Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perancangan Tas Gendong Buruh Tengtengan Di Pelabuhan Penyebrangan Merak Banten Menggunakan Metode Antropometri Agus Trisardi; Yayan Harry Yadi; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.513 KB)

Abstract

Buruh tengtengan yang berada di pelabuhan penyebrangan Merak dalam kegiatan pekerjaannya dapat membawa beban paling ringan 10 kg, yang paling berat mencapai 50 kg dan rata-rata barang mencapai 30 kg. Pengangkatan barang tersebut memiliki resiko potensi cidera Musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini adalah merancang alat bantu tas gendong dengan memanfaatkan informasi Antropometri untuk meminimalisir potensi MSDs pada buruh tengtengan di pelabuhan penyebrangan Merak. Metode yang digunakan yaitu metode Quick Exposure Checklist (QEC). Berdasarkan pengolahan data dihasilkan nilai presentase exposure 71 % - 100 %. Potensi bahaya yang bisa terjadi yaitu iritasi pada urat/sendi , sakit pada siku, tekanan syaraf pergelangan tangan, peradangan pada jari-jari tangan, tekanan pada sistem syaraf , tekanan pada leher. Hasil perancangan tas gendong dengan memanfaatkan informasi data antropometri sebagai berikut : Gendongan belakang terdiri dari : lebar tas 42 cm, tinggi tas 43 cm, panjang penyangga alas bawah 30 cm, lebar penyangga alas bawah 42 cm, dan panjang tali 84 cm . Gendongan depan terdiri dari : panjang tali utama 65 cm, panjang penyangga depan 22 cm, lebar penyangga depan 42 cm, panjang tali penyangga 30 cm, celah leher 16 cm, panjang tali pinggang 80 cm, dan panjang jinjingan 7 cm.
Identifikasi dan Analisa Potensi Bahaya Pada Area Kerja QC HSM Menggunakan Metode HIRA (Hazard Identification And Risk Assessment) di Perusahaan Produksi Besi dan Baja X Ade Sri Mariawati; Lisan Auliya Rizkandini; Nustin Merdiana Dewantari; Yayan Harry Yadi; Aditya Rahadian Fachrur
Journal of Systems Engineering and Management Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v5i1.40393

Abstract

Perusahaan produksi besi dan baja X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi besi dan baja dengan berbagai hasil produk, seperti hot strip coil, cold rolled coil, wire rod, billet, dan slab. Dalam proses produksinya, pengendalian kualitas menjadi aspek penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki mutu yang baik dan mampu bersaing di pasar industri. Oleh karena itu, divisi Quality Control (QC) memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan dan monitoring kualitas produk selama proses produksi berlangsung. Berdasarkan data potensi bahaya perusahaan, aktivitas pada bagian QC Hot Strip Mill (HSM) masih memiliki berbagai potensi bahaya yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya pada area QC HSM menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 39 potensi bahaya yang teridentifikasi pada 8 area kerja utama. Area inspeksi Shearing Line 2 dan inspeksi Skin Pass Mill merupakan area dengan jumlah potensi bahaya terbanyak. Sementara itu, potensi bahaya dengan tingkat risiko tertinggi adalah kebisingan yang termasuk dalam kategori extreme risk. Upaya pengendalian yang direkomendasikan untuk mengurangi dampak kebisingan adalah penggunaan alat pelindung diri berupa ear plug. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada area QC HSM.
Pengaruh temperatur dan pencahayaan alami terhadap performa kognitif dan konsentrasi mahasiswa Zelika Jahrotunnisa; Lovely Lady; Yayan Harry Yadi; Ade Sri Mariawati
Journal of Systems Engineering and Management Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v5i1.41314

Abstract

Lingkungan kerja fisik memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas karyawan. Lingkungan fisik yang tidak sesuai dengan kenyamanan manusia akan mengganggu aktivitas yang dilakukan, Untuk melihat bagaimana pengaruh suhu dan dua jenis sumber cahaya terhadap performansi pekerja maka dilakukan penelitian di laboratorium dengan metode eksperimen yang memungkinkan kontrol terhadap variabel luar. Eksperimen dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah aktivitas kerja guna menilai dampak suhu dan pencahayaan terhadap kinerja kognitif serta konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi responden yang dilihat dari rata-rata waktu reaksi dan skor konsentrasi responden pada kondisi pra kerja dan pasca kerja. Terdapat perlakuan terhadap temperatur dan pencahayaan selama experiment perakitan produk. Penelitian dimulai dengan pengukuran awal melalui tes waktu reaksi dan Concentration Grid Test sebelum responden melakukan pekerjaan perakitan. Saat melakukan pekerjaan responden diberikan tiga kondisi perlakuan berbeda, yaitu lingkungan normal (suhu kondisi normal dan pencahayan buatan), pencahayaan alami dan suhu di atas NAB. Setelah menyelesaikan setiap perlakuan, responden kembali mengisi tes untuk mengukur perubahan waktu reaksi dan konsentrasi.