Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

RESIKO JENIS PEKERJAAN TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL DISORDERS PADA PERAWAT RUMAH SAKIT Farid Wajdi; Wyke Kusmasari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi resiko cedera rangka otot pada perawat di rumah sakit. Studi dilakukan pada RSUD Serang dengan 173 responden perawat, terdiri dari 37 laki-laki dan 136 perempuan. Kuesioner DMQ (Dutch Musculoskeletal Questionaire) digunakan untuk mengukur faktor-faktor dan gejala resiko cedera rangka otot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase responden mengalami keluhan fisik yang paling banyak diderita perawat adalah keluhan sakit leher (69%), punggung atas (59%), dan bahu (58%). Selanjutnya tingkat usaha untuk melakukan jenis pekerjaan ringan hingga sangat berat diukur dengan skala 1-4 dengan hasil sebagai berikut: mengangkat pasien (mean=2.57, SD=0.771), memindahkan pasien (mean=2.54, SD=0.688), mengangkat alat berat (mean=2.22 ,SD=0.909), membersihkan ruangan (mean=1.94, SD=0.595), berjalan kaki (mean=1.93, SD=0.606), duduk (mean=1.83, SD=0.489), memakaikan baju (mean=1.75, SD=0.081). Hasil pengukuran korelasi Spearman memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada pekerjaan memandikan pasien (S=0.280, Sig.2-tailed=0.000 ) terhadap keluhan punggung atas (p<0.01) dan hasil yang sama pada memindahkan pasien (S=0.208, Sig.2-tailed=0.008 ) terhadap keluhan punggung atas (p<0.01). Sedangkan aktifitas terlalu banyak berjalan kaki (S=-0.167, Sig.2-tailed=0.034 ) signifikan terhadap keluhan leher (p<0.05).
ANALISIS KELUHAN FISIK BIDAN AKIBAT MENOLONG PARTUS Farid Wajdi; Dadi Cahyadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Indonesia, dari 40,7% menjadi 81,25% di tahun 2015, menaikan beban kerja dan resiko pekerjaan yang mengikutinya. Tujuan dari penelitian ini  adalah  untuk mengidentifikasi resiko  fisik  cedera otot  rangka (musculoskeletal disorders)  pada  bidan. Penelitian dilakukan  di  Fasilitas Kesehatan Tingkat I  (Pusat Kesehatan Masyarakat  Kecamatan) di  Kabupaten Serang  dengan  melibatkan  19  orang bidan.  Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner DMQ (Dutch Musculoskeletal Questionaire) untuk  mengetahui gejala  resiko cedera otot  rangka dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden mengalami  keluhan  sakit  leher (84%),  bahu (79%), punggung atas (74%), pinggul (58%), lutut (53%), kaki (47%), punggung bawah (37%), pergelangan tangan (26%), dan siku (11%). Hasil  uji  korelasi Pearson  terhadap tiga keluhan utama yaitu leher, punggung atas, pinggul (kiri dan  kanan), menunjukkan bahwa hanya ukuran tinggi badan responden (P=0.539, Sig.2-tailed=0.018 ) dan lamanya bekerja (P=0.476, Sig.2-tailed=0.039)  yang signifikan terhadap terjadinya keluhan  leher  (p<0.05). Dari hasil studi ini menunjukkan bahwa ketinggian bed  partus  tidak sesuai dengan ketinggian badan bidan sehingga harus dinaikkan ketinggiannya dengan alat bantu agar bidan penolong partus tidak terlalu membungkuk dalam menolong persalinan.   Kata kunci: kuesioner DMQ, biomekanika, ergonomi fisik, MSDs, bidan