Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN BUDIDAYA CACING TANAH BERBASIS JAMINAN PRODUK HALAL DI BARRU SULAWESI SELATAN Dedi Setiawan; Andi Pawennari; Arminas Arminas; Ahmad Firman; Muhammad Nusran
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.402 KB) | DOI: 10.30653/ijma.202221.43

Abstract

Today, earthworms have a huge potential to be cultivated professionally for commercial business purposes. This earthworm business business is very beneficial for the benefit of the animal and fish feed industry, the needs of the pharmaceutical industry. Earthworms are commodities that are useful both for soil fertility and for the world of medicine. Treatment by using earthworms has been widely attempted in the community, even according to the MUI in the MUI Fatwa Number: 139 year 2000, confirming that the law is permissible (mubah). The purpose of this research is to find out a feasibility study for the establishment of an earthworm cultivation business to meet market demand which is currently still low. Data were taken from interviews and analysis using 5 aspects to determine the location of the earthworm cultivation business. Based on the analysis of the market aspect of earthworm cultivation in Barru district using the linear regression method of forecasting where the production capacity in 2021 is 1,779 with a production plan of 10%. In market share per year. The conclusion is that the law using worm extracts is permissible meaning that it is halal to try and consume the results of worm extracts for treatment, then on the financial aspect that IRR > MARR is 37.06% > 6%, it can be said that the establishment of an earthworm cultivation business in the district just worth continuing.
Analisis Pengaruh Beban Kerja Mental Terhadap Produktivitas Kerja pada PT. XYZ Arminas Arminas; Andi Nurwahidah; Ardiansyah Jamil
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Vale Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan yang memproduksi nikel. Seluruh proses produksinya di jalankan secara otomatis. Namun masih ada beberapa kegiatan yang di kerjakan secara manual. Seperti pada departemen Supply Chain Managemen khususnya bagian warehouse section delivery. Tidak tercapainya target pengantaran adalah salah satu penyebab terjadinya masalah internal perusahaan terutama pada karyawan perusahaan tersebut. Target penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di delivery warehouse yaitu 10 orang karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat beban kerja mental yang dihadapi karyawan pada departemen supply chain management khususnya bagian warehouse section delivery. Beban kerja yang diukur adalah beban kerja mental. Beban kerja mental diukur dengan metode NASA – Task load Index ( Nasa – TLX). Berdasarkan dari hasil penelitian dengan metode NASA – TLX diperoleh 5 karyawan dengan kategori beban kerja tinggi dan 5 karyawan dengan kategori beban kerja sangat tinggi. Aspek yang paling tinggi pengaruhnya terhadap beban kerja mental pada departemen ini adalah aspek kebutuhan fisik dengan jumlah persentase 11,28% berdasarkan perolehan r^2 sebesar 44,4%. Tingginya beban kerja pada karyawan , sehingga perlu diberikan suatu usulan perbaikan yaitu perbaikan sistem kerja, pemberian waktu istirahat tambahan di sela-sela waktu kerja, dan penambahan tenaga kerja.
Perancangan Fasilitas Kerja dan Perbaikan Postur Kerja pada Aktivitas Manual Material Handling Karyawan Toko Mega Mas Elektronik Makassar Arminas Arminas
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.792 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2016.1.1.5

Abstract

Aktivitas penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik dan membawa merupakan sumber utama keluhan karyawan di industri. Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Sikap kerja dalam mengangkat beban seperti yang dilakukan oleh karyawan Mega Mas Elektronik Makassar tergolong belum ergonomis, seperti pada saat mengangkat beban (kulkas) seberat 35 kg dengan posisi tangan memanjang ke atas dengan punggung sebagai tumpuan beban yang apabila aktifitas ini dilakukan secara berulang dapat menyebabkan keluhan pada punggung dan bagian siku karyawan, kesalahan-kesalahan dalam mengangkat beban tersebut dapat mempengaruhi produktifitas kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikas kondisi postur kerja dalam melakukan aktivitas pemindahan material pada Toko Mega Mas Elektronik Makassar. (2) Untuk menganalisis dan membuat rancangan fasilitas kerja yang lebih ergonomis menggunakan analisis RULA, serta untuk meningkatkan efektivitas kerja dari karyawan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk menjawab permasalahan penilaian postur kerja pada devisi kulkas Toko Mega Mas Elektronik. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan metode RULA maka dapat disimpulkan bahwa postur kerja pada bagian. mengangkat kulkas berada pada level resiko 3, yang mengindikasi investigasi dan perubahan postur kerja harus dilakukan secepatnya. Sedangkan kegiatan membawa dan meletakkan kulkas digudang berada pada level resiko 4 yang berarti investigasi dan perubahan postur kerja harus dilakukan segera.
Peningkatan Produktivitas Melalui Ergonomic Pop Rice Machine di IKM XYZ Kabupaten Gowa Arminas Arminas; Nofias Fajri
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol3.iss1.art3

Abstract

Produktivitas yang rendah merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh berbagai Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia. Rendahnya produktivitas IKM disebabkan oleh banyak faktor seperti (rendahnya kapasitas dan kualitas tenaga kerja, keterbatasan akses kepada modal, energi, teknologi, informasi dan pengetahuan) menyebabkan IKM sulit untuk menjadi besar atau bertahan pada usaha produktif dan berkelanjutan. Masalah lain yang dihadapi oleh IKM selain produktivitas adalah tidak efektifnya teknologi yang dipakai sehingga menimbulkan berbagai permasalahan pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu IKM di Kabupaten Gowa. IKM XYZ bergerak dalam pembuatan bipang. Berbagai permasalahan yang ada di IKM XYZ adalah: Rendahnya kapasitas produksi, lingkungan kerja yang bising, hal ini disebabkan oleh mesin pembuat pop rice menimbulkan suara bising imtermiten. Selama proses produksi dibutuhkan energi yang besar untuk memutar mesin yang mengakibatkan pekerja merasakan keluhan pada bagian otot dan rangka pada tangan. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: mengidentifikasi permasalahan yang ada di IKM XYZ, melakukaan telaah permasalahan, membuat rancangan teknis, dan uji coba. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah berupa mesin pop rice yang digunakan dalam memproduksi pop rice.
Analisis Postur Kerja Aktivitas Pengangkatan Karung di PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Cabang Makassar Arminas Arminas
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 16 No. 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/josi.v16.n1.p58-67.2017

