Otoman Otoman
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemikiran Islam Liberal di Indonesia (Dinamika Perkembangan Tahun 1980-2010) Sintia Aprianty; Mohammad Syawaluddin; Otoman Otoman
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol 2 No 3 (2022): Tanjak : Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v2i3.14029

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan guna menjawab permasalahan terkait diskursus yang terjadi pada pemikiran Islam Liberal di Indonesia baik di awal munculnya, perkembangannya selama kurun waktu tahun 1980 hingga 2010. Penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif dengan sumber yang berasal dari kepustakaan. Pendekatan yang digunakan oleh penulis yaitu historis dan sosiologis. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa perkembangan pemikiran Islam yang bersifat rasional telah muncul pada era Khulaffaurrasyidin, sebagai respon dari perbedaan pendapat umat muslim di akhir masa jabatan Khalifah Ali bin Abi Thalib yang mengakibatkan lahirnya aliran teologi dalam pemikiran Islam. Persentuhan kembali dunia Barat dan Timur melalui kolonialisme dan imperialisme mendorong lahirnya kembali pemikiran rasional dalam Islam. Lahirnya pemikiran Islam Liberal di Indonesia dilatarbelakangi oleh beberapa tokoh yang mengembangkan pemikiran ini sebagai hasil belajar mereka di dunia Barat. Dimana mereka memiliki latar belakang pendidikan yang sama, yaitu berasal dari dunia Barat. Selain itu tantangan modernisasi yang dihadapi umat muslim juga ikut mendorong perkembangan pemikiran ini. Pasca reformasi pemikiran Islam Liberal semakin dikenal, yaitu setelah berdirinya suatu organisasi yang menjadi wadah pergerakan dan pembaharuan dengan mengusung agenda dan aksi-aksinya kepada masyaraat di Indonesia
KH. ALI UMAR THOYYIB (1952-2008) (KONTRIBUSINYA DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI PALEMBANG) Ahmad Fajrul Ihsan; Otoman Otoman
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v3i1.18186

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana kontribusi dari KH Ali Umar Thoyyib dalam perkembangan Islam di Palembang. Kajian dalam tulisan ini membahas secara komprehenshif tentang bagaimana kontribusi KH Ali Umar Thoyyib dalam perkembangan Islam di Palembang, Mulai dari tahun 1952 sampai 2008. Banyak peneliti lain mengkaji tentang ulamaulama yang besar dan cukup dikenal publik, di sisi yang lain bila di telaah lebih jauh kontribusi KH Ali Umar Thoyyib dalam perkembangan Islam juga cukup signifikan, dan selama ini belum ada penelitian yang membahas tentang kontribusi beliau dalam perkembangan Islam di Palembang. Peneliti merasa penting untuk mengkaji bagaimana kontribusi KH. Ali Umar Thoyyib dalam perkembangan Islam Di Palembang, karena ada alasan yang membuat penelitian ini menarik. Yaitu; tentang figur KH. Ali Umar Thoyyib sebagai ulama lokal yang sangat berperan aktif dalam perkembangaan Islam Di Palembang dan selama ini tidak ada pembahasan yang cukup siknifikan tentang beliau. Berpijak dari argumen tersebut maka, pertanyaan besar dari penelitian ini adalah bagaimana kontribusi KH. Ali Umar Thoyyib dalam perkembangam Islam Di Palembang. Guna mengelola data yang didapat guna memperoleh hasil analisis yang maksimal, dalam penelitian ini menggunakan teori peranan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode historis yang bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan objektif dengan mengumpulkan, mengevaluasi serta menganalisa bukti-bukti untuk menguak fakta dan meperoleh kesimpulan yang sangat kuat. Temuan dalam penelitian ini adalah KH. Ali Umar Thoyyib, merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan Islam di Palembang.
Identity of the Malay and Nusantara Islam Society: An Analysis Through Yusuf al-Qaradawi's Islamic Transformation Thought Otoman Otoman; Duski Ibrahim; Endang Rochmiatun
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 20 No. 2: December 2024
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v20i2.23187

Abstract

This article explores the identity of the Malay and Nusantara Muslim societies by analyzing the transformative Islamic thought of Yusuf Al-Qaradawi. Al-Qaradawi’s approach to Islamic reform emphasizes the need to contextualize Islamic teachings, offering a flexible and dynamic interpretation of the faith that aligns with the realities of modern societies. In the context of Malay and Nusantara Islam, this article delved into the interaction between traditional Islamic values, indigenous cultures, and the challenges posed by globalization and modernity. The analysis employs a qualitative research methodology, using a comprehensive literature review of primary sources, such as Al-Qaradawi’s key works on Islamic reform and his commentaries on contemporary Islamic issues. Secondary sources, including scholarly articles and books on Malay and Nusantara Islam, are also analyzed to provide a broader context for his influence in the region. A thematic analysis of key concepts, such as ijtihad (independent reasoning), reform, and the intersection of Islamic teachings with modern social and political realities, forms the backbone of the study. This methodology allows for a critical evaluation of how Al-Qaradawi’s thought contributes to the shaping of Islamic identity in the Malay Archipelago, offering both theoretical and practical insights into the relevance of his ideas for contemporary Muslim societies.