Artikel ini menyajikan rancangan dan implementasi kegiatan sosialisasi pemetaan potensi ekonomi desa menggunakan pendekatan diagnostik lima layer: struktur produksi, tenaga kerja dan penghidupan (livelihood), rantai nilai dan pasar, kelembagaan dan tata kelola, serta spasial dan konektivitas wilayah. Kesenjangan antara ketersediaan data potensi desa dan kapasitas aparat desa dalam memanfaatkan data tersebut menjadi masalah yang mendorong kegiatan ini. Dengan mengacu pada Sustainable Livelihoods Framework Scoones, kegiatan sosialisasi dirancang sebagai jembatan pengetahuan yang mentransfer kerangka analisis diagnostik kepada pemangku kepentingan desa secara partisipatif. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus (FGD), pemetaan partisipatif, dan evaluasi pre-test/post-test. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yang melibatkan 31 peserta terdiri atas aparat desa, tokoh masyarakat, ketua kelompok tani, pengelola BUMDes, dan perwakilan perempuan serta pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, teridentifikasinya potensi unggulan dan kendala utama desa di setiap layer, serta tersusunnya rekomendasi program prioritas jangka pendek dan menengah. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata pada penguatan kapasitas perencanaan pembangunan desa yang berbasis bukti dan partisipatif, sejalan dengan amanat UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan program prioritas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal tahun 2026.