Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengembangkan Literasi Keagamaan untuk Jenjang Anak Usia Dini (AUD) dan Remaja Hasanudin, Hasanudin; Ramdani, Peri; Suprihat, Ade; Nurul Syahidah, Raihana; Nur Aini Fajrin, Siti; Aryanti, Yosi; Ichsan, Mohamad; Sobandi Al-Asy’Ari, Muhammad
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v1i2.439

Abstract

Literasi agama perlu dikenalkan pada anak sejak dini agar anak dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang baik. Literasi agama pada anak dapat diawali dari ajaran agamanya. Kegiatan literasi agama tersebut bisa dilakukan di PAUD dengan melaksanakan program pembiasaan praktik ibadah. Anak-anak sebaiknya dididik disiplin dalam mengamalkan ibadah sehari-hari. Tujuan pengabdian yakni mengembangkan literasi keagamaan untuk jenjang anak usia dini (AUD) dan remaja. Metode pengabdian yang dilakukan yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa perkembangan agama pada anak yakni pengalaman keagamaan pada anak akan membentuk anak pada sikap dan perilaku yang sesuai dengan agama yang dianutnya. Sehingga, Pendidikan agama pada anak usia dini sebaiknya ditanamkan dengan pertumbuhan pribadinya.
Demand-Side Financing Transformation: Formulating Indexed Scholarship Unit Costs for Inclusive SMA Unggul Garuda Ichsan, Mohamad
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.11680

Abstract

This study formulates an indexed scholarship unit-cost framework for SMA Unggul Garuda, an affirmative secondary education program relying on the Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP). The transition to demand-side financing reveals critical policy gaps in the national input cost standards (SBM), including the absence of secondary education tuition nomenclature, uniform national nutritional allowances ignoring regional price disparities, and exclusionary reimbursement-based transportation mechanisms. Using a qualitative policy study approach, three policy alternatives were evaluated based on William Dunn's criteria: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The analysis concludes that standardizing financing through generic national regulations is administratively inefficient. Instead, this paper recommends enacting a specific Other Input Cost Standards (SBML) package. This tailored intervention ensures legally binding tuition fees, regionally indexed living allowances, and centralized zero-cost transportation, effectively securing the program's inclusivity and long-term sustainability. Kata kunci: Education Financing, Demand-Side Financing, Endowment Fund, Policy Analysis, Unit Cost.