Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN LOKASI POTENSIAL PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN PESAWARAN DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Nadian Maretta; Citra Dewi; Fauzan Murdapa; Eko Rahmadi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v5i3.33

Abstract

Pesawaran District, as a new district which was established in 2007, has experienced a rapid growth in population. As the population increases, housing and residential land needs will increase. Therefore, there should be a careful planning in determining the location of housing and settlement development in Pesawaran District. This study aims to: 1) Know the weight for each parameter used in determining the level of potential for a land for the development of housing and residential areas with method AHP 2) Know the potential level of land in Pesawaran District for the development of housing and settlements. The method used is AHP (Analytic Hierarchy Process), while the method by spatial analysis using GIS (Geographic Information System).The results of the study with AHP calculations show that the most dominant parameter is accessibility. The reason is, accessibility will affect the ease of transportation services and affordability of distance. The results of the analysis using GIS resulted in 5 potential locations for the development of residential and residential areas in Pesawaran District which are very potential (13456.50 ha), potential (47941.61 ha), quite potential (47362.11 ha), less extensively potential (16107.09 ha), and no potential (8251.13 ha).
PENENTUAN DAERAH RAWAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Iffa Ocktafia Supriadi; Citra Dewi; Eko Rahmadi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.632 KB)

Abstract

Kota Bandar Lampung menurut data dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, kota ini merupakan daerah yang memiliki jumlah penyalahgunaan narkoba yang paling banyak dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk penentuan daerah rawan penyalahgunaan narkoba di Bandar Lampung menggunakan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan yaitu scoring, pembobotan parameter menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan overlay seluruh parameter yang mempengaruhi suatu wilayah rawan terjadinya penyalahgunaan narkoba. Penerapan teknik overlay menggunakan sistem informasi geografis. Parameter yang digunakan yaitu kepadatan penduduk, tingkat kemiskinan, daerah kumuh, tingkat kriminalitas, tingkat pendidikan (tamatan), jenis pekerjaan, tingkat perceraian dan jarak ke terminal. Hasil perhitungan parameter menunjukkan tingkat kriminalitas adalah parameter yang paling dominan dengan bobot 25%, tingkat kemiskinan 17%, jenis pekerjaan 14%, kepadatan penduduk 12%, tingkat pendidikan 12%, jarak ke terminal 8% serta daerah kumuh dan tingkat perceraian memberi kontribusi terkecil dengan bobot 6%. Berdasarkan hasil analisa menunjukkan bahwa daerah yang termasuk kategori sangat tinggi menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba terdapat pada 32 kelurahan, kategori rawan terdapat 36 kelurahan dan cukup rawan terdapat 58 kelurahan. Dengan luas wilayah untuk tingkat sangat rawan 4032,207963 Ha (21,94%), rawan yaitu 5471,04702 Ha (29,78%) dan cukup rawan 8872,430536 Ha (48,28%). Kata Kunci: Penyalahgunaan Narkoba, Daerah Rawan, SIGDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.24186 Full Text:PDF (BAHASA INDONESIA) ReferencesDona, F. M., Setiawan, S. (2015). Pemodelan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kriminalitas di jawa timur dengan analisis regresi spasial. Jurnal sains dan seni ITS.Drs. Tricahyono N.H.,M.Si dan Siti Dahlia, S.Pd.,M.Sc. 2017. Buku Ajar Sistem Informasi Geografis Dasar. Jakarta : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.Nadian Maretta. 2019. Kajian Lokasi Potensial Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Kabupaten Pesawaran Dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) . Universitas Lampung.Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2018 Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas TerhadapPerumahan umuh dan Permukiman KumuhPuslitdatin BNN RI dan Pulitkes UI. 2017. Hasil Survei Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2017 BNN RI dan Pulitkes UI. Jakarta : BNN RI.Rahman, A. (2008). Penentuan Kriteria Yang Paling Berpengaruh Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Di CV. Rimba Sentosa Sukoharjo.(Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).Riyanto, P. EP, Hendi Indelarko. 2009. Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Berbasis Desktop dan Web, Yogyakarta: Penerbit Gava Media.Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM. Pengantar Dasar-Dasar Statistika. Politeknik Kesehatan Surakarta.Setyaningrum, P., Giyarsih, S. R. (2012). Identifikasi tingkat kerentanan social ekonomi penduduk bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta terhadap bencana lahar Merapi. Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta. Jurnal Bumi Indonesia.Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan RD. Bandung : PT. Alfabet. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.Wibisono, Ari. 2009. Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan daerah Rawan Kriminalitas di Polresta Kepolisian Resort Kota Surabaya Timur. Surabaya : ITS Surabaya.
Analisis potensi daerah resapan air di Kabupaten Pringsewu - Propinsi Lampung Dessi Natalya Simanjuntak; Eko Rahmadi; Citra Dewi
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 26 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v26i1.52

