Samsuri Samsuri
Department Of Civic Education, Graduate School Of Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Contoh Nyata Ketahanan Ideologi (Studi di Kampung Pancasila, Dusun Nogosari, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) isna sari Rukmana; Samsuri Samsuri; Darto Wahidin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.53815

Abstract

 Pengembangan nilai-nilai Pancasila merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan pada setiap sisi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan nilai-nilai Pancasila di Kampung Pancasila.Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Lokasi dalam penelitian ini berada di Kampung Pancasila di Dusun Nogosari, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Informan dalam penelitian ini merupakan warga Kampung Pancasila. Proses pengambilan data penelitian dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Pancasila di Desa Trirenggo ini sudah dideklarasikan sebagai Kampung Pancasila pada tahun 2004. Kegiatan yang rutin dilakukan dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila di Kampung Pancasila dengan melalui gotong royong, musyawarah, diskusi, pengumpulan dana bantuan, arisan rutin, dan musyawarah kebangsaan. Nilai-nilai yang dikembangkan di Kampung Pancasila melalui sikap religius, toleransi, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Hasil pengembangan nilai-nilai Pancasila terbilang bagus dan mendapatkan respons yang positif dari warga sekitar. Peranan masyarakat dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila dengan memberikan teladan dan membiasakan sikap yang baik agar  mencerminkan orang-orang yang Pancasilais. Kampung Pancasila tidak mengalami hambatan yang berarti dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila tersebut.Harapan yang diinginkan oleh masyarakat dapat mempertahankan sikap dan kebiasaan yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila. 
Penguatan Kewarganegaraan Ekologis Untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan (Studi di Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta) Serlina Candra Wardina Sari; Samsuri Samsuri; Darto Wahidin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.53816

Abstract

ABSTRAK Gagasan kewarganegaraan ekologis hadir dan membawa implikasi penting pada konsepsi kewarganegaraan dalam bidang pelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penguatan kewarganegaraan ekologis untuk mewujudkan ketahanan lingkungan melalui program-program kepedulian lingkungan di Kampung Gambiran sebagai Kampung Hijau Kota Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kewarganegaraan ekologis untuk mewujudkan ketahanan lingkungan terdiri dari: pengelolaan sungai Gajah Wong, tanam pohon, pengelolaan sampah mandiri, IPAL komunal, RTH, taman krida dan taman lintas budaya, perpustakaan dan taman wifi, serta penggunaan energi alternatif. Hasil dari kewarganegaraan ekologis sebagai wujud ketahanan lingkungan membawa dampak positif pada beberapa bidang, yakni: lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tantangan dan hambatan dalam pengembangan Kampung Hijau Kota Yogyakarta terletak pada kepedulian masyarakat yang terkadang naik turun dan peran pemuda yang masih kurang sehingga menghambat proses regenerasi. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah harus secara terbuka dan interaktif dalam mewujudkan ketahanan lingkungan di Kampung Gambiran
Etnosentrisme dan Sikap Intoleran Pendatang Terhadap Orang Papua Elia Nurindah Sari; Samsuri Samsuri
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2020): (June)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v22.n1.p142-150.2020

Abstract

This article is aimed to raising awareness for pluralistic Indonesian. Awareness to be able to appreciate anything about the differences in Indonesia, including those who are from Papua. Indonesia is now has any issues of tolerance. Although there are many public slogans or appelas to be tolerant, in fact not a few cases of intolerant attitudes occur. There are so many cases that lead to racism in Papuans. Ethnocentrism attitude told us how someone from a certain group feels better than another group. This will be linked to the intolerant attitudes to the Indonesian people towards Papuans, and learning study implications of what happened from that situation. The purpose of this article is to build awareness of all Indonesians to reduce their intolerant attitude towards Papuans. This article used the method of literature review. Some of the literature taken is, among others, related to the literacy of tolerance, Papuans culture and some cases of Indonesian intolernace towards Papuans. The results of research through this literature study found that intolerant cases carried out by non-Papuans against Papuans had implications or the attitude of Papuans who became inferior, lacked confident and felt unappreciated.
Melestarikan Prinsip-Prinsip Dasar Kehidupan sedulur sikep (Samin) dalam Keberagaman Budaya di Indonesia Primandha Sukma Nur Wardhani; Samsuri Samsuri
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 22, No 2 (2020): (December)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v22.n2.p256-263.2020

Abstract

The purpose of writing this article is to find out about the basic principles of life followed by sedulur sikep as part of the diversity of Javanese culture. Therefore there is a need for cultural preservation which is characterized by the basic principles of the life of the sedulur sikep. Articles compiled using the library research method is a data collection method that is carried out by utilizing library sources and materials. The result obtained is that sedulur sikep is a community group that still has and maintains its social foundation based on traditional values it adheres to. This community has a lot of local wisdom, among others, having a harmonious and sumeleh attitude, giving a good example of attitude, not talking (taking), not pethil (taking things), etc. The principle of harmony is not to like to be adored, not to get angry when reviled. The living person must: correct, be in harmony, understand others, behave cautiously, understand himself, be sensitive, patient, submit, and be mentally happy.
Mempertahankan Piil Pesenggiri Sebagai Identitas Budaya Suku Lampung Fitra Endi Fernanda; Samsuri Samsuri
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 22, No 2 (2020): (December)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v22.n2.p168-177.2020

Abstract

The Lampung tribe is a minority tribe established by Lampung Province. The Lampung Province became a destination for population migration, so Lampung was discussed by Javanese, Sundanese, Balinese and so on. As a minority tribe, the Lampung tribe needs to strengthen its cultural identity among the people so that the cultural values of the Lampung tribe are not lost. Piil Pesenggiri is a philosophy of life that has become the cultural identity of the Lampung tribe. The purpose of this study is to explain the principles of Piil Pesenggiri so that its values can be rebuilt. This article was written in the literature study method with a collection of various sources of books, journals and research on the Piil Pesenggiri. The results show four principles of Piil Pesenggiri that need to be revived, namely juluk adek, nemui nyimah, nemui nyapur and sakai sambyan. Cooperation between all parties, namely traditional leaders, community members, academics and the government, is needed to revive the principles of Piil Pesenggiri.
MALANG CORRUPTION WATCH SEBAGAI GERAKAN MASYARAKAT SIPIL DALAM MEMBANGUN BUDAYA ANTI-KORUPSI DI DAERAH Fahdian Rahmandani; Samsuri Samsuri
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 21, No 1 (2019): (June)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.659 KB) | DOI: 10.25077/jantro.v21.n1.p49-59.2019

Abstract

Corruption is a problem that threatens various sectors, such as politics, education, economy, culture, and health. At the area level, corruption cases are a threat that is difficult to detect because of the absence of ad-hoc institutions in conducting surveillance. Therefore, it takes an independent civil society at the area level to enable monitoring and voiced the idea of anti-corruption. This study aims to determine the role of non-governmental organizations namely Malang Corruption Watch in building an anti-corruption culture in Malang Raya. The method used in writing this article is a literature study. The results of this study indicate that Malang Corruption Watch is a non-governmental organization that has an independent nature. In overcoming the problem of communal corruption, Malang Corruption Watch provides citizenship education to the people’s in the form of people political education, public schools, citizen forums, community groups guarding public services, campaigning for anti-corruption movements, and anti-corruption schools to increase the critical power of citizens in addressing the middle public problems happen. Furthermore, there are several posts complaints that are provided so that citizens can easily express their aspirations to realize an anti-corruption culture
THE HUMAN RIGHTS AND CIVIC EDUCATION POLICY AFTER THE CONSTITUTION AMENDMENT IN INDONESIA Samsuri Samsuri
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XII, No. 1, Agustus 2012 Islam dan Hak Asasi Manusia
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol12.iss1.art13

