Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel dari Serbuk Kayu Bayur (Pterospermum javanicum) dan Serbuk Kulit Kakao (Theobroma cacao L) Bertulang Anyaman Bambu Hayyul Pelma Sari; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.259 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.368-374.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serbuk kayu dengan serbuk kulit kakao pada papan partikel bertulang anyaman bambu terhadap sifat fisis dan mekanis. Perbandingan komposisi bahan pengisi (serbuk kayu : serbuk kulit kakao) yang digunakan yaitu 70%:0%, 50%:20%, 35%:35%, 20%:50%, 0%:70%, dengan matriks yang konstan yaitu 30%. Ukuran partikel serbuk kayu yang digunakan adalah yang lolos ayakan 50 mesh dan kulit kakao yang lolos ayakan 100 mesh.  Parameter yang diukur adalah densitas, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE), dan Modulus of Rupture (MOR). Hasil pengujian yang didapatkan bahwa variasi komposisi serbuk kayu dan serbuk kulit kakao berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis yang dihasilkan. Densitas (0,87 g/cm3 - 1,03 g/cm3) papan partikel di atas standar SNI 03-2105-2006. Kadar air (2,48% - 2,96%) papan partikel sudah memenuhi standar. Daya serap air (13,43% - 20,50%) papan partikel sudah memenuhi standar. Pengujian sifat mekanis MOR papan partikel pada komposisi 50%:20%, 35%:35% dan 20%:50% (82,40 kg/cm2 - 87,02 kg/cm2) sudah memenuhui standar SNI 03-2105-2006. MOE (2290,42 kg/cm2 - 3857,27 kg/cm2)  papan partikel belum memenuhi standar SNI 03-2105-2006.  A research to determine the effect of the composition of wood powder with cocoa skin powder on bamboo woven reinforced particleboard on physical and mechanical properties has been conducted. Comparison of filler composition (wood powder: cocoa skin powder) used is 70%:0%, 50%:20%, 35%:35%, 20%:50%, 0%:70%, with a constant matrix of 30%. The particle size of the sawdust used is a 50 mesh sieve pass and a cocoa shell that passes 100 mesh sieve. The parameters measured are density, water content, water absorption, Modulus of Elasticity (MOE), and Modulus of Rupture (MOR). The results show that the variation of the composition of wood powder and cocoa skin powder affect the physical and mechanical properties produced. Density (0,87 g/cm3 – 1,03 g/cm3) particle board above SNI standard 03-2105-2006. Water content (2,48% - 2,96%) particle board meets the standard. Water absorption (13,43% - 20,50%) particle board meets the standards. Testing the mechanical properties of particle board MOR at the composition of 50%:20%, 35%:35% and 20%:50% (82,40 kg/cm2 – 87,02 kg/cm2) has fulfilled SNI 03-2105-2006 standards. MOE (2290,42 kg/cm2 – 3857,27 kg/cm2) particle board has not fulfilled SNI 03-2105-2006 standards.
Analisis Pengaruh Komposisi Serbuk terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Papan Partikel Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit, Serbuk Kayu dan Tempurung Kelapa Wirnu Hidanto; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.796 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.2.106-112.2019

