Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN SEKTOR INDUSTRI MENUJU PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN Indrianti, Nur
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah ini membahas strategi alternatif untuk mengurangi kecurangan atau pengelakan pajak dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan pada sektor industri melalui penerapan kebijakan pajak dan subsidi. Analisis kualitatif telah dilakukan terhadap sistem informasi untuk administrasi perpajakan, yang disarankan berdasarkan pada kemitraan antara pemerintah dengan supplier. Sistem informasi yang diusulkan dikembangkan berdasarkan mekanisme cross-check informasi guna mengurangi kecurangan pajak. Selain ketersediaan informasi yang akurat, sistem informasi yang diusulkan juga mengarah kepada fleksibilitas dalam pengelolaan kebijakan sehingga kebijakan dapat selalu diarahkan kepada sasaran yang telah ditetapkan. Sistem yang diusulkan juga dapat lebih efisien karena dapat mengurangi biaya kepatuhan pembayaran pajak baik bagi pemerintah maupun pembayar pajak.
ANALISIS PASAR FLEXI DI KALANGAN MAHASISWA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Yunto Satrio; Nur Indrianti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flexi merupakan produk fixed wireless dengan teknologi CDMA2000-1X yang saat ini gencar dipromosikan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT TELKOM). Untuk memperluas segmen pasar PT TELKOM, khususnya PT TELKOM KANDATEL Yogyakarta, terus berusaha meningkatkan penjualan Flexi khususnya di kalangan mahasiswa. Hal ini mengingat jumlah mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakart (DIY) relatif besar, sehingga merupakan pangsa pasar yang cukup signifikan. Tawaran tarif percakapan yang murah ke sesama Flexi tidak serta merta membuat Flexi menjadi kartu seluler yang paling banyak digunakan oleh masyarakat khususnya mahasiswa. Hal ini karena banyak pesaing di bidang seluler yang juga terus melakukan inovasi pada tarif yang ditawarkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei pasar untuk mengetahui karakteristik pengguna kartu seluler dan kebutuhannya serta agar dapat dilakukan perbaikan-perbaikan dan dengan demikian daya saing Flexi dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi pasar dan tingkat penggunaan Flexi di kalangan mahasiswa di DIY. Lebih rinci, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) mengetahui besarnya market share Flexi; 2) mengetahui persentase posisi Flexi; 3) mengetahui segmen pasar Flexi; 4) mengetahui popularitas fitur Flexi; dan 5) mengetahui perbaikan dan fitur yang diinginkan oleh mahasiswa pengguna Flexi di DIY. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi Unit Fixed Phone Sales PT TELKOM KANDATEL Yogyakarta dalam mengembangkan strategi guna meningkatkan penjualan Flexi khususnya bagi mahasiswa di Yogyakarta.
ANALISIS POINT OF SALES RT/RW PT TELKOM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ferdi Ferdi; Nur Indrianti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat berdampak terhadap perubahan kebiasaan masyarakat, yang terlihat dari bergesernya kebiasaan menggunakan telepon rumah (fixed phone) ke telepon genggam. Hal ini menuntut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT TELKOM), sebagai penyedia jasa telepon rumah, untuk terus berinovasi baik dari segi produk maupun kualitas pelayanan kepada konsumen. Dalam hal ini strategi yang digunakan oleh PT TELKOM adalah memberikan layanan terbaru dan menerapkan teknik-teknik pemasaran yang inovatif. Beragam teknik pemasaran diterapkan oleh PT TELKOM, khususnya PT TELKOM KANDATEL Yogyakarta, untuk menambah jumlah pelanggan telepon rumah. Salah satu diantaranya adalah dibangunnya Point of Sales (POS). POS merupakan tempat-tempat yang telah ditentukan oleh PT TELKOM untuk melakukan penjualan produknya, antara lain speedy, flexi trendy, dan telepon rumah. POS terdapat di Pos Satpam Kantor TELKOM, Rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) atau Ketua Rukun Warga (RW), dan Warung Telekomunikasi (WARTEL). Tujuan diadakannya POS adalah untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan produk-produk PT TELKOM. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah konsumen PT TELKOM, khususnya untuk produk telepon rumah. Namum pada perkembangannya, dampak keberadaan POS di lingkungan masyarakat terhadap jumlah pelanggan PT TELKOM dirasa masih belum maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan survei untuk mengetahui penyebab kurang efektifnya keberadaan POS di lingkungan masyarakat. Terkait dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurang efektifnya POS PT TELKOM di DIY, khususnya POS RT/RW. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dirumuskan masukan bagi PT TELKOM guna meningkatkan efektivitas POS dalam rangka meningkatkan jumlah konsumen telepon rumah.
Optimizing LPG distribution: A hybrid particle swarm optimization and genetic algorithm for efficient vehicle routing and cost minimization Indrianti, Nur; Leuveano, Raden Achmad Chairdino; Abdul-Rashid, Salwa Hanim; Kuncoro, Andreas Mahendro; Liestyana, Yuli
International Journal of Advances in Intelligent Informatics Vol 11, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijain.v11i3.1837

Abstract

This paper aims to develop an optimized solution for the Vehicle Routing Problem (VRP), tailored explicitly for Liquid Petroleum Gas (LPG) distribution, with a focus on minimizing transportation costs and enhancing delivery reliability. The critical role of LPG as an essential public infrastructure commodity, widely utilized for cooking and heating, makes its efficient and reliable distribution a significant logistical challenge due to the strict adherence to delivery time windows, heterogeneous fleets, multi-trip scenarios, and intricate loading and unloading requirements. To address these complexities, this study proposes a novel hybrid Particle Swarm Optimization and Genetic Algorithm (HPSOGA) that uniquely integrates multi-trip routing, time windows, and heterogeneous vehicle fleet management into a single optimization framework. The dual-phase optimization strategy leverages the exploratory capability of PSO and the solution-refining power of GA, resulting in high-quality, feasible solutions. Validation against real-world data involving VRP instances with 88 and 40 stations demonstrates the model’s practical impact, achieving reductions of up to 4.56% in transportation costs compared to existing operational routes. This research makes a significant contribution to interdisciplinary domains, including logistics optimization, sustainability, and energy distribution, by offering a robust and scalable model that comprehensively addresses complex, real-world VRP constraints.
Feature-based classification of sugarcane quality using the K-nearest neighbor algorithm Indrianti, Nur; Iqbal, Muhammad; Rustamaji, Heru Cahya; Ferriyan , Andrey; Mulyono , Panut; Ananta, Moh. Ais
OPSI Vol 18 No 2 (2025): OPSI - December 2025
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v18i2.16000

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence has enabled practical, data-driven approaches to agricultural quality assessment. However, many existing methods rely on complex sensor systems that are costly and difficult to deploy in the field. This study proposes a lightweight and interpretable K-Nearest Neighbor (KNN) model for non-destructive evaluation of sugarcane milling feasibility using five easily measurable physical attributes: relative distance ratio, internode length, mean diameter, circumference, and weight per centimeter. Samples with Brix less than 16 are categorized as not feasible for milling, while Brix equal to or greater than 16 are classified as possible. A dataset of 1,889 Bululawang samples collected in Malang, East Java, Indonesia, was evaluated across twenty-two scenarios that varied the train-test split, normalization method, distance metric, and neighborhood size. The optimal configuration, consisting of an 80:20 split, Standard normalization, the Minkowski distance metric, and k=75, achieved an accuracy of 78%. The findings confirm that physical measurements can serve as effective predictors of sugarcane quality and support data-driven inspection and sustainable resource utilization in line with SDGs 2, 9, and 12.