Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

HUBUNGAN SETING JPO DENGAN ATRIBUT AKSESIBILITAS DAN PRIVASI (Studi Kasus: JPO Pasar Karang Ayu, Semarang) Bio Bhirawan; Djoko Indrosaptono; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.846 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i3.79

Abstract

Abstract: The Karang Ayu market pedestrian bridge is one of crossing facilities for the pedestrian on Jend. Sudirman street Semarang, however this pedestrian street has not been functioned well, and it is assumed that it is caused by the attributes of the bridge users which has not been fulfilled.   This research wants to discover the relation between bridge setting with the accessibility and privacy attributes. The method used is qualitative-rationalistic, using statistic descriptive analysis by doing interpretations and meaning of the result on relation from the collected data. From the collected resource, it shows that the demand for achievement of accessibility attribute for the interest over the pedestrian movement has not been well fulfilled, also with the demand on the smoothness of accessibility attribute , topography of accessibility attribute, personal space of privacy attribute, and verbal communication of privacy attribute which has not been fulfilled, thus, users are forced to walk on overpass, and also the high expectation of the users on the optimum function of the overpass. The result of this research shows that there is a connection between overpass setting with the attributes in which the demand of users’ attribute on overpass setting has not been fulfilled that makes the overpass cannot be fully functioned.Key Words: Setting, Accessibility Attribute, Privacy Attribute. Abstrak: Jembatan penyeberangan orang (JPO) pasar karang ayu merupakan fasilitas penyeberangan bagi pejaaalan kaki yang ada pada kawasan koridor jalan Jend. Sudirman, Semarang, namun jembatan penyeberangan tidak berfungsi secara optimal, dan diduga atribut pengguna jembatan penyeberangan tidak terpenuhi. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara seting jembatan penyeberangan dengan atribut aksesibilitas dan privasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif rasionalistik, dengan analisis statistik deskriptif dengan melakukan interprestasi dan pemaknaan hasil hubungan dari hasil data yang didapat. Dari hasil temuan menunjukan bahwa tuntutan atribut aksesibilitas pencapaian bagi beberapa minat pergerakan pejalan kaki kurang terpenuhi, kemudian juga tuntutan atribut aksesibilitas kelancaran, atribut aksesibilitas topografi, atribut privasi ruang personal, dan atribut privasi komunikasi verbal yang tidak terpenuhi, sehingga pengguna terpaksa menggunakan jembatan peyebangan, serta tingginya harapan pengguna agar jembatan penyeberangan dapat digunakan secara optimal. Dari hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan seting jembatan penyeberangan dengan atribut, yang mana tuntutan atribut pengguna pada seting jembatan penyeberangan tidak terpenuhi sehingga jembatan penyeberangan tidak dapat berfungsi optimal.Kata Kunci: Seting, Atribut Aksesibilitas, Atribut Privasi.
KENYAMANAN DAN PRIVASI SEBAGAI FAKTOR UTAMA DI KAFE MACARIUS CIREBON Ivien Aryo Puspita Wardani; Djoko Indrosaptono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.752

Abstract

Abstract: The spreading of café in Cirebon is already increased significantly, one of them is Macarius Café that often used as a place for gathering, discussion or working. Guest as the main user, responded to the space and environment arrangement in defining comfort and privacy. This study is intended to understand the privacy and comfortness of Macarius café based on the guest behavior pattern. The method used in this study is rasionalistic qualitative through behavorial mapping with person centered map. Comfort and privacy in Macarius café become the main factor that affect the seating choice for the guest. Layout 2, 3 and 4 are the area that had the most comfort and privacy, while layout 1 are the area that had the least comfort and privacy.Abstrak: Merebaknya kafe meningkat signifikan salah satunya Kafe Macarius Cirