Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Neo-Bis

PENGARUH NILAI PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP PERATAAN LABA DI SEKTOR PERBANKAN Robiatul Auliyah; Yolanda Zulia Zaputri; Rita Yuliana
Neo-Bis Vol 11, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v11i2.3361

Abstract

The aim of the research is to find empirical evidence of firm value, growth company and auditor reputation toward income smoothing taken by banking company listed in Indonesia Stock Exchange. Detection of income smoothing in this study using Eckel Index.The research pupulation is companies listed in Indonesia Stock Exchange arround 2013 to 2016. The sampels were taken using purposive sampling method. The analysis tecnique used on this study is binary logistic regresion using SPSS version 2.1.The results show that, (1) firm value have effect toward income smoothing, (2) growth company have effect toward income smoothing, and (3) auditor reputation have no effect toward income smoothing.The coefficient of determination in this study is 0,170, which means 17% of income smoothing is influenced by independent variables studied, the rest is explained by other variables. This study shows that there are many other variables not examined in this study may explain income smoothing.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris pengaruh nilai perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan reputasi auditor terhadap perataan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Deteksi perataan laba pada penelitian ini menggunakan Indeks Eckel. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar diBEI periode 2013-2016, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik menggunakan program SPSS versi2.1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) nilai perusahaan berpengaruh terhadap perataan laba, (2) pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap perataan laba, dan (3) reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah 0,170 yang berarti 17% praktik perataan laba dipengaruhi oleh variabel independen yang diteliti, selebihnya dijelaskan oleh variabel lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini dapat menjelaskan perataan laba.
MENGURAI POTRET PEMBIAYAAN RAHN Robiatul Auliyah
Neo-Bis Vol 10, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v10i2.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang potret pembiayaan rahn emas di pegadaian syariah X di Bangkalan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan yang diambil sebanyak dua orang yaitu kepala cabang dan seorang nasabah. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara tidak terstruktur untuk menggali informasi secara mendalam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pegadaian syariah cabang X di Bangkalan dalam memberikan pembiayan telah berpedoman pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas. Transaksi yang telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 26/DSN-MUI/III/2002   adalah: a) akad yang digunakan di Pegadaian Syariah cabang X Bangkalan adalah ijarah, sehingga biaya penyimpanan barang (marhun) yang dibayarkan berdasarkan akad ijarah; b) Biaya ongkos dan penyimpanan barang (marhun) ditanggung oleh penggadai (rahin) berdasarkan pada pengeluarannya; c) Keputusan lelang di lihat dari hasil pendapatan lelang setelah dikurangi dengan kewajiban nasabah maka sisanya menjadi hak nasabah; d) Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrase Syari’ah. Dibalik itu, ada fenomena tentang kurangnya pemahaman dari pegawai Pegadaian Syariah tentang aturan-aturan pembiayaan syariah. Hal ini dibuktikan dengan karyawan yang bekerja disana bukan berlatar belakang pendidikan ekonomi/keuangan syariah sehingga membutuhkan waktu untuk melakukan training.