Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR DEMOGRAFI DAN DISTRIBUSI TENAGA KERJA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI DESA Abdul Ghufron; Fadhila Shafa Salsabila; Siti Aminah
JURNAL AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI Vol 7 No 2 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/j-aksi.v7i2.17875

Abstract

Pengembangan ekonomi desa dipengaruhi oleh struktur demografi, distribusi tenaga kerja, perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur demografi dan distribusi tenaga kerja di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, serta keterkaitannya dengan karakteristik UMKM dan adopsi teknologi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 76 pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling dari 290 UMKM. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk Desa Bangak didominasi oleh usia produktif sebesar 56,7% dan aktivitas ekonomi masyarakat didominasi sektor perdagangan, jasa, dan UMKM. Sektor kuliner dan pangan menjadi sektor usaha terbesar dengan proporsi 52,63%, sedangkan 68,4% responden telah menggunakan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan pemilik usaha dan penggunaan metode pembayaran digital (χ² = 18,096; p-value = 0,00012). Namun, 64,47% pelaku UMKM belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Oleh karena itu, pengembangan ekonomi desa perlu didukung melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, literasi keuangan, legalitas usaha, dan penguatan peran BUMDes.
Peningkatan Kualitas Produk Pangan Mahasantri Ponpes PRA Kedungmundu melalui Good Manufacturing Practices Siti Aminah; Wikanastri Hersoelistyorini; Muhammad Rully Syahirul Alim; Aldifa Adzani Firdaus
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 1 (2024): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i1.4680

Abstract

Program kewirausahaan merupakan salah satu upaya penguatan kompetensi keterampilan dan kemandirian mahasantri Ponpes ‘Aisyiyah Kedungmundu. Bidang usaha yang paling memungkinkan dilakukan mahasantri adalah produk pangan. Pembekalan keterampilan produksi pangan yang baik atau good manufacturing practices (GMP) sangat penting dilakukan untuk mendapatkan produk yang aman. Mahasantri Ponpes ‘Aisyiyah Kedungmundu telah memulai rintisan usaha produk pangan, namun implementasi GMP masih perlu ditingkatkan. Program Kemitraan Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk: a) memberikan informasi tentang GMP dan implementasinya; b) meningkatkan keterampilan produksi pangan; c) meningkatkan kualitas produk melalui pendampingan proses produksi. Metode kegiatan dilakukan dengan cara ceramah untuk materi teori dan praktikum pembuatan produk pangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara umum kegiatan berjalan dengan baik, seluruh mahasantri sangat aktif mengikuti rangkaian kegiatan. Mahasantri telah menerima informasi tentang GPM dan mengimplemtasikan dalam proses produksi. Mahasantri telah mendapatkan dam mampu membuat olahan pangan. Perbaikan kualtas produk terlihat pada kemasan, label, dan penggunaan bahan tambahan pangan. Produk yang diolah mahasantri adalah: balung kuwuk, kripik pangsit, pisang mesir; brownis kukus, rempeyek dan dimsum. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasantri mendapatkan informasi dan mamahami GMP setelah mengikuti kegiatan, dan dapat mengimplementasikan dalam proses produksi. Peserta menyatakan bahwa kegiatan ini penting dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk. Kata kunci: ponpes, kualitas produk pangan, good manufacturing practices
THE INHIBITORY EFFECT OF BAMBOO CHARCOAL EXTRACT ON THE GROWTH OF STREPTOCOCCUS MUTANS Galih Prawesty Ayu Sekarningrum; Siti Aminah; Lira Wiet Jayanti; Risyandi Anwar
Indonesian Journal of Dentistry Vol 5, No 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/ijd.v5i2.17549

Abstract

ABSTRACTBackground: Streptococcus mutans is the primary cause of dental caries due to its acidogenic and aciduric properties. Natural antibacterial agents, such as bamboo charcoal extract, have been explored as potential alternatives to synthetic antimicrobial agents. However, the effectiveness of bamboo charcoal extract in inhibiting Streptococcus mutans remains uncertain. This study aimed to evaluate the antibacterial potential of bamboo charcoal extract at various concentrations.Methods: This research was conducted using a laboratory experimental method. The number of samples per group was determined using the Federer formula (t−1)(n−1)≥15, where t is the number of treatment groups and n the number of replications. With seven groups (six concentrations of bamboo charcoal extract and one positive control), a minimum of three replications per group was required, resulting in 21 samples in total. Bamboo charcoal extract was prepared through maceration using 96% ethanol and tested at concentrations of 0%, 12.5%, 25%, 37.5%, 50%, and 62.5% against Streptococcus mutans using the disk diffusion method. A 0.2% chlorhexidine solution served as the positive control. Inhibition zones were measured after a 24-hour incubation at 37°C.Results:  Statistical analysis using descriptive analysis showed no significant difference in inhibition zones. None of the bamboo charcoal extract concentrations demonstrated antibacterial activity against Streptococcus mutans. In contrast, the positive control (0.2% chlorhexidine) produced a significant inhibition zone of 12.56 mm.Conclusion:  Bamboo charcoal extract at concentrations of 12.5%, 25%, 37.5%, 50%, and 62.5% did not show any inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans.
Pemanfaatan Limbah Organik untuk Produksi Pupuk Kompos: Upaya Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Desa Ringinarum Kendal Jawa Tengah Yanuar Diandri Muhtaddin; Siti Aminah; Cinta Amalia Rosyid; Rendi Tri Aditama; Graffita Thalia Haryadi; Davina Nova Abellia; Rif’atul Aribah; Aulya Nurhaliza; Muhammad Luthfi Abiyyu; Ailul Adi Zufianto; Danisworo Danisworo; Latifa Khoirunisa Naimah; Ahmad Syauqi Al-Fanjari; Farah Rizky Khoiruya Fawwaz; Sholihin Amrullah; Muhamad Ilham Ashari
Empowerment: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Empowerment
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/empowerment.v5i2.1283

Abstract

Sampah organik sangat potensial untuk dikelola dan diolah menjadi sumber daya pertanian yang berkelanjutan yaitu pupuk hayati ramah lingkungan (kompos).  Pontensi sampah organik di Desa Ringinarum Kendal belum dikelola dan berdayakan dengan baik, karena keterbatasan informasi dan keterampilan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani melalui  pelatihan pembuatan pupuk hayati berbasi sampah organik bagi petani di Ringinarum Kendal. Metode kegiatan yang digunakan adalah  pendekatan Participatory Action Research (PAR), melalui tahapan: 1) persiapan, 2) pelaksanaan, 3) pendampingan, dan 4) evaluasi.   Kegiatan pelatihan diberikan dalam bentuk teori dan praktikum. Hasil kegiatan menunjukkan peserta telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengadanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolahan sampah organik menjadi pupuk hayati (kompos). Seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, Hasil pendampingan praktikum mandiri memperlihatkan bahwa peserta telah mampu membuat pupuk berbahan sampah organik. Kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dalam untuk mengatasi pemasalahan sampah menjadi produk yang berdaya guna.