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi tandan kosong kelapa sawit, serbuk kayu,  dan tempurung kelapa terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Sifat fisis yang diuji meliputi densitas, kadar air, dan daya serap air sedangkan pengujian sifat mekanis meliputi Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR). Ukuran partikel yang digunakan adalah partikel tandan kosong kelapa sawit lolos ayakan 50 mesh, serbuk kayu dan tempurung kelapa lolos ayakan 100 mesh. Hasil ayakan dibagi lima komposisi dengan  rasio persentase dari serbuk kayu meranti:tempurung kelapa yaitu 25:5, 20:10, 15:15, 10:20, 5:25. Hasil uji sifat fisis seperti densitas terendah 0,97 g/cm3 pada komposisi 25:5 sedangkan densitas tertinggi 1,09 g/cm3 pada komposisi 5:25, kadar air papan terendah 0,89% pada komposisi 5:25 sedangkan kadar air tertinggi 1,85% pada komposisi 25:5, nilai daya serap air terendah 15,17% pada komposisi 5:25 sedangkan daya serap air tertinggi 34,47% pada komposisi 25:5. Hasil uji sifat mekanis seperti MOE terendah sebesar 396,26 kg/cm2 pada komposisi 10:20 sedangkan MOE tertinggi sebesar 984,93 kg/cm2 pada komposisi 25:5 dan MOR terendah 102,35 kg/cm2 pada komposisi 10:20 sedangkan MOR tertinggi 199,91 kg/cm2 pada komposisi 25:5. Sifat fisis dan mekanis papan yang didapatkan telah memenuhi standar SNI 03-2105-2006 kecuali untuk pengujian densitas dan MOE.Kata kunci: papan partikel, sifat fisis, sifat mekanis, tandan kosong kelapa sawit, serbuk kayu, tempurung      kelapa.
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Berbahan Serbuk Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.) dan Serbuk Kayu Ulin (Eusideroxylon zwaregi) Bertulang Anyaman Bambu Icha Zahratul Fazri; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.749 KB) | DOI: 10.25077/jfu.12.2.185-191.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis sifat fisis dan mekanis papan partikel berbahan serbuk tempurung kelapa dan serbuk kayu ulin bertulang anyaman bambu. Perbandingan komposisi filler yang digunakan serbuk tempurung kelapa : serbuk kayu ulin yaitu 0%:70%, 20%:50%, 35%:35%, 50%:20%, 70%:0% dengan variasi matriks resin epoksi konstan yaitu 30%. Ukuran partikel serbuk tempurung kelapa dan serbuk kayu ulin yang digunakan adalah lolos ayakan 100 mesh. Parameter yang diukur adalah densitas, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE), dan Modulus of Repture (MOR). Hasil pengujian yang didapatkan bahwa variasi komposisi serbuk tempurung kelapa dan serbuk kayu ulin berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Hasil pengujian sifat fisis papan partikel yang didapatkan memenuhi standar SNI 03-2105-2006 berdasarkan kadar air daya serap air sedangkan densitas belum memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Hasil pengujian sifat mekanis papan partikel yang didapatkan MOE dan MOR belum memenuhi standar SNI 03-2105-2006.
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Serbuk Batang Pisang dan Kulit Buah Kakao Bertulang Ayaman Lidi Kelapa Dendy Kurniady Zul Adha; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.290-296.2023

Abstract

Penelitian tentang pembuatan komposit dari serbuk batang pisang dan kulit buah kakao bertulang anyaman lidi kelapa terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel perekat resin epoksi telah dilakukan. Sifat fisis yang diuji meliputi densitas, kadar air, dan daya serap air. Sementara pengujian sifat mekanis meliputi kuat lentur dan kuat tekan. Papan partikel dibuat dengan memvariasikan komposisi partikel serbuk batang pisang dan kulit buah kakao yaitu 70%:0%, 50%:20%, 35%:35%, 20%:50%, 0%:70% dengan kadar resin epoksi 30%. Proses awal pencampuran serbuk batang pisang, serbuk kulit buah kakao, resin epoksi serta katalis. Bahan dibagi menjadi dua adonan dan dimasukan ke dalam cetakan besi ukuran 12 cm x 8 cm x 2 cm dan anyaman lidi kelapa sebagai pembatas antara dua adonan.  Cetakan dikempa dengan tekanan kempa sebesar 3000 kg pada suhu 180oC selama 10 menit. Hasil uji sifat fisis menunjukan bahwa papan partikel termasuk papan partikel berkerapatan tinggi dengan nilai densitas di atas 9 g/cm3. Berdasarkan kadar air dan daya serap airnya memenuhi ketentuan SNI 03-2105-2006. Untuk nilai kuat lentur (MOE) belum memenuhi standar sedangkan nilai dari kuat tekan (MOR) sudah memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Variasi massa terbaik pada pembuatan papan partikel serbuk batang pisang 20% dan serbuk kulit buah kakao 50%.
Pengaruh Variasi Waktu Milling dan Suhu Sintering Terhadap Sifat Fisis dan Kuat Tekan Keramik Clay Angeli Riani; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.499-505.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi waktu milling dan suhu sintering terhadap sifat fisis dan kuat tekan keramik clay. Clay dimilling dengan variasi waktu 0 jam (tanpa millng), 5 jam dan 10 jam. Persentase campuran clay tanpa milling (milling 0 jam) dengan milling variasi waktu 100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%. Pengujian yang dilakukan pada sampel meliputi uji sifat fisis (susut bakar, densitas, porositas) dan kuat tekan, serta karakterisasi menggunakan X-ray Fluorescene (XRF). Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, nilai susut bakar berbanding terbalik dengan nilai densitas. Semakin besar nilai susut bakar, semakin kecil nilai densitas yang dihasilkan. Nilai susut bakar keramik tertinggi diperoleh pada komposisi massa 100% tanpa milling, yaitu 21,26%, 20,47%, dan 20,04%. Nilai densitas tertinggi yaitu pada campuran clay  80% tanpa milling dengan 20% milling 5 jam untuk semua variasi suhu sintering (700°C, 800°C, dan 900°C) dengan yaitu 1,80 g/cm3, 1,63 g/cm3, dan 1,81 g/cm3. Nilai porositas terendah diperoleh pada keramik clay  campuran 70% tanpa milling dengan 30% clay milling 5 jam untuk suhu sintering 700°C, yaitu 20,00%. Nilai kuat tekan tertinggi untuk suhu 900°C, yaitu pada clay 70% tanpa milling dengan 30% milling 5 jam, yaitu 383,13 kg/cm2. 
PENGAYAAN MATERI FISIKA : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ramacos Fardela; Zulfi Zulfi; Afdhal Muttaqin; Marzuki Marzuki; Dedi Mardiansyah; Mora Mora; Muldarisnur Muldarisnur; Harmadi Harmadi; Rahmad Rasyid; Dahyunir Dahlan; Elvaswer Elvaswer; Imam Taufiq; Wildian Wildian; Trengginas Eka Putra Sutantyo; Feriska Handayani Irka; Dwi Puryanti; Rani Delvihardini
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i2.2992

