Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR DEMOGRAFI DAN DISTRIBUSI TENAGA KERJA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI DESA Abdul Ghufron; Fadhila Shafa Salsabila; Siti Aminah
JURNAL AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI Vol 7 No 2 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/j-aksi.v7i2.17875

Abstract

Pengembangan ekonomi desa dipengaruhi oleh struktur demografi, distribusi tenaga kerja, perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur demografi dan distribusi tenaga kerja di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, serta keterkaitannya dengan karakteristik UMKM dan adopsi teknologi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 76 pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling dari 290 UMKM. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk Desa Bangak didominasi oleh usia produktif sebesar 56,7% dan aktivitas ekonomi masyarakat didominasi sektor perdagangan, jasa, dan UMKM. Sektor kuliner dan pangan menjadi sektor usaha terbesar dengan proporsi 52,63%, sedangkan 68,4% responden telah menggunakan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan pemilik usaha dan penggunaan metode pembayaran digital (χ² = 18,096; p-value = 0,00012). Namun, 64,47% pelaku UMKM belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Oleh karena itu, pengembangan ekonomi desa perlu didukung melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, literasi keuangan, legalitas usaha, dan penguatan peran BUMDes.
Peningkatan Kualitas Produk Pangan Mahasantri Ponpes PRA Kedungmundu melalui Good Manufacturing Practices Siti Aminah; Wikanastri Hersoelistyorini; Muhammad Rully Syahirul Alim; Aldifa Adzani Firdaus
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 1 (2024): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i1.4680

Abstract

Program kewirausahaan merupakan salah satu upaya penguatan kompetensi keterampilan dan kemandirian mahasantri Ponpes ‘Aisyiyah Kedungmundu. Bidang usaha yang paling memungkinkan dilakukan mahasantri adalah produk pangan. Pembekalan keterampilan produksi pangan yang baik atau good manufacturing practices (GMP) sangat penting dilakukan untuk mendapatkan produk yang aman. Mahasantri Ponpes ‘Aisyiyah Kedungmundu telah memulai rintisan usaha produk pangan, namun implementasi GMP masih perlu ditingkatkan. Program Kemitraan Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk: a) memberikan informasi tentang GMP dan implementasinya; b) meningkatkan keterampilan produksi pangan; c) meningkatkan kualitas produk melalui pendampingan proses produksi. Metode kegiatan dilakukan dengan cara ceramah untuk materi teori dan praktikum pembuatan produk pangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara umum kegiatan berjalan dengan baik, seluruh mahasantri sangat aktif mengikuti rangkaian kegiatan. Mahasantri telah menerima informasi tentang GPM dan mengimplemtasikan dalam proses produksi. Mahasantri telah mendapatkan dam mampu membuat olahan pangan. Perbaikan kualtas produk terlihat pada kemasan, label, dan penggunaan bahan tambahan pangan. Produk yang diolah mahasantri adalah: balung kuwuk, kripik pangsit, pisang mesir; brownis kukus, rempeyek dan dimsum. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasantri mendapatkan informasi dan mamahami GMP setelah mengikuti kegiatan, dan dapat mengimplementasikan dalam proses produksi. Peserta menyatakan bahwa kegiatan ini penting dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk. Kata kunci: ponpes, kualitas produk pangan, good manufacturing practices