Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL PERENCANAAN KOMUNIKASI PEMERINTAH DALAM PENERAPAN RENCANA ZONASI WILAYAH PESISIR KABUPATEN MUNA Muhidin Sam Mongkito; La Ode Muh. Umran; Siti Harmin
Publica : Jurnal Administrasi Pembangunan dan Kebijakan Publik Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Publica Vol 10 No 2
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/publica.v10i2.10968

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis model perencanaan komunikasi yang digunakan pemerintah dalam penerapan rencana zonasi wilayah pesisir Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling. Jumlah informan yang ditetapkan adalah sebanyak 9 (Sembilan) orang, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, interview (wawancara), dan dokumentasi. Analisa data kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian model perencanaan komunikasi pemerintah dalam penerapan rencana zonasi wilayah pesisir Kabupaten Muna sama dengan model perencanaan komunikasi pada umumnya. Langkah-langkah model perencanaan komunikasi dalam penerapan rencana zonasi wilayah pesisir pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Muna yaitu 1) menganalisis masalah, 2) menganalisis khalayak, 3) merumuskan tujuan, 4) memilih media, 5) mengembangkan pesan, 6) evaluasi.Kata Kunci: komunikasi, komunikasi pemerintah, perencanaan komunikasi, rencana zonasi
MAKNA SIMBOLIS MABBOKA’ DALAM PERNIKAHAN MASYARAKAT LUWU DI KECAMATAN SULI KABUPATEN LUWU PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Dimyati; Siti Harmin; Muhammad Rajab
Publica : Jurnal Administrasi Pembangunan dan Kebijakan Publik Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Publica Vol 10 No 2
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/publica.v10i2.10567

Abstract

Permasalahan dan tujuan yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan analisis makna simbol mabboka 'dalam perkawinan orang Luwu di Kabupaten Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu Suli, perkawinan orang Luwu di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan Propinsi. agama. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan makna simbol dalam adat mabboka termasuk: Kelapa (kaluku) simbol ketangguhan, kekuatan, dan kemandirian, dan kemampuan beradaptasi diri; Minyak kelapa (boka ') adalah simbol dari kerapian, kedewasaan, kepercayaan diri; Pisang dan daun pisang muda (colli loka) simbol simbol pelestarian keturunan dan kelembutan dan sikap mental; Cermin (Camming) sebagai simbol kerapian, kejujuran, kepercayaan diri, dan keindahan; sisir (Jakka) simbol kerapian, kepercayaan diri, dan keindahan; simbol penerangan (Dama 'kendi / panti) simbol penerangan; Padi (Barra) simbol kesejahteraan dan kemakmuran;  sarung (lipa) simbol perlindungan diri dan kehormatan; gula merah (golla rarang) simbol keramahan, dan daun tabongo dan daun sirih (Daung Leko ') sebagai simbol perlindungan (perisai). Kata kunci: Pernikahan, komunitas Luwu, Mabboka, Simbol, makna
KONSTRUKSI MAKNA KOMUNIKASI PADA SIMBOL BUDAYA TARIAN LUMENSE SUKU MORONENE KABAENA Masrul Masrul; La Ode Muh. Umran; Harnina Ridwan; Siti Harmin; La Ode Herman
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.613 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i3.13480

Abstract

Konstruksi makna komunikasi pada simbol budaya Tarian Lumense suku Morornene Kabaena. Dengan permaslahan (1) Simbol-simbol budaya yang terdapat pada tarian Lumense suku moronene di pulau Kabaena, (2) Apa makna simbol budaya tarian Lumense dalam kehidupan sosial suku moronene di pulau Kabaena. Metode penelitian ditetapkan obyek berupa para tokoh adat dan mantan penari lumense sekaligus sebagai informan untuk melengkapi data penelitian dengan subyek yakni nilai budaya yang terdapat dalam tarian lumense. Penentuan Informan dilakukan dengan cara penunjukkan langsung (purposive sampling) dengan asumsi bahwa sumber data tersebut memilki kapasitas yang cukup dalam memberikan informasi dan penjelasan mengenai konstruksi makna komunikasi pada simbol budaya tarian lumense di pulau kabaena.  Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan: (1) simbol budaya yang terdapat pada tarian lumense di pulau kabaena meliputi pesan nonverbal meliputi; gerakan anggota tubuh, kostum, alat dan asesoris kelngkapan tarian lumense. (2) makna simbol pesan social yang terdapat pada budaya tarian lumense dalam mempengaruhi aspek kehidupan social masyarakat suku moronene kabaena sebagai bagian dari kodrat kehidupan manusia sebagai ciptaan Allah swt.