Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS ABSOLUTE DAN OBLIQUE DALAM BAHASA KERINCI ISOLEK PULAU TENGAH Nova Rina; Fadlul Rahman
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.2.152-165.2016

Abstract

This research study in phonological field, aims of this research to discribe rhyme alternation on form of absolute and oblique in Kerinci language isolect pulau tengah. The purpose of this research are 1) to documenting Kerinci language isolect Pulau Tengah that threatened by Indonesian standart, Jakarta Indonesia, Minangkabau language, and most seriously threathened by Kerinci koine 2) the result of this research about description of Kerinci language isolect Pulau Tengah will be useful for other Malayic language researcher especially in remote areas of Sumatera and 3) give langauge contribution significantly for Kerinci society especially for Pulau Tengah society. This research found 19 rhyme alternation in G-words, 20 rhyme alternation in K-words, 16 vocal sequences, 28 consonant clusters, 12 consonant sequences, and base on silable phonotactic rules in Kerinci language isolect Pulau Tengah, it found six rules; V, VC, CV, CVC, CCV, and CCVC.
MEMPERKUAT HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA MELALUI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA Diana Chitra Hasan; Temmy Thamrin; Yusrita Yanti; Nova Rina; Fadlul Rahman
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.6078

Abstract

Kegiatan PKMini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya mahasiswa Malaysia yang akan mengikuti berbagai kegiatan seperti student exchange, academic exchange dan cultural exchange ke Indonesia. Dalam setiap kegiatan internasional yang melibatkan mahasiswa lebih dari satu negara selalu terdapat potensi kesalahpahaman karena perbedaan budaya. Rendahnya pemahaman lintas budaya ini bukan masalah kecil karena jika ini terjadi, tujuan global dari kegiatan antarbangsa yaitu memperluas jejaring yang dapat dipertahankan untuk jangka panjang, tidak akan dapat terwujud. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universitas Selangor. Meskipun berasal dari bangsa serumpun, bukan berarti tidak terdapat perbedaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman lintas budaya. Dari sisi semantis, misalnya banyak kata yang sama tetapi memiliki makna yang jauh berbeda di kedua negara. Agar kegiatan yang melibatkan budaya yang berbeda dapat mencapai tujuannya, maka pemahaman lintas budaya perlu ditingkatkan. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan meningkatkan kompetensi interkultural mahasiswa Universitas Selangor. Kompetensi interkultural adalah kompetensi pemahaman lintas budaya yang mencakup tiga dimensi yaitu dimensi sensitivitas, kesadaran (awaraness) dan keahlian (skill). Peningkatan kompetensi ini dapat dicapai dengan memberikan workshop dan seminar peningkatan pemahaman lintas budaya oleh pelaku PKM kepada mahasiswa-mahasiswa Universitas Selangor. Kompetensi interkultural peserta dapat diukur menggunakan skala yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya yaitu Intercultural Sensitivity Scale (ISS) dan Developmental Model of Intercultural Sensitivity. Dari kedua pengukuran ini diperoleh data kuantitatif tentang tingkat pemahaman lintas budaya peserta workshop yang dapat memberikan gambaran mengenai hal-hal yang diperlukan untuk kesiapan mahasiswa menjadi peserta kegiatan internasional.