Abstract

Artikel ini memaparkan perkembangan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia pasca-1998. Sejak Presiden Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998, Indonesia memasuki era baru yang dikenal sebagai "era reformasi." Era ini menunjukkan hasil pemberdayaan demokrasi ke dalam bentuk kebijakan kebebasan pers, desentralisasi, dan hak asasi manusia. Sebagaimana diketahui bahwa demokratisasi di Indonesia memiliki makna penting untuk kajian hak asasi manusia dan pendidikan kewarganegaraan pasca amandemen UUD 1945. Pengaturan pendidikan kewarganegaraan dalam kebijakan pendidikan nasional dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu dari tiga mata pelajaran pokok mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi. Hak asasi manusia dikembangkan sebagai salah satu tema dalam kurikulum pendidikan kewarganegaraan. Pengajaran dan pembelajaran hak asasi, manusia dalam pendidikan kewarganegaraan memiliki banyak masalah di tiap jenjang sekolah. Bias terhadap masalah-masalah hak asasi manusia, kompetensi guru, dan kondisi lokal adalah beberapa persoalan yang sedang dihadapi pendidikan kewarganegaraan di Indonesia, meskipun amandemen UUD 1945 secara eksplisit mengakui hak asasi manusia sebagai fondasi peradaban bangsa yang demokratis.
TRANSFORMING ISLAMIC VALUES INTO CIVIC EDUCATION Samsuri Samsuri
Millah: Journal of Religious Studies Vol. IX, No. 2, Februari 2010 Menggugat Pendidikan Nirketeladanan
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol9.iss2.art5

Abstract

Artikel ini menyajikan kajian pendahuluan tentang penafsiran Islam sebagai sebuah system nilai yang diperlukan dalam pengkajian Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi Islam Indonesia. Dalam kajian ini, contoh inspirasi Islam dalam Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi Islam mengambil kasus di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai pelopor pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Dalam artikel ini, penulis menelusuri kerangka pembaharuan pemikiran Islam tentang gagasan-gagasan demokrasi, hak asasi manusia, dan masyarakat madani (civil society) yang juga turut mempengaruhi pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan di kedua institusi yang dikaji. Dari kajian dokumentasi berupa buku bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan di kedua institusi tersebut, transformasi nilai-nilai ke-Islam-an ke dalam Pendidikan Kewarganegaraan memiliki sumbangan penting tentang pemaknaan upaya membentuk warga negara yang baik dengan identitas Islam.
Yahudi Dalam Zionisme Dan Israel Samsuri Samsuri
Millah: Journal of Religious Studies Vol. III, No. 2, Januari 2004 Spiritualitas Islam
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper traces the Judaism teachings as basic of  Jewish movements. The Judaism has two meaning as its identity. Firstly, Judaism is a religion. Secondly, it is an ethnic or nation. According to Jacob Neusner, Judaism is a  religion that Scripture’s account of  Israel as holy people whose life encompasses the experience o f  exile and return. In this paper, author tries to explore three streams of  the Jewish religion movements— i.e. Reformers, Conservatives, and Orthodox- which influenced the Jewish emancipation’s Europe in l 9th century until Holocaust tragedy on the Second World War. Zionism has risen as a respond to political crisis which fallen to emancipate the Jewish people from the oppressed as long as diaspora period in Europe. Its  purpose created the homeland for  Israel when Jewish people returned from Diaspora.
Terorisme Agama? Samsuri Samsuri
Millah: Journal of Religious Studies Vol. II, No. 2, Januari 2003 Agama Sumber Kekerasan?
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol2.iss2.art12

Abstract

Istilah "teror", "teroris", "terorisme" menjadi khazanah kata yang sangat populer dan bermakna mengerikan setelah terjadi serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, yang menyerang simbol-simbol kapitalisme dunia (Menara Kembara World Trade Center, New York) dan arogansi militer (Gedung Pentagon) Amerika Serikat. Di Indonesia, istilah terorisme "menyalip" serangkaian aksi kekerasan dalam bagian drama politik nasional yang makin carut marut semenjak reformasi politik bergulir, setelah terjadi ledakan bom dahsyat di Legian, Bali, pada 11 September 2002, yang menewaskan korban dari berbagai bangsa. Persoalannya, kedua contoh aksi kekerasan tersebut dinisbahkan kepada terorisme agama, disebabkan pelaku kekerasan itu dianggap memilih agama sebagai motivasi untuk melakukan kejahatannya. Apalagi kedua peristiwa itu dikaitkan sebagai memiliki hubungan antara organisasi Al-Qaeda dan Jemaah Islamiyah di Asia Tenggara, dan kebetulan kedua-duanya sama-sama mengusung bendera Islam dalam aksi kekerasannya. Bagaimana mungkin agama yang sedemikian rupa mengajarkan perdamaian, kasih sayang, dan keselamatan, dapat menjadi sarana dan tujuan tindakan kekerasan. Buku Mark Juergensmeyer dalam edisi bahas Indonesia yang dibahas ini, berupaya memahami apa yang disebut terorisme agama.