Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Penentuan Lokasi Optimal Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dan Keterjangkauannya Menggunakan Pendekatan Sistem Informasi Geografis dan Machine Learning di Kota Bandar Lampung Aulia Ade Rahayu; Ahmad Zakaria; Rahma Anisa
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, namun ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih terbatas. Di Kota Bandar Lampung hanya terdapat 10 SPKLU yang sebagian besar terkonsentrasi di pusat kota, sehingga wilayah pinggiran belum terlayani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal pembangunan SPKLU serta mengevaluasi keterjangkauan layanannya melalui analisis spasial. Metode penelitian menggabungkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan algoritma Multi-Layer Perceptron (MLP). Analisis mempertimbangkan tiga parameter utama, yaitu kedekatan dengan permukiman (shared residential), jalan utama (en-route), dan pusat aktivitas (destination). Model MLP menghasilkan peta area optimal di wilayah pusat maupun luar kota, sedangkan analisis buffer digunakan untuk menilai jangkauan pelayanan SPKLU eksisting. Hasil penelitian menunjukkan dua keluaran utama, yaitu peta sebaran lokasi optimal dan 51 titik SPKLU baru yang direkomendasikan di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung. Sebaran tersebut menunjukkan pemerataan infrastruktur dengan minimal dua titik di setiap kecamatan, mencakup area permukiman padat, kawasan pendidikan, jalur transportasi utama, serta zona kegiatan ekonomi. Analisis buffer memperlihatkan bahwa jangkauan pelayanan SPKLU optimal telah mencakup hampir seluruh wilayah dengan radius rata-rata di bawah 2,5 km, sehingga akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya meningkat secara signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemerataan infrastruktur energi bersih untuk mendukung transisi menuju sistem transportasi rendah emisi di perkotaan.
ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DAN KETERDEKATANNYA TERHADAP FASILITAS KESEHATAN DI KABUPATEN TANGGAMUS Wulan Hapiparsyah Putri; Eko Rahmadi; Rahma Anisa
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Lampung menunjukkan tren peningkatan angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan. Kabupaten Tanggamus menghadapi peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan dalam tiga tahun terakhir dengan rata-rata kenaikan sekitar 15% per tahun. Meskipun beberapa penelitian terkait kecelakaan telah dilakukan, analisis spasial mengenai lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Tanggamus masih terbatas. Selain itu, keterdekatan fasilitas pelayanan Kesehatan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan penanganan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran lokasi rawan kecelakaan menggunakan metode Z-Score serta menilai keterdekatan dan rute tercepat menuju fasilitas kesehatan menggunakan Network Analyst (Service Area dan Closest Facilities) Data yang digunakan meliputi data kecelakaan lalu lintas, data jaringan jalan, dan data fasilitas kesehatan. Metode Z-Score digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan kecelakaan berdasarkan jumlah insiden di setiap titik. Selain itu, Network Analyst – Service Area dan Closest Facilities diterapkan untuk menilai kedekatan dan waktu tempuh fasilitas Kesehatan.Acuan yang digunakan adalah batas waktu ideal 10 menit sesuai konsep golden time WHO sebagai standar penanganan gawat darurat Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat 10 titik rawan kecelakaan, tahun 2023 menurun menjadi 6 titik, dan tahun 2024 meningkat menjadi 18 titik. Nilai Z-Score tertinggi sebesar 3,70 terdapat pada Jl. Umum Pekon Tekad (Pulau Panggung). Sebagian besar lokasi di wilayah tengah memiliki waktu tempuh ≤10 menit, sedangkan wilayah barat dan utara mencapai >10 hingga 55 menit, menunjukkan bahwa jarak dan kondisi jalan berpengaruh terhadap tingkat kerawanan dan kecepatan penanganan korban kecelakaan. Kata kunci: Fasilitas Kesehatan, Kabupaten Tanggamus, Network Analisis, Rawan Kecelakaan, Z-Score
ANALISIS RAWAN TINDAK KEJAHATAN PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP JANGKAUAN KAWASAN PERMUKIMAN DAN POS POLISI DI KABUPATEN TULANG BAWANG Chindy Helga; Atika Sari; Rahma Anisa; Safriyanti Rahayu
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan untuk mengetahui informasi terkait tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Tulang Bawang yang masih terbatas dan belum dilengkapi dengan pemetaan secara spasial. