Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI TATA LETAK BANGUNAN UNTUK PEMANFAATAN RUANG KAMPUS BARU UNIVERSITAS HALU OLEO (UHO) La Ode Amrul Hasan; Usman Rianse; Tufaila Hemon
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.163 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v2i2.7759

Abstract

Kampus Baru Universitas Halu Oleo (UHO) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang termasuk dalam kandidat kampus terluas se-Indonesia Timur dengan luas areal lebih dari 252 Ha. Berada di kawasan pengembangan pusat pemerintahan membuat Kampus baru UHO menjadi kampus yang terfavorit hal ini ditunjukan dengan bertambahnya jumlah calon mahasiswa dari tahun ke tahun. Bertambahnya jumlah mahasiswa mendorong penyediaan fasilitas pendidikan sebagai kebutuhan utama. Keberadaan bangunan yang ada saat ini dan rencana-rencana pembangunan kedepan belum mempertimbangkan konsep penataan ruang yang baik sehingga bangunan yang ada tumbuh dan berkembang mengikuti ketersediaan lahan saja sehingga cenderung tumbuh tanpa arahan yang jelas, hal ini mengancam ketersediaan lahan khususnya ketersediaan ruang terbuka dan berdampak pula pada penataan elemen yang terkait seperti sirkulasi kendaraan, utilitas bangunan, sistem drainase dan mekanikal elektrikal.nTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi desain tata ruang kampus UHO yang mengoptimalkan ketersediaan ruang terbuka 60% secara proporsional dengan konsep penataan yang lebih terarah.mHasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi penataan bangunan yang ada saat ini yang tidak tertat dengan baik sehingga berpengaruh pada elemen lainnya. Melalui arahan konsep cluster eco kampus kawasan kampus akan lebih tertata. Kata kunci : Tata letak bangunan, clusterecocampus, UHO
Shallot Agrotourism Based on Local Resources (Mulch and Organic Fertilizer) to Achieve Sustainable Agroecosystem in Sigerongan Village A. Farid Hemon; Tufaila Hemon; Endah Wahyuningsih; Lestari Ujianto; Dwi Putra Buana Sakti
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1163

Abstract

The Farming in Sigerongan village is highly intensive, potentially leading to chemical residues such as pesticides and fertilizers, which pose a problem for the biological, physical, and chemical balance of the soil and the environment. Sigerongan village, with its "Sumber Hidup" Farmers Group, is a popular destination for local tourism, necessitating the development of a farming system that is both economically valuable and environmentally friendly. Shallot farming offers an alternative for developing agrotourism through the use of local resources such as rice mulch and organic fertilizer. Researchers have collected several superior shallot varieties and utilized mulch and manure to increase the productivity of small plots. To achieve this goal, direct extension activities and demonstration plots (action research) have been conducted with farmers. The training method used is adult education (POD) using participatory techniques. These activities aim to improve the skills and knowledge of partner farmers. The results of the activity showed that the development of shallot agrotourism based on local resources has been carried out in the "Sumber Hidup" farmer group in Sigerongan village. Partner farmers have been very responsive to the community service activities. The technological transformation process of using rice straw mulch and cow manure in shallot cultivation has been implemented. Partner farmers are expected to experience behavioral changes in knowledge, skills, and attitudes to develop shallot agrotourism. 3. The chemical-free shallot cultivation technique that has been developed has the potential to promote agrotourism in Sigerongan village.