masyarakat Indonesia, pastinya akan mengurangi dampak yang diakibatkan oleh tanah longsor yang merupakan salah satu bencana paling sering terjadi di Indonesia.Kegagalan struktur sheet pile di bantaran sungai sering kali terjadi karena lemahnya lapisan erosi yang melindungi struktur sheet pile tersebut. Semakin vertikal posisi sebuah struktur penahan tanah, harus dicatat bahwa arus sungai akan semakin tinggi dan mengerosi kaki bantaran sungai semakin cepat pula. Penelitian kali ini dilaksanakan karena bantaran sungai Jelarai Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara mengalami kegagalan sheet pile, sehingga diperlukan perbaikanmenyeluruh sepanjang bantaran sungai tersebut. Profil tanah yang didapatkan dari intrepetasi data CPT menyatakan bahwa rata-rata tanah di bantaran sungai Jelarai adalah pasir dan pasir berlanau dengan lapisan pasir berlanau sekitar 5-10m dari permukaan tanah dilanjutkan dengan pasir. Ditambah dengan arus sungaiyang setiap hari pasang surut dengan kecepatan yang tinggi, maka kaki bantaran sungai menjadi mudah tererosi. Dalam desain perkuatan sheet pile terdahulu, bantaran sungai hanya diperkuat dengan sheet pile dan tidak dilindungi oleh lapisan kontrol erosi, sehingga tanah pasir yang dominan pada bantaran sungai Jelarailebih mudah tergerus arus sungai. Dalam penelitian kali ini pula dibahas perencanaan struktur sheet pile yang memenuhi syarat kekuatan (strength) dan berkelanjutan (sustainable). Untuk syarat kekuatan, diperlukan kontrol faktor keamanan, perpindahan tanah, lendutan sheet pile, tegangan tanah rata-rata, dan momen lentursheet pile. Sedangkan untuk syarat berkelanjutan diperlukan kontrol penanaman vegetasi dan penggunaan material-material yang ramah lingkungan. Perbaikan bantaran yang direncanakan meliputi pemasangan sheet pile, pemasangan lapisan kontrol erosi yaitu riprap, dan penanaman tanaman yang sesuai dengan komoditi yang mudah ditemukan di Kabupaten Bulungan. Pada penelitian kali ini, perangkat lunak yang digunakan adalah Plaxis yang terkenal sebagai perangkat lunak yang mampu memberikan output visual yang mudah sehingga analisa selanjutnya bisa terlaksana dengan mudah pula. Dalam beberapa literatur terdahulu tentang analisa stabilitas sheet pile, kebanyakan analisa hanya menggunakan cara perhitungan manual sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk trial-error metode-metode yang telah lama dipergunakan untuk analisa stabilitas sheet pile. Sehungga dengan dipergunakannya dua perangkat lunak terbaru kali ini akan mendapatkan hasil analisa yang akurat.Kata kunci : Intrepetasi CPT, Sheet pile, FEM, Plaxis, Riprap.
3D Modelling of Geoelectrical Resistivity Data to Determine the Direction of Landslides in Kastoba Lake, Bawean Island, Indonesia Karimah Karimah; Adi Susilo; Eko Andi Suryo; Aunur Rofiq; Muhammad F.R. Hasan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 3 (2022): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i3.1714

Abstract

Landslides are one of the factors caused by subsurface structures that are not compact, and have low density or resistivity values due to changes in groundwater. Rainwater that infiltrates into the ground will reach to an impermeable layer which is identified as a slip plane. This research was conducted in the Kastoba Lake area, Bawean Island, Indonesia. The purpose of this study is to determine the slip plane and the direction of the landslide in the studied area. Data acquisition was carried out based on a preliminary study of residual anomaly contour analysis from gravity data, then geoelectric data acquisition was carried out in the studied area. The results of lithological analysis on 3D geoelectric resistivity modeling in this study obtained three layers of subsurface structures, namely topsoil, clay, and lavas. The slip plane of the study area is above the clay layer (7.25 meters depth). The results of the 3D interpretation indicated that the direction of the landslide was towards the north, as evidenced by the existence of public information that the area studied had landslides with the avalanche direction towards the north.  For further analysis, a factor of safety analysis is needed based on the analysis of the bore hole drilling method in the studied area
Compilation of Parameter Control for Mapping the Potential Landslide Areas P. A. Maha Agung; M. F. Rouf Hasan; Adi Susilo; Mustaffa A. Ahmad; Mohd. J. Bin Ahmad; U. A. Abdurrahman; A. T. Sudjianto; Eko Andi Suryo
Civil Engineering Journal Vol 9, No 4 (2023): April
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2023-09-04-016

Abstract

Batu Tourism City is located in a mountainous area, so based on information from the BNPB, it has quite a large potential for landslides. Landslide hazards can frequently disrupt public traffic due to road cuts. Landslide mapping digitally will contribute to handling and mitigation activities since the database can be updated in real time to anticipate landslide hazards. This study aims to map landslide-prone areas located in the Payung zone, Songgokerto Village, and Batu City. Landslide areas can be determined by mapping analysis using GIS software. GIS can determine the classification level for a landslide susceptible area. Some input data that will influence landslides, such as rainfall, wind, earthquakes, etc., was collected as the control parameters. All parts of the study area could be classified as areas with minor, medium, and major potential for landslides. Primary data are collected from geo-surveying (aerial images) using drone devices for interpretation of landslide susceptibility areas, geophysical to identify the type of soil or rock layers that completed their behavior, and slip planes as well using geo-electric, geotechnical engineering to predict slope stability with the correlation from cone penetration test (CPT) data, and geo-hydraulic to observe the rainfall and the catchment area model using the available secondary data. Geometrically, measurement data found that the average slope angle at the upper and lower of the East Java Province highway is around 40–50o. Studies from geophysical data identified that the hilly terrain in the object study area has been dominated by the weathered rock layer. Geotechnical data obtained shows the soil layers at the slope location will be stable with the water content under 35% during the dry season and may become unstable with the water content reaching over 50% due to the increase in saturation during the rainy season. The landslide that occurred was more caused by seepage behavior from surface water flow towards the sloping plane, and then the safety factor during the rainy season reached the critical values at SF = 0.58. During the dry season, the unsaturated process due to the temperature change generates a safety factor (SF) of more than 1.2. The compilation data produced maps of susceptible landslides and surface flow distribution. Doi: 10.28991/CEJ-2023-09-04-016 Full Text: PDF
Analisis Teknik Percepatan Penjadwalan Konstruksi: Studi Kasus Simulasi Monte Carlo Puskesmas Pogalan di Jawa Timur, Indonesia Achmad Yustofi; Wisnumurti Wisnumurti; Eko Andi Suryo
SPEJ (Science and Physic Education Journal) Vol 6 No 2 (2023): SPEJ (Science and Physic Education Journal)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/spej.v6i2.5859

Abstract

Lateness is a common risk factors in construction projects that may result in additional costs and fines according to the project agreement. In order to meet the predetermined specifications and completion schedule, the contractor must carefully plan the project and sequence the work tasks to create a rational schedule. This study focuses on the use of probabilistic scheduling to overcome delayed construction projects, especially in the case of the Pogalan Health Center development project. The process involves data collection, network planning, identification of critical paths, implementation of overtime hours, and Monte Carlo Simulation using @RISK software. The simulation results show that the probability of completion of the Pogalan Health Center construction project within 161 days is 95%-99%, the probability of completion within 154 days is 2.5%-20%, and the optimal duration is 160 days with a probability of 75% based on the random number distribution. highest. However, accelerating the completion of the project will incur additional costs. For example, completing it within 154 days will require an additional fee of Rp. 25.160.080,00. Keyword: construction, monte carlo simulation, probability, project, schedule
Slope Stability Analysis of Alterated Dasit Rock on Ponorogo Pacitan Road Using Hoek-Brown Failure Criteria Retno Puspa Rini; Arief Rachmansyah; Eko Andi Suryo
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.03.10

Abstract

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PENERAPAN KNOWLEDGE SHARING PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI (STUDI KASUS PERUSAHAAN KONTRAKTOR X DI SURABAYA) Roy Markcellino; Eko Andi Suryo; Kartika Puspa Negara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dengan meningkatnya permintaan untuk layanan konstruksi dan ekspansi proyek infrastruktur. Persaingan bisnis yang ketat, baik dari perusahaan lokal maupun asing, mempengaruhi perusahaan konstruksi di Surabaya, sebuah kota dengan industri konstruksi yang berkembang pesat. Dalam menghadapi persaingan ini, perusahaan konstruksi harus berinovasi, meningkatkan kualitas dan hasil kinerja, serta memperhatikan budaya organisasi yang memengaruhi kebijakan dan kinerja karyawan. Berbagi pengetahuan adalah faktor penting dalam mengelola pengetahuan dan pengalaman di perusahaan konstruksi, namun masih menghadapi tantangan dalam menerapkan praktik berbagi pengetahuan. Penelitian ini melibatkan karyawan dari perusahaan konstruksi terkemuka di Surabaya sebagai responden, dengan menggunakan metode OCAI untuk menilai jenis budaya organisasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi tipe klan memiliki pengaruh positif terhadap pelaksanaan berbagi pengetahuan. Nilai berbagi pengetahuan meningkat sejalan dengan implementasi budaya organisasi yang diterapkan di perusahaan konstruksi tersebut.Kata Kunci : Budaya Organisasi, Berbagi Pengetahuan, OCAI
Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Perkuatan Double Row Pile dengan Variasi Diameter dan Jarak Antar Pile pada Ruas Jalan Nasional, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali Kamila Amalia; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat ketidakseimbangan gaya yang bekerja pada lereng ruas Jalan Nasional km 39+900, Baturiti, Tabanan, Bali, terjadi bencana longsor. Untuk menghindari terjadinya kembali kelongsoran pada lereng, diperlukan perkuatan, salah satunya dengan menggunakan pile sebanyak dua baris. Untuk mengetahui perkuatan yang optimum, diperlukan simulasi pemodelan akan pengaruh variasi diameter dan jarak pemasangan antar pile yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi diameter dan jarak antar pile baris kedua dalam sistem perkuatan pile dua baris. Diameter yang digunakan adalah 0,3 m; 0,4 m; 0,5 m dan jarak antar pile yang digunakan adalah S/D=3 (1,8 m); S/D=4 (2,4 m); S/D=5 (3 m); S/D=6 (3,6 m). Analisis dilakukan dengan bantuan program metode elemen hingga yaitu software PLAXIS 2D dan PLAXIS 3D untuk mengetahui angka keamanan lereng. Lereng dimodelkan sesuai dengan keadaan lapangan yang meliputi geometri lereng, lapisan tanah, dan parameter tanah. Pembebanan pada model lereng meliputi beban vertikal pada puncak lereng yang mewakili beban lalu lintas dan beban gempa. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan bahwa tipe keruntuhan lereng tanpa perkuatan adalah toe failure (keruntuhan pada kaki lereng). Variasi yang diterapkan pada baris kedua pile berpengaruh pada nilai angka keamanan pada lereng. Semakin besar diameter pile yang digunakan maka semakin besar nilai angka keamanan yang didapatkan. Analisis variasi jarak antar pile pada baris kedua memiliki hasil yang berbeda berdasarkan software yang digunakan. Pada PLAXIS 2D angka keamanan lereng semakin besar dengan mengecilnya jarak antar pile, namun tidak pada PLAXIS 3D karena adanya pengaruh soil arching antara pile baris pertama dengan pile baris kedua yang tidak terdeteksi pada PLAXIS 2D. Sistem perkuatan lereng menggunakan dua baris tiang berhasil meningkatkan nilai angka keamanan lereng hingga 36.174% (PLAXIS 2D) dan 34,393% (PLAXIS 3D) dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan. Peningkatan terbesar didapatkan dengan menggunakan variasi diameter 0,6 m dan jarak antar tiang S/D = 3 (1,8 m). Kata kunci : lereng, longsor, angka keamanan, perkuatan lereng, tiang
HAMBATAN PENERAPAN BERBAGI PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: PROYEK GEDUNG Y DI KOTA SURABAYA) Rizky Fahlevi; Kartika Puspa Negara; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi yang seringkali menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian serta membangun fisik negara yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat masih memiliki beberapa kendala atau hambatan dalam proses pelaksanaannya. Oleh karena itu, dilakukan sebuah sistem dari knowledge management yang bertujuan untuk memaksimalkan serta mengatasi hambatan yang dialami industri konstruksi. Dalam knowledge management itu sendiri terdapat salah satu bagian, yaitu knowledge sharing atau distribusi pengetahuan. Knowledge sharing berperan dalam penyebaran informasi terutama mengenai K3 untuk memastikan praktik dan prosedur keamanan tetap dilaksanakan, efektif, dan dapat dipahami. Pada penelitian ini dilakukan analisa untuk mengetahui hambatan dari penerapan knowledge sharing. Berdasarkan analisa menggunakan analisa mean atau rata-rata, terdapat tiga faktor yang memiliki nilai mean yang sama besar, yaitu 3,47. Faktor tersebut adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya berbagi pengetahuan tentang K3, pengetahuan yang terbatas dari masing-masing individu mengenai K3 serta rendahnya tingkat pelatihan mengenai K3. Kata Kunci: Hambatan, Konstruksi, Knowledge Management, Knowledge Sharing, Analisa Mean, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)