Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Information Technology Analysis Using COBIT 5 Domain DSS in Sub. Bagian Infrastruktur Pertanahan ATR/BPN Kota Bengkulu Arie Vatresia; Ferzha Putra Utama; Sandhy Akmal Nasution
SISFORMA Vol 9, No 1: May 2022
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.745 KB) | DOI: 10.24167/sisforma.v9i1.4337

Abstract

ATR/BPN Kota Bengkulu uses information technology to manage land records, draw plots of land, and to document activities carried out in each area for reporting. In the use of IT, it has not implemented Best Practice and has never been evaluated so that it does not yet know the level of maturity. The purpose of this study is to provide recommendations to the ATR/BPN Kota Bengkulu to report to the center. The framework used in IT analysis is COBIT 5 with a focus on Domain DSS (Delivery, Service and Support). The result of this research is to map the strategic plan of ATR/BPN Kota Bengkulu with IT-Related Goals COBIT 5 with BSC (Balanced Score Card) dimension which gets the domains DSS01, DSS02, DSS03, DSS04, DSS05, and DSS06. And the results of each DSS domain used are DSS01 Manage Operations with a value of 3.75, DSS02 Manage Service Requests and Incidents with a value of 3.63, DSS03 Manage Problems with a value of 3.5, DSS04 Manage Continuity with a value of 3.70, DSS05 Manage Security Services with a value of 3.64 and DSS06 Manage Business Process Control with a value of 3.92. With these results the DSS domain gets a value 3. So that the rounding is done including into Level 4 Predictable Process and recommendations are given to achieve the next criteria, namely Level 5 Optimizing Process.
PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK PENENTUAN BOBOT SAPI MENGUNAKAN METODE SOBEL Asahar Johar; Arie Vatresia; Ruvita Faurina
JUST IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer Volume 12 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/justit.12.2.%p

Abstract

Sapi merupakan komoditas utama penghasil daging yang dikonsumsi masyarakat. Kuantitas dan kualitas daging  yang  dihasilkan oleh  sapi  sangat berkaitan dengan berat badan sapi tersebut. ukuran bobot badan merupakan salah satu indikator ekonomi yang penting dalam peternakan sapi potong. Bobot badan juga sangat berkaitan erat dengan aspek ekonomi lainnya meliputi produksi dan reproduksi. Pertumbuhan ternak umumnya dapat diukur dengan bertambahnya bobot badan sedangkan besarnya badan dapat diketahui dengan mengukur tinggi badan, panjang badan dan lingkar dada.selama ini pengukuran bobot sapi masih mengunakan timbangan konvesional.untuk memudahkan dalam menentukan bobot sapi dibuatlah sebuah aplikasi meentukan bobot sapi mengunakan citra gambar sapi. metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode sobel. Metode sobel di gunakan untuk melakukan deteksi tepi pada citra sapi untuk kemudian dihitung nilai bobot sapi mengunakan rumus schrool. Dari penelitian yang di lakukan telah berhasil dibuat aplikasi menetukan bobot sapi dengan persentase keberhasilan sistem memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,73%. Ada beberapa catatan untuk pengembangan selanjutnya yaitu menambahkan data citra sapi dan mengunkan metode ekstraksi yang lain.
INTEGRASI SPASIAL TERRAIN JALUR TAPAK PADA WISATA RINDU HATI DALAM UPAYA PENINGKATAN INFORMASI BAGI WISATAWAN BERBASIS ECOTOURISM Arie Vatresia; Ferzha Putra Utama; Debby Seftyarizki; Rendra R Rais
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v28i3.38225