Abstract

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk is a company that works in the field of food processing industry which produces instant noodles, Indomie. At this company, human resource management gives a significant effect on the production sustainability and development. The observation that conducted in PT. Indofood CBP indicates that loading and delivering process are still using the manual procedure which uses human power with loading capacity around 25 kg. The observation focus on two working movement elements used by the screw machine workers consists of bending over when lifting and pouring the wheat flour sack resulted in worker’s frequent complaints related to the waist and backbone problems. The objective of this research is to discover the risk arising from lifting and delivering techniques used by the screw machine workers in PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., then analyze the worker’s workload based on the observation result. Rapid Entire Body Assessment (REBA) method was used to analyze the data and it is concluded that lifting and pouring procedures used by the screw machinery workers in PT. Indofood CBP have a high risk of injury since the REBA scores of both activities is 5 or on the third level. This score means that immediate improvement on the working system is needed.
Perancangan Alat Pengeruk Buah Markisa Berbasis Ergonomi pada UKM Markisa Aurora Makassar Arminas Arminas
ARIKA Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2023.17.2.59

Abstract

UKM Markisa Aurora Makassar merupakan salah satu UKM (Usaha Kecil Menengah) yang berada di Kota Makassar yang bergerak dalam pembuatan sirup markisa. Pengambilan bulir adalah salah satu proses produksi dalam membuat sirup markisa, dimana pada pengambilan bulir ini dilakukan kegiatan pengerukan buah dari cangkangnya. Namun dalam identifikasi di industri rumah tangga pembuatan sirup markisa, terlihat bahwa pada tahap pengambilan bulir dilakukan dengan mengeruk buah markisa menggunakan alat yang masih sederhana yaitu sendok makan sebagai alat untuk mengeluarkan isi buah dan juga kegiatan dilakukan dengan posisi membungkuk dan duduk melantai dalam waktu yang cukup lama sehingga cepat merasakan lelah. Dari permasalahan tersebut penulis melakukan identifikasi terhadap postur kerja bagian pengambilan bulir dan merancang mesin pengeruk markisa. Metode yang digunakan adalah menggunakan kuisioner NBM dan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) untuk mendapatkan level tindakan terhadap postur operator untuk memperbaiki gerakan tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja pada kegiatan pengambilan bulir dengan cara mengeruk isi buah dari skor RULA yaitu 6 dengan action level 3 artinya investigasi dan perubahan postur kerja harus dilakukan secepatnya.
Pengukuran Beban Kerja pada Divisi Assembling dan Packaging di PT. Jati Jaya Perkasa Mandiri Kabupaten Maros Muhammad Basri; Arminas Arminas; Aulid Rahmat Pangeran
ARIKA Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2023.17.2.100

Abstract

Meningkatnya perkembangan dalam dunia industri saat ini, perusahaan dituntut mampu bersaing dan berkompetisi untuk meningkatan produktivitas. Untuk menunjang peningkatan produktivitas, pekerja harus melakukan aktivitas seoptimal mungkin. Pada PT. Jati Jaya Perkasa Mandiri Maros tidak demikian karena pada divisi Assembling dan Packaging sering terjadi Idle Time. salah satunya terjadi pada proses finger joint, adanya penumpukan kayu karena proses pengerjaan yang lama dan hanya dikerjakan oleh 1 pekerja, Sehingga pada proses pengeleman terkadang menunggu kayu yang siap untuk dilem. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi ketidakseimbangan beban kerja pada pekerja. Oleh karena itu perlu adanya suatu perhitungan beban kerja untuk menyeimbangkan beban kerja pekerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu baku dan nilai beban kerja pada Divisi Assembling dan Packaging di PT. Jati Jaya Perkasa Mandiri Maros. Pada penelitian ini menentukan waktu baku dan penentuan jumlah pekerja pada divisi Assembling dan Packaging dengan menggunakan Stopwatch Time Study. Selanjutnya dilakukan analisa beban kerja setiap pekerja. Apabila terdapat beban kerja terendah atau melebihi 100%, maka dilakukan perubahan jumlah pekerja pada workstation tersebut. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa beban kerja pada divisi Assembling dan Packaging masih belum optimal. Berikut nilai beban kerja pada operator 1,2 dan 3 Workstation Assembling, operator 4 dan 5 Workstation Pengeleman, operator 6,7,8 Workstation Pressing, operator 9,10,11 Workstation Sanding dan operator 12,13,14 dan 15 Workstation Packaging dalam menjalankan kerjanya masing-masing adalah 48,31%, 195,90%, 58,95%, 106,29%, 88,05%, 47,08%, 105,95%, 55,07% dan 51,76%. Maka dari itu dilakukan keseimbangan beban kerja, pada Workstation Assembling dilakukan pemindahan 1 operator dari EK 1a ke 1b sehingga beban kerja pada 1b tidak akan melebihi nilai 100%. Pada Workstation Pengeleman dilakukan penambahan operator sehingga nilai beban kerja yang diterima berkurang. Sedangkan pada Workstation Sanding dilakukan pengurangan 1 pekerja, sehinga beban kerja yang diterima bisa optimal.