Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Kronologi

PERKEMBANGAN TARI RENTAK KUDO DI KECAMATAN HAMPARAN RAWANG TAHUN 1990-2020 Arief Rizki Pratama; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.972 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i3.197

Abstract

This study examines the Rentak Kudo Dance Art which is a traditional dance art located in Hamparan Rawang District. This dance has grown rapidly since 1990 until now. This study aims to explain the developments that occurred in the art of Rentak Kudo starting from its initial popularity in 1990 until 2021. This study uses the Historical research method with Steps; Heusristics, Source Criticism, Data Interpretation, and Historiography. The results of this study indicate that the art of Rentak Kudo Dance underwent significant changes in terms of meaning, procedures, clothing, timing, and musical instruments used in accompanying the performance of Rentak Kudo. In its development, Rentak Kudo art was popularized by one of the figures called Tuke Ngasiuh, namely Mrs. Ruwaida from Tanjung Village, Hamparan Rawang District, who began to popularize Rentak Kudo in various arts and traditional events since 1990 until, entering the early 2000s with the development of increasingly advanced technology Rentak Kudo began to experience changes in various aspects
USAHA KULINER TRADISIONAL : “PINUKUIK” IBU ENGGI DI BATANG KAPEH (1989-2020) Najmi Najmi; Vinny Dwi Putri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.226 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.304

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Usaha Kuliner Tradisional Pinukuik Ibu Enggi Di Batang Kapeh Tahun 1989-2020. Permasalahan yang penulis angkat adalah apa yang melatar belakangi munculnya Usaha Kuliner Tradisional Pinukuik Ibu Enggi di Batang Kapeh tahun 1989-2020 dan perkembangan usaha kuliner serta strategi pemasaran yang dilakukannya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode sejarah yaitu: (1) heuristik, ialah mengumpulkan data dari sumber lisan dan tulisan. Dimana data ini diperoleh melalui wawancara dengan informan dari pegawai usaha Pinukuik Enggi di Batang Kapeh dan pemilik usaha pinukuik ini, (2) kritik sumber, dengan membuktikan apakah sumber tersebut telah dapat digunakan, (3) interpretasi data yang telah dikumpulkan, (4) historiografi yaitu menulis penelitian ilmiah berupa skripsi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa usaha Pinukuik Ibu Enggi mengalami perkembangan pada tahun 1989-2019 dengan strategi penjualan ke wisatawan yang datang dan bertahan sampai tahun 2020 walaupun terkena dampak dari pandemi. Untuk menimalisir kerugian Ibu Enggi mengurangi teanaga kerja. Hal ini agar usahanya tetap berjalan dengan baik. Kata Kunci : Usaha, Kuliner, Tradisional, Pinukuik Enggi
Perusahaan Bus A.N.S (1970-2020) Hardian Nofero; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.113 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.313

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang sejarah perusahaan bus A.N.S dalam bidang transportasi angkutan darat, termasuk salah satu perusahaan otobus terbesar di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian sejarah dengan langkah yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan bus ANS didirikan oleh H. Anas St. Jamaris sejak tahun 1970, perusahaan milik keluarga mampu bertahan dan eksis saat ini. Sebelumnya nama bus ini adalah Sangsaka dan Pantjabakti. Perkembangan perusahaan bus ANS mengalami tiga tahap, Awal berdiri (1970-1975), Masa berkembang (1975-1998), Masa strategi pelayanan (1998-2020). Pada tahun 1998 perusahaan mengalami pasang surut saat krisis moneter, Sehingga tarif angkutan dan suku cadang semakin mahal, tarif pesawat murah awal tahun 2000, kemunculan angkutan travel dan minibus. Akibatnya penumpang beralih kepada angkutan travel dan pesawat terbang karena lebih efisien. Tahun 2018 H. Anas St. Jamaris sebagai pimpinan mengembangkan perusahaan dengan cara melakukan peremajaan unit bus, membeli unit bus baru dan sistem pembelian tiket bus secara online. Seiring berjalannya waktu H. Anas St. Jamaris melebarkan sayap usahanya, usaha tersebut diantaranya SPBU dan Hotel.
Kerajinan tas perempuan di desa paringgonan kecamatan ulu barumun kabupaten padang lawas 2016-2021 Martina Suryanami Siregar; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i2.469