Abstract

Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan salah Desa Binaan Universitas Bengkulu, kini menjadi satu tujuan rekreasi berbasis alam. Potensi alam yang beragam menjadi unggulan wisatanya, namun letaknya tidak dalam satu lokasi. Lokasi wisata yang paling dikenal di sini adalah wisata Glamping dan River Tubing, namun masih banyak lokasi wisata lain yang belum diketahui masyarakat secara umum seperti Telaga putri, Batu kapal, Air terjun Supit, Pemakaman Tuanku Gagok dan Raja Pembesar Alam. Kurangnya informasi menjadi latar alasan dalam hal tersebut. Fasilitas umum yang menyediakan informasi, seperti peta, papan informasi wisata, dan flyer di tempat wisata ini masih sangat minim. Berdasarkan pengamatan awal yang telah dilakukan, diketahui bahwa pengelola wisata Rindu Hati belum memaksimalkan integrasi teknologi dalam meningkatkan tujuannya sebagai wisata berbasis ecotourism. Maka dari itu telah ditetapkan bersama mitra (khalayak sasaran) permasalahan prioritas yaitu belum adanya pemetaan jalur dan batas wilayah untuk mengetahui titik point wisata untuk memaksimalkan kegiatan pariwisata di desa Rindu Hati. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dilakukan dengan memetakan lokasi-lokasi wisata yang ada di Desa Rindu Hati dengan menggunakan teknik spatial terrain, yaitu memetakan jalur menuju lokasi wisata dengan optimalisasi jalur yang telah ada berdasarkan data spasial. Diharapkan dengan adanya informasi berupa peta ini, mampu mendatangkan wisatawan pada lokasi-lokasi wisata lainnya di Desa Rindu Hati.
Spatial zonation system with Voronoi diagram and Delaunay triangulation to improve management education Arie Vatresia; Ferzha Putra Utama; Nirwana Nirwana
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 17, No 1: February 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v17i1.20548

Abstract

The zonation system is one of the efforts of the Indonesian Government to improve the quality of education services continuously, but the implementation is still considered less useful. Some areas were still grouped into the different zone from the original. Based on this problem, the solution needed for the zonation mapping of each school so that the apparent zonation limit can be resolved. An application that can map schools in an area based on housing for prospective students is a solution that can be considered at this time. This research showed the implementation of Voronoi diagrams to cluster the area based on the school position within Bengkulu City. The system was also capable of mapping the residential of the student address to match the choice for registration in available secondary school and senior high school. The implementation of the system showed a better result for school zonation over Bengkulu City based on web geographic information system (Web GIS). Furthermore, the comparison analysis over the existing system also showed that the performance of the Voronoi diagram for school zonation the method could solve the problem of the overlapping zonation with Radius method. Three hundred fifty students validated this system to show the performance of this method. The result showed that 72.05% of students matched the first choice, while 27.95% of students matched the second choice. This research showed the analysis of the value of this gap appeared due to the student preferences and school capacity factors.
Implementasi Metode Spatio Temporal Clustering Dengan Algoritma ST-DBSCAN Pada Titik Api Kebakaran Hutan Indonesia (2015-2020) Asahar Johar; Arie Vatresia; Ilham Akbar Donny
Rekursif: Jurnal Informatika Vol 11 No 1 (2023): Volume 11 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rekursif.v11i1.23292

Abstract

Berdasarkan rekapitulasi luas kebakaran hutan dan lahan (Ha) dari 34 provinsi di Indonesia tahun 2015 sampai dengan 2020 menujukan total luas kebakaran hutan mencapai 5.641.337 Ha. Titik api adalah jumlah kejadian kabakaran lahan atau hutan yang terjadi di permukaan bumi, titik api juga dijadikan suatu indikator terjadinya kebakaran hutan atau lahan. Clustering merupakan suatu metode pencarian data yang bersifat mining dan mengelompokkan data yang memiliki karakteristik yang sama. ST-DBSCAN merupakan metode clustering yang dapat mengelompokkan titik api berdasarkan jarak dan waktu dari data tersebut. Berdasarkan hasil pengujian titik api yang dilakukan mengguanakan ST-DBSCAN dengan data titik api Indonesia dari Tahun 2015 sampai dengan 2020. Di pulau jawa dari tahun 2015 sampai dengan 2020 terdapat 144 cluster, 384 cluster di pulau Kalimantan, 59 cluster di pulau NTB, 121 cluster di NTT, 233 cluster di Papua, 389 cluster di Pulau Sulawesi, dan 210 di Pulau Sumatra. Sehingga jumlah cluster di seluruh indonesia dari tahun 2015 sampai dengan 2020 terdapat 1.540 total cluster.