Abstract

The concept of electromagnetic induction is very important in understanding and developing modern electrical technology. Some factors cause students to often find it difficult to understand electromagnetic induction material in school is that this material involves abstract concepts such as magnetic flux, magnetic field changes, and emf. For some students, understanding these concepts may be difficult due to a lack of direct experience or concrete representations. Enrichment of physics material on electromagnetic induction has been implemented at SMA N 1 Gunung Talang. This service activity aims to improve students' understanding of the basic concepts of Electromagnetic Induction in Class XII. This service consists of three stages including: preparation, implementation and evaluation. The evaluation of this activity was carried out by comparing the pre-test results before enrichment and the post-test scores of students after being given enrichment material by the lecturer (service team). The results obtained show an increase in student knowledge towards understanding the concept of electromagnetic induction. This service activity can be an effort for school and university cooperation to support student success in understanding physics concepts that are considered complicated
Pengaruh Penambahan Silika (SiO2) dan Suhu Pembakaran Terhadap Karakteristik Keramik Kordierit Berbasis Abu Sekam Padi Mutia Ulfah; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.54-60.2024

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi keramik kordierit dengan menggunakan silika dari abu sekam padi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penambahan massa silika dan suhu pembakaran terhadap kerakteristik keramik kordierit dari abu sekam padi. Penelitian ini dilakukan dengan pembentukan silika dilakukan dengan pembakaran sekam padi pada suhu 700 °C selama 3 jam dengan penambahan NaOH 4M untuk membentuk silika gel. Sintesis keramik kordierit perbandingan massa 14% Magnesium oksida, 35% Alumina, dan 51% Silika dari abu sekam padi dangan metode solid state dengan pemanasan pada suhu (700, 800 dan 900) °C. Karakteristik sampel dilakukan menggunakan uji XRD dan untuk mengetahui nilai kekerasan digunakan microhardness tester. Selain itu dilakukan analisis sifat fisis kordierit meliputi pengukuran susut bakar, densitas dan porositas. Nilai susut bakar dan densitas mengalami kenaikan seiring dengan penambahan massa silika dan suhu pembakaran, kecuali pada suhu 700 °C dengan penambahan 10% silika nilai susut bakar menurun dan pada suhu 900 °C dengan penambahan 10% silika nilai densitas juga menurun. Penambahan massa silika dan kenaikan suhu pembakaran membuat nilai porositas semakin meningkat kecuali pada suhu 900 °C dengan penambahan 15% silika mengalami penurunan sebesar 20,65 %. Penambahan silika menurunkan nilai kekerasan keramik kordierit, sehingga dengan meningkatnya suhu kalsinasi maka nilai kekerasan juga menurun, kecuali pada sampel tanpa silika pada suhu 800°C. Berdasarkan hasil XRD tanpa penambahan silika pada suhu 700 °C diperoleh ukuran kristal sebesar 108,58 nm, dan pada suhu 900 °C dengan penambahan 10% silika sebesar 374,74 nm.