Abstract

AbstrackThis study discusses women’s bag crafts in Paringgonan Village, Ulu Barumun District, Padang Lawas Regency. The purpose of this study is to determine the effect of women’s bag crafts on the economic in Paringgonan Village. This study uses historical research methods that go throught 4 stages namely, (1) heuristics is the collection of data related to the object of research in the form of primary data and secondary data, (2) source criticism in the form of internal criticism and external criticism, (3) interpretation, namely the interpretation stage of the sources that have been selected, and the stage (4) historiography is writing the results of research. The results showed that the exixtence of women’s handicrafts in Paringgonan Village originated from the idea of Mrs. Sumarni who works as an elementary school teacher. Then she formed a group of craftsmen to delelop crafts and increase income for craftsmen.Keywords: Bag crafts, WomenAbstrakPenelitian ini membahas tentang Kerajinan Tas Perempuan di Desa Paringgonan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kerajinan tas perempuan terhadap perekonomian di Desa Paringgonan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang melalui 4 tahap yaitu, (1) heuristik adalah pengumpulan data yang berkaitan dengan objek penelitian yang berupa data primer dan data sekunder, (2) kritik sumber berupa kritik interen dan kritik eksteren, (3) interpretasi yaitu tahap penafsiran terhadap sumber-sumber yang telah diseleksi, dan tahap (4) historiografi yaitu penulisan hasil dari penelitian. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa adanya kerajinan tas perempuan di Desa Paringgonan berawal dari ide Ibu Sumarni yang berprofesi sebagai guru SD, mengalami perkembangan dan sangat berpengaruh bagi perekonomian di Desa Paringgonan Kata kunci: Bag crafts, Perempuan
Wisata Pendukung Kawasan Wisata Religi Makam Syekh Burhanuddin Di Ulakan Kabupaten Padang Pariaman: Green Talao Park (2020-2022) Nadia Husna; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i4.527

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Wisata Pendukung Kawasan Wisata Religi Makam Syekh Burhanuddin Di Ulakan Kabupaten Padang Pariaman :Green Talao Park (2020-2022). Permasalahan yang penulis angkat adalah Bagaimana latar belakang dan perkembangan wisata pendukung Green Talao Park terhadap wiata religi Makan Syekh Burhanudddin, dan Bagaimana dampak perkembangan wisata religi Makam Syekh Burhanuddin & wisata pendukung Green Talao Park terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini termasuk peelitian deskripstif kualitatif menggunakan metode sejarah yaitu: (1) Heuristik (2) Kritik sumber (3) interpretasi (4) Historiografi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kawasan Destinasi Ekowisata dan Edukasi Green Talao Park secara tidak langsung sudah menjadi wisata pendukung bagi Kawasan wisata religi Makam Syekh Burhanuddin, denga adanya peraturan nagari(Perna) Ulakan yang membuat 2 kawasan wisata ini saling terkoneksi satu sama lain serta masing-masing pengurus wisata juga saling mempromosikan secara langsung ke pengunjung satu sama lain dalam mengembangan kawasan wisata
Upaya MTsS Syekh Ibrahim Harun Tiakar Dalam Mempertahankan Eksistensinya 2000-2021 Muhammad Nur Fuad; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i4.550

Abstract

This research is a historical research on the efforts of Sheikh Ibrahim Harun Tiakar's private Tsawiyah (MTsS) adrasa in maintaining its existence. The purpose of this study is to explain how the background of the emergence of Mtss Syekh Ibrahim Harun Tiakar from Pondok Pesantren to Mtss Syekh Ibrahim Harun Tiakar. And the efforts of Mtss Sheikh Ibrahim Harun in maintaining its existence in 200-2021. The method used in this study is the historical method which consists of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Syekh Ibrahim Harun Tiakar Private Madrasah Tsawiyah (MTsS) Is a madrasa of pride for the Tiakar community during the Dutch period which was formerly called "Surau Bomban" which was founded by Buya Sheikh Ibrahim Harun on March 1, 1929. However, after Buya Sheikh Ibrahim Harun died there was a setback in " Surau Bomban” until it finally stopped completely in 1998. On September 17, 1999, community leaders gathered to revive the Madrasah that was once the pride of the Tiakar community. Over time, the number of enthusiasts at MTsS Sheikh Ibrahim Harun Tiakar has increased rapidly until now. Efforts made by MTsS Sheikh Ibrahim Harun Tiakar in maintaining its existence are, promoting, improving the quality of educators, improving the quality of learning, and channeling students' interests and talents according to students' abilities.
Kehidupan Sosial Ekonomi di Nagari Parik Malintang Sebagai Ibukota Padang Pariaman (2008-2020) Miftahul Khairatul Syur'an; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i4.558

Abstract

Nagari Parik Malintang has been governmental centre since 2008 and brings many changes include socio-economical life there. This paper describe these changes and interferences from Regency’s government of Padang Pariaman, using historical method. Results show that establishing Nagari Parik Malintang as a new capital of Padang Pariaman have brought great influences for socio-economical activities there. Eace year an increase occurs from the economic sector, marked by increase in income for the society, as this economic increase has an impact on the social level of the community. Attentions from the government to the development and progress of Parik Malintang can be seen from the regional assistance to reduce poverty, the 2009 earthquake disaster assistance, the development of basic, physical needs services, empowerment and community development, as well as compensation related to the construction of the new capital.
Nadiani Saridin: Eks-Gerwani dan Ketua Umum YPKP 1965 Sumatera Barat (2002-2021) Alberthus Alberthus; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.336

