Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Ekuilibrium

Analisis Usahatani Kopi Rakyat di Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Selvi shendia Pusfitasari; Herman Cahyo Diartho; Rafael Purtomo Somaji
Jurnal Ekuilibrium Vol 2 No 1 (2018): JEK Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pertanian pada dasarnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang berupa pangan, sandang, papan, dan lingkungan sehat melalui pengelolaan produktif sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya kultural, sumberdaya kapital dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skala usaha, dan efisiensi biaya usahatani kopi di Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda dengan model Cobb – Douglas. Untuk menghitung pendapatan petani kopi penelitian ini menggunakan analisis pendapatan R/C Ratio. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari para petani kopi di Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi kopi secara signifikan pada taraf signifikan 5% adalah luas lahan dan biaya tenaga kerja dan fungsi produksi berada dalam kondisi increasing return to scale. Dari hasil perhitungan pendapatan petani kopi mendapatkan hasil sebesar Rp Rp 32.250.000/thn dan nilai dari R/C Ratio menunjukkan R/C Ratio > 1 yang artinya usahatani kopi yang dilakukan layak atau menguntungkan untuk dijalankan.
Perencanaan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Potensi Di Kabupaten Bondowoso Herman Cahyo Diartho
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 1 (2017): JEK Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis keragaan relatif tingkat perkembangan desa di KabupatenBondowoso sehingga dapat ditentukan peringkat pemukiman atau wilayah dan kelembagaan atau fasilitaspelayanan. Asumsi yang digunakan adalah bahwa wilayah yang memiliki ranking tertinggi adalah lokasi yangdapat menjadi pusat pelayanan. Metode skalogram adalah dengan penentuan Indeks Perkembangan Desa (IPD).Model analisis inilah yang digunakan dalam penelitian ini. Penghitungan IPD dilakukan dengan melakukanfaktor koreksi untuk setiap data yang digunakan. Faktor koreksi antara lain luas wilayah, jumlah penduduk,jumlah rumahtangga atau dilakukan invers pada variabel tertentu. Analisis skalogram ini didasarkan padafasilitas yang dimiliki desa.Hasil penelitian ini menjelaskan, bahwa : Kawasan perdesaan di wilayah Kabupaten Bondowoso mempunyaibeberapa klasifikasi perkembangan desa yang menunjukan terdapat adanya kegiatan pembangunan yang belummerata di perdesaan, yaitu : (a). Keragaan relatif tingkat perkembangan desa di Kecamatan Tamanan denganpotensi ekonomi kreatif menghasilkan tiga hierarki, yaitu (1). Kelompok Hierarki I (Desa Tamanan, Sukosaridan Wonosuko), (2). Kelompok Hierarki II (Desa Karangmelok, Kemirian, dan Sumberkemuning) dan (3).Kelompok Hierarki III (Desa Mengen, Sumberanom dan Wonosuko). (b). Keragaan relatif tingkatperkembangan desa di Kecamatan Wonosari dengan potensi agribis padi organik menghasilkan tiga hierarki,yaitu (1). Kelompok Hierarki I terdiri dari (Desa Wonosari, Desa Traktakan dan Desa Sumberkalong), (2).Kelompok Hierarki II terdiri dari (Desa Kapuran, Desa Pasarejo, Desa Tumeng, Desa Lombok Kulon dan DesaLombok Wetan) dan (3). Kelompok Hierarki III terdiri dari (Desa Tangsil Wetan, Desa Jumpong, DesaPelalangan dan Desa Bendoarum).(c). Keragaan relatif tingkat perkembangan desa di KecamatanSumberwringin dengan potensi agribis kopi rakyat menghasilkan tiga hierarki, yaitu (1). Kelompok Hierarki Iterdiri dari (Desa Sumbergading), (2). Kelompok Hierarki II terdiri dari (Desa Sukorejo dan DesaSukosarikidul) dan (3). Kelompok Hierarki III terdiri dari (Desa Tegaljati dan Desa Rejoagung) dan (d).Keragaan relatif tingkat perkembangan desa di Kecamatan Binakal dengan potensi agroindustri tape dan ikanair tawar menghasilkan tiga hierarki, yaitu (1). Kelompok Hierarki I (Desa Sumbertengah dan Bendelan), (2).Kelompok Hierarki II (Desa Jeruk Soksok, Binakal dan Baratan) dan (3). Kelompok Hierarki III (DesaGadingsari, Sumber Waru, Kembangan).
Peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan Terhadap Usahatani Kopi Di Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember siti nur aini; Herman Cahyo Diartho; Regina Niken Wilantari; Riniati Riniati
Jurnal Ekuilibrium Vol 5 No 1 (2021): JEK Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasing pressures on the livelihood needs of forest village communities so that utilization of forest resources is also increasing which leads to the destruction of existing forest resources, therefore the government through Perhutani issued a policy to maintain forest sustainability and issued a Community Forest Management Program (PHBM) is forest management system carried out jointly with the sharing of results between Perhutani and forest village communities and interested parties to achieve common interests so that the sustainability of forest functions and the benefits of forest resources can be obtained optimally. To be able to implement the rights and obligations of Community Forest Management (PHBM) the forest village community formed a community organization called the Forest Village Community Institution (LMDH) whose members were required to be a community residing in the village ofkalkalong. Forest management under stands will have an impact on the area which is caused is a reduction in labor unemployment and increase income for forest village communities who use the land under stands for coffee farming in the Bulkkalong Village, Bangsalsari District, Jember Regency.
Biaya Transaksi Tebu Rakyat Herman Cahyo Diartho
Jurnal Ekuilibrium Vol 6 No 1 (2022): JEK Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jek.v6i1.31320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh luas lahan, kerja, jarak-sawah, produksi, umur, dan total biaya transaksi terhadap penerapan kemitraan usaha tani tebu rakyat di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan data primer dari sampel sebanyak 70 responden. Para responden yang dipilih adalah petani tebu yang menerapkan kemitraan lebih dari satu kali musim tanam dan petani tebu yang menerapkan kemitraan hanya satu kali musim tanam di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Metode analisis yang digunakan adalah Binary Logistic Regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produksi dan variabel jarak berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel kerja dan total biaya transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan kemitraan usaha tani tebu rakyat di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Sementara variabel lainnya seperti luas lahan dan umur tidak berpengaruh terhadap penerapan kemitraan usaha tani tebu rakyat di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo
Analisis Produksi Padi Di Desa Selodakon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember Rakryan Hanung Waskito; Herman Cahyo Diartho; Duwi Yunitasari
Jurnal Ekuilibrium Vol 5 No 1 (2021): JEK Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice is one of the result of agriculture from food crop sub sector. Rice is the most important food crop for human being, especially the people of Indonesia. Rice is a food source of carbohydrate and contains nutriens that are needed by human body. Tanggul Subdistrict is one of the district rice harvesters in Jember Regency, East Java. This research aims to analyze rice production produced in tanggul subdistrict, jember regency. Variables used in this research are land area, labor, fertilizer, and pesticide. To support the data in this study using primary data. Analytical method used is the Cobb - Douglas production function, to facilitate the estimation of the equation is expanded generally and coverted to multiple linear form. Based on the result of analysisof land area variables, labor, fertilizer, and pesticide have a positive and significant effect on rice production in Tanggul Subdistrict, Jember Regency, East Java.
Infrastruktur Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Aisah Jumiati; Herman Cahyo Diartho
Jurnal Ekuilibrium Vol 6 No 1 (2022): JEK Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jek.v6i1.31321

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan perekonomian suatu negara. Untuk meningkatkan perekonomian tersebut, salah satunya bisa dilakukan dengan mengembangakan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara inbound tourism dan infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menganalisis respon pertumbuhan ekonomi akibat adaya goncangan pada variabel inbound tourism dan infrastruktur jalan di Indonesia selama periode 1988-2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah vector autoregression (VAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jangka panjang tourist arrivals, tourism receipts, dan infrastruktur jalan secara signifikan berpengaruh terhadap pertumbuha ekonomi, sedangkan pada jangka pendek hanya tourism receipts dan infrastruktur jalan yang secara signifikan berpengaruh. Pada jangka panjang tourist arrivals dan tourism receipts berpengaruh positif sedangkan infrastruktur jalan berpengaruh negatif. Selanjutnya, pada jangka pendek tourism receipts berpengaruh negatif dan infrastruktur jalan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian, variabel tourist arrivals dan infrastruktur jalan tidak memiliki hubungan kausal dengan pertumbuhan ekonomi, namun terdapat hubungan kausal searah dari tourism receipts ke pertumbuhan ekonomi. Impuls response function menunjukkan PDB merespon negatif dari adanya goncagan yang terjadi pada inbound tourism, sedangkan respon positif ditunjukkan oleh PDB apabila terjadi goncangan pada infrastruktur jalan.