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan peta rawan pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Tulang Bawang agar menjadi sebuah informasi sehingga dapat merekomendasi pihak kepolisian dan pembuat kebijakan dalam memprioritaskan wilayah pengawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hotspot analysis (getis-ord gi*) untuk mendapatkan nilai z-score dan p-value. Data yang digunakan yaitu data non spasial yang meliputi data titik curanmor dan data titik pos polisi yang digunakan untuk melihat jangkauan dari titik curanmor, dan data spasial yaitu data permukiman digunakan untuk melihat jangkauan dari titik curanmor, jaringan jalan, dan data administrasi Kabupaten Tulang Bawang. Analisis spasial diproses menggunakan software pengolahan data spasial. Hasil penelitian menunjukkan hasil distribusi pada tahun 2022 berjumlah 49 kejadian, tahun 2023 berjumlah 62 kejadian, dan pada tahun 2024 berjumlah 66 kejadian. Kemudian daerah rawan pada tahun 2022 berada di Kecamatan Banjar Agung dengan nilai z-score 2,92. Pada tahun 2023 sampai tahun 2024 Kecamatan Banjar Agung masih menjadi daerah rawan dengan nilai z-score 2,84 dan 2,90. Jangkauan titik rawan terhadap permukiman dengan jarak 100 meter pada tahun 2022 menjangkau 158 permukiman, tahun 2023 menjangkau 387 dan tahun 2024 menjangkau 320 permukiman. Pada titik pos polisi tahun 2022 jarak 250-750 meter menjangkau 1 pos polisi, tahun 2023 jarak 250 meter menjangkau 3 pos polisi dan jarak 500 meter dan 750 meter menjangkau 2 pos polisi. Pada tahun 2024 jarak 250 meter menjangkau 4 pos polisi dan jarak 500 meter dan 750 meter menjangkau 3 pos polisi. Kata kunci: Getis-Ord Gi*, Hotspot Analysis, Pencurian Kendaraan Bermotor
Pengembangan Model Pemetaan Kepadatan Penduduk Berbasis Grid melalui Redistribusi Proporsi Luas Wilayah dan Built-up Area Muhammad Gunawan; Dwi Nanda Putra Hartoto; Rahma Anisa
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan kepadatan penduduk berbasis administrasi masih banyak digunakan dalam analisis spasial, tetapi pendekatan ini mengasumsikan penduduk tersebar merata di seluruh wilayah administrasi. Asumsi tersebut dapat menyederhanakan variasi spasial, terutama pada wilayah yang memiliki perbedaan tutupan lahan, area terbangun, dan konsentrasi permukiman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan membandingkan tiga model pemetaan kepadatanpenduduk berbasis Python, yaitu Model A berupa kepadatan administrasi, Model B berupa redistribusi penduduk berbasis proporsi luas wilayah, dan Model C berupa redistribusi penduduk berbasis luas built-up dari ESA WorldCover. Data yang digunakan meliputi batas administrasi, jumlah penduduk, grid spasial 500 m × 500 m, dan kelas built-up ESAWorldCover. Model B dikembangkan menggunakan prinsip area-weighted interpolation, sedangkan Model C menggunakan prinsip dasymetric mapping dengan mekanisme fallback ke proporsi luas apabila built-up tidak terdeteksi. Hasil prapemrosesan menunjukkan terdapat 126 wilayah administrasi sumber dengan total penduduk 1.091.970 jiwa dan luas wilayah 183,602 km². Grid awal sebanyak 1.677 grid dipotong menjadi 853 grid analisis. Luas built-up hasil ekstraksi ESA WorldCover adalah 88,736 km² atau sekitar 48,33% dari wilayah kajian. Validasi internal menunjukkan bahwa Model B dan Model C mempertahankan total penduduk awal dengan relative error 0%. Model A menghasilkan rata-rata kepadatan 10.682,55 jiwa/km², Model B 5.827,11 jiwa/km², dan Model C 5.603,16 jiwa/km². Model C memiliki nilai minimum 0,00 jiwa/km² dan standar deviasi lebih tinggi daripada Model B, yang menunjukkan alokasi penduduk lebih selektif dan terkonsentrasi pada area built-up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan asumsi redistribusi menghasilkan pola kepadatan yang berbeda. Model C memberikan representasi spasial yang lebih mengikuti area terbangun, tetapi tetap memerlukan validasi eksternal karena built-up bukan data hunian atau data penduduk aktual. Kata kunci: kepadatan penduduk; redistribusi penduduk; area-weighted interpolation; dasymetric mapping; ESA WorldCover
PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD CLASSIFICATION (MLC) DAN OBJECT ORIENTED CLASSIFICATION (OOC) UNTUK PEMETAAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN AMBARAWA DAN KECAMATAN PRINGSEWU Dinda Amelia; Fajriyanto; Atika Sari; Rahma Anisa
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan tutupan lahan merupakan informasi penting dalam perencanaan wilayah dan pengelolaan sumber daya alam yang memerlukan metode klasifikasi citra dengan tingkat akurasi tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja metode Maximum Likelihood Classification (MLC) dan Object Oriented Classification (OOC) dalam pemetaan tutupan lahan menggunakan citra Sentinel-2A di Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pringsewu, Provinsi Lampung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui klasifikasi citra berbasis piksel menggunakan MLC dan berbasis objekmenggunakan OOC, kemudian dievaluasi menggunakan confusion matrix, Overall Accuracy (OA), dan Kappa Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode OOC menghasilkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan MLC. Di Kecamatan Ambarawa, metode MLC memperoleh OA 89% dan Kappa 87%, sedangkan OOC mencapai OA 92% dan Kappa 90%. Di Kecamatan Pringsewu, MLC menghasilkan OA 88% dan Kappa 86%, sementara OOC memperoleh OA 90% dan Kappa 88%. Selain itu, hasil klasifikasi OOC menunjukkan pola tutupan lahan yang lebih terstruktur karenamempertimbangkan karakteristik spektral, bentuk, tekstur, dan konteks spasial objek. Dengan demikian, metode OOC lebih optimal untuk pemetaan tutupan lahan berbasis citra Sentinel-2A dan dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih akurat untuk mendukung pengelolaan wilayah dan pengambilan keputusan berbasis geospasial. Kata Kunci: Sentinel 2A Imagery, Land Cover, Maximum Likelihood Classification (MLC), Object Oriented Classification (OOC), Accuracy Test, Pringsewu Regency.