Abstract

Artikel ini merupakan kajian biografi yang menggambarkan perjalanan hidup Nadiani Saridin sebagai ketua umum YPKP 1965 di Sumatera Barat dimulai dari berdirinya tahun 2002 hingga sekarang 2021. Biografi ini pantas ditelusuri karena keingintahuan penulis tentang perjalanan hidup Nadiani Saridin serta tujuan dan dinamika apa saja yang dilalui oleh Nadiani Saridin. Akan tetapi perjalanan dan kiprahnya tersebut tidak banyak orang yang mengetahuinya terutama di Sumatera Barat. Fokus penelitian ini mengkaji bagaimana latar belakang ataupun perjalanan Nadiani Saridin hingga sampai menjadi ketua umum YPKP 1965 di Sumatera Barat serta apa saja aktivitasnya sebagai ketua umum YPKP 1965 di Sumatera barat. Penulisan biografi Nadiani merupakan biografi tematis yaitu penulisan biografi yang ditekankan pada tema-tema tertentu, yaitu dengan memfokuskan pada sebagian dari hal-hal penting dari kehidupan si tokoh, dengan penekanan kepada latar belakang Nadiani Saridin menjadi seorang ketua umum YPKP 1965 di Sumatera Barat serta apa saja aktivitas ataupun tugas-tugas Nadiani Saridin didalamnya khususnya di Sumatera Barat. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (yang terdiri dari kritik ekstern dan intern) interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Nadiani Saridin selaku Ketua Umum YPKP 1965 Sumatera Barat mengatakan bahwa YPKP 1965 Sumatera Barat merupakan sebuah yayasan yang memiliki fokus dalam melakukan penelitiannya terkait pelanggaran HAM berat pada peristiwa 1965/1966 serta upaya pendampingan terhadap para korban di Sumatera Barat yang terkena dampak dari adanya peristiwa tersebut agar mendapatkan kembali hak-hak mereka. Sejak berdirinya YPKP 1965 Sumatera Barat, Nadiani menjelaskan untuk selalu melakukan penyelidikan dan penelitian di Sumatera Barat terkait dengan peristiwa kekerasan 30 September. Dalam melakukan penelitiannya, Nadiani Saridin mengunjungi berbagai daerah, antara lain: Agam/Bukittinggi, Pesisir Selatan, Pariaman/Padang Pariaman, Padang, Tanah Datar, 50 Kota/Payakumbuh, Kab.Solok/Solok, Sawahlunto, Sijunjung, Padang Panjang Dan Pasaman.
Pembangunan kembali Istano Basa Pagaruyung dan Proses Pengelolaannya Setelah Kebakaran (2007-2021) Anisa Anisa; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.546

Abstract

This study discusses the Rebuilding of Istano Basa Pagaruyung and its Management Process After Burning (2007-2021). The purpose of this study is to find out how the government's efforts in managing Istano Basa Pagaruyung after the fire started from rebuilding and tourism potential owned by Istano Basa Pagaruyung, namely the attraction of Istano Basa Pagaruyung, Istano Basa Pagaruyung facilities, access to Istano Basa Pagaruyun. This study uses the historical method through four stages of research, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. From the discussion, it can be seen that, (1) Efforts made by the government in rebuilding Istano Basa Pagaruyung include the formation of a committee, collecting funds from individual/institutional donations, donations of demand deposits, insurance funds, donations from Regents/Mayors throughout West Sumatra. , and grant assistance from the West Sumatra Regional Government, (2) the management carried out by DISPASPORA from 2007-2021 are: (1) Facilities (Amenities) of Istano Basa Pagaruyung, (2) Access (Accessibility) of Istano Basa Pagaruyung, (3) Hospitality (Ancellery), (4) performances (Attractions).
Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Nasi Kapau Di Los Lambuang Bukittinggi (1987-2020) Fadel Marta Al Amien; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.577

Abstract

Skripsi ini membahas tentang kehidupan sosial ekonomi pedagang nasi Kapau di Los Lambuang Bukittinggi (1987-2020). Permasalahan pada penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Menjelaskan latar belakang pedagang mulai berdagang di Los Lambuang Bukittinggi dari tahun 1987-2020 2) Mendeskripsikan kondisi kehidupan sosial ekonomi pedagang nasi Kapau di Los Lambuang Bukittinggi dari tahun (1987-2020). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Adapun latar belakang pedagang berdagang di kawasan Los Lambuang bermula dimana pada awalnya pedagang nasi Kapau yang pada awalnya berdagang secara bajojo sehingga pada tahun 1987 para pedagang mulai berpindah ke Los Lambuang dan mulai menempati Los Lambuang sekitar tahun 1987. Pada tahun awal ini pedagang nasi Kapau yang menempati Los Lambuang ada sekitar 8 orang pedagang dengan diikuti beberapa poedagang kuliner lainnya seperti Katupek Pical dan Cindua Langkok. Seiring pada perkembangannya telah terjadi perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi para pedagang dilihat dari beberapa indikator sosial ekonomi mereka, terutama bagi pedagang yang mampu membuka cabang usaha mereka mereka, dimana perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial ekonomi pedagang nasi Kapau jauh lebih baik dari sebelumnya.