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi resapan air di daerah dareah yang ada di Kabupaten Pringsewu di Propinsi Lampung. Kawasan resapan air sendiri sangat penting bagi Kabupaten Pringsewu untuk menanggulangi banjir maupun kekeringan. Oleh karena itu, maka dilakukan pemetaan dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Sedangkan untuk menentukan nilai harkat bobot masing-masing parameter, digunakan metode analytichal hierarchy process (AHP). Selanjutnya,  penentuan kawasan daerah resapan air menggunakan metode scoring, pembobotan dan overlay dengan menggunakan lima parameter yaitu tutupan lahan, curah hujan, jenis tanah, kelerengan dan formasi batuan, serta dilakukan validasi di lapangan dengan hasil sudah cukup valid atau daerah resapan air dapat diterima, dengan faktor yang paling berpengaruh adalah tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Pringsewu termasuk dalam daerah yang berpotensi sebagai daerah resapan air karena  50% luasannya masuk kedalam tingkat berpotensi sebagai daerah resapan air. Luasan terbesar untuk tingkat berpotensi sebagai daerah resapan air berada di Kecamatan Pagelaran Utara yaitu sebesar 17%, sedangkan untuk luasan terkecil pada tingkat berpotensi sebagai daerah resapan air berada di Kecamatan Banyumas sebesar 2.3%.
ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DAN KETERDEKATANNYA TERHADAP FASILITAS KESEHATAN DI KABUPATEN TANGGAMUS Wulan Hapiparsyah Putri; Eko Rahmadi; Rahma Anisa
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Lampung menunjukkan tren peningkatan angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan. Kabupaten Tanggamus menghadapi peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan dalam tiga tahun terakhir dengan rata-rata kenaikan sekitar 15% per tahun. Meskipun beberapa penelitian terkait kecelakaan telah dilakukan, analisis spasial mengenai lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Tanggamus masih terbatas. Selain itu, keterdekatan fasilitas pelayanan Kesehatan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan penanganan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran lokasi rawan kecelakaan menggunakan metode Z-Score serta menilai keterdekatan dan rute tercepat menuju fasilitas kesehatan menggunakan Network Analyst (Service Area dan Closest Facilities) Data yang digunakan meliputi data kecelakaan lalu lintas, data jaringan jalan, dan data fasilitas kesehatan. Metode Z-Score digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan kecelakaan berdasarkan jumlah insiden di setiap titik. Selain itu, Network Analyst – Service Area dan Closest Facilities diterapkan untuk menilai kedekatan dan waktu tempuh fasilitas Kesehatan.Acuan yang digunakan adalah batas waktu ideal 10 menit sesuai konsep golden time WHO sebagai standar penanganan gawat darurat Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat 10 titik rawan kecelakaan, tahun 2023 menurun menjadi 6 titik, dan tahun 2024 meningkat menjadi 18 titik. Nilai Z-Score tertinggi sebesar 3,70 terdapat pada Jl. Umum Pekon Tekad (Pulau Panggung). Sebagian besar lokasi di wilayah tengah memiliki waktu tempuh ≤10 menit, sedangkan wilayah barat dan utara mencapai >10 hingga 55 menit, menunjukkan bahwa jarak dan kondisi jalan berpengaruh terhadap tingkat kerawanan dan kecepatan penanganan korban kecelakaan. Kata kunci: Fasilitas Kesehatan, Kabupaten Tanggamus, Network Analisis, Rawan Kecelakaan, Z-Score
Analisis Spasial Keterjangkauan Layanan Fasilitas Kesehatan Dengan Pemodelan Network Analysis (Studi Kasus: Layanan Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Kalianda, Kecamatan Penengahan, dan Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan) Nisrina Amanda Rizky; TIka Christy Novianti; Eko Rahmadi
Journal Of Plano Studies Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v2i1.5729

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang ada pada suatu wilayah akan mempengaruhi jumlah fasilitas sosial terutama fasilitas kesehatan, apabila tidak disertai dengan perencanaan pembangunan maka dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara jumlah penduduk yang ada dengan kebutuhan akan fasilitas kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan pelayanan kesehatan yang ada, diperlukan suatu analisis terhadap jangkauan layanan kesehatan. Untuk melihat keefektifan dari network analysis, penelitian ini dilakukan di tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Kalianda, Kecamatan Penengahan, dan Kecamatan Bakauheni, di Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan serta mengetahui seberapa efektif metode network analysis dapat diterapkan dalam melakukan analisis jangkauan fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengolahan data dilakukan pada software Quantum GIS versi 3.16. Pada penelitian ini dilakukan proses digitasi jaringan jalan dan bangunan (rumah) dengan, kemudian dilakukan koreksi dengan melakukan topologi. Pada penelitian ini digunakan standar minimal pelayanan fasilitas kesehatan berdasarkan SNI 03-1733- 2004 yaitu 3.000m2 untuk radius pelayanan maksimum. Untuk fasilitas pelayanan Rumah Sakit memiliki radius 5.000m2 berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 pasal 22.Berdasarkan hasil penelitian, masih terdapat penduduk yang tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan puskesmas dan rumah sakit. Terdapat sejumlah 58% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas di Kecamatan Kalianda, 75% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan rumah sakit di Kecamatan Kalianda, 46% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas di Kecamatan Penengahan, dan 36% penduduk terlayani oleh fasilitas kesehatan puskesmas di Kecamatan Bakauheni.