Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH MANAJEMEN PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN KUALITAS PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI (STUDI KASUS PERUSAHAAN KONTRAKTOR X DI SURABAYA) Yoel Felix Sinambela; Eko Andi Suryo; Kartika Puspa Negara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pengetahuan sangat penting bagi organisasi dalam menghadapi persaingan bisnis yang kompleks dan cepat berubah. Ini mencakup proses menciptakan, mengelola, dan memanfaatkan pengetahuan organisasi untuk meningkatkan kinerja dan keunggulan kompetitif. Kualitas juga memiliki peran krusial dalam keberhasilan suatu produk, layanan, atau proses. Kualitas yang buruk dapat mengecewakan pelanggan, menimbulkan biaya lebih tinggi, dan bahkan membahayakan keselamatan. Oleh karena itu, perusahaan menggunakan manajemen kualitas untuk mencapai standar kualitas tinggi dan meningkatkan keunggulan kompetitif mereka. Di Surabaya, perusahaan konstruksi menghadapi tantangan dalam mencapai kualitas tinggi karena masalah koordinasi, kualitas tenaga kerja, dan pengelolaan pengetahuan yang kurang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pengetahuan mempengaruhi manajemen kualitas, karena keduanya saling terkait dan berkontribusi pada kesuksesan organisasi. Kata Kunci: Manajemen Pengetahuan, Manajemen Kualitas
Optimalisasi Pemotongan Besi Beton Menggunakan Metode Integer Linear Programming Pada Proyek Pembangunan Gedung Oncology Centre Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya Brian Arnold Natanael Hutapea; Saifoe El Unas; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya masalah keberlanjutan dampak konstruksiterhadap lingkungan yang terjadi telah mendorong sektorkonstruksi untuk mengadopsi pendekatan konstruksiberkelanjutan. Konstruksi berkelanjutan yang dimaksudkanadalah sebuah pendekatan yang mendukung tujuan ekonomi, lingkungan dan sosial dalam pelaksanaan pekerjaankonstruksi yang menciptakan suatu fasilitas fisik.Pendekatan konstruksi berkelanjutan diterapkan secaraefisien dan terpadu dengan memperhatikan prinsipkonstruksi ramping. Konstruksi ramping merupakan suatumetode yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi dengancara meminimalkan waste dalam bentuk material dan waktu, dengan tujuan peningkatan nilai (value). Dalam menanggulangi waste material besi beton pada sebuah proyek, pelaksana proyek perlu mendapatkan cara / pola pemotongan yang paling efektif untuk menghasilkanwaste besi yang paling minimal. Optimalisasi pemotonganbesi beton dilakukan dengan cara memperoleh data sekunderberupa bar bending schedule, biaya pengadaan besi beton, dan gambar perencanaan proyek. Dari data mengenai jumlahkebutuhan tiap varian panjang besi beton yang dibutuhkan, selanjutnya dibuat opsi alternatif pola pemotongan besibeton sesuai diameter (D 16, D 19, dan D 25). Opsialternatif pola pemotongan tersebut menjadi acuan dalammembentuk variabel keputusan, fungsi tujuan, dan fungsibatasan yang digunakan dalam optimalisasi menggunakanmetode integer linear programming dengan bantuansoftware QM for Windows. Dari hasil optimalisasi tersebut, didapatkan efisiensibiaya besi beton yang optimum dari hasil metode integer linear programming pada proyek pembangunan Gedung Oncology Centre (Radiotheraphy) Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya sebesar Rp.28.482.000,00 (dua puluhdelapan juta empat ratus delapan puluh dua ribu rupiah). Kata kunci: konstruksi berkelanjutan, optimalisasi, pemotongan besi beton, integer linear programming
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN PEKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN VARIASI POSISI DAN PANJANG PILE PADA RUAS JALAN NASIONAL, DESA BATURITI, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, BALI Bagus Danan Satria Wibawa Cok; As’ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bulan Oktober tahun 2020, terjadi bencana longsor yang tidak dapat dihindari pada lereng ruas Jalan Nasional km 39+900, Baturiti, Tabanan, Bali. Kelongsoran pada badan jalan ini kemungkinan disebabkan karena kuat geser tanah yang menurun sebagai dampak adanya rembesan dalam tanah dan beban lalu lintas yang meningkatkan tegangan dalam tanah. Dalam beberapa kasus, penyebab tersebut sering tidak dapat dihindarkan. Maka dari itu, diperlukan struktur perkuatan untuk menstabilkan lereng setelah kelongsoran sehingga tidak terjadi keruntuhan pada lereng tersebut. Salah satu struktur perkuatan lereng yang sering digunakan adalah pondasi tiang (pile). Penelitian ini menggunakan software yang berbasis FEM yaitu Plaxis 2D dan Plaxis 3D. Pemodelan lereng tersebut didasarkan pada keadaan aslinya dengan menggunakan data sekunder berupa data tanah dan parameter tanah seperti sifat-sifat tanah, modulus pile, modulus elastisitas tanah. Lereng ini dimodelkan dengan menggunakan perkuatan tiang dua baris. Kemudian dilakukan suatu percobaan dengan menggunakan variasi posisi dan panjang pile pada baris kedua sehingga didapatkan variasi paling optimum dari setiap variasi tersebut. Variasi posisi pile yang digunakan adalah Lx/L = 0,4; Lx/L = 0,5; Lx/L = 0,6; Lx/L = 0,7 dan variasi panjang pile yang digunakan adalah 14 m; 16 m; 18 m;20 m. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng dengan menggunakan 2 baris perkuatan mampu memberikan dampak dengan meningkatkan nilai angka keamanan jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan lereng dengan perkuatan baris 1 tiang. Hasil dari variasi posisi yang optimal mampu menahan terjadinya longsor terletak dalam posisi terjauh yaitu Lx/L = 0,4. Sementara itu, hasil dari variasi panjang pile optimum yang dapat menahan terjadinya longsor terletak pada variasi terpanjang yaitu 20 meter. Peningkatan nilai keamanan pada PLAXIS 2D mencapai sebesar 36,99 % jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan 8,59 % jika dibandingkan dengan lereng satu baris perkuatan. Sedangkan pada PLAXIS 3D mencapai sebesar 37,66 % jika dibandingkan dengan lereng tanpa perkuatan dan 9,02 % jika dibandingkan dengan lereng dengan perkuatan satu baris. Kata kunci : angka keamanan, lereng, pile, perkuatan dua baris, variasi panjang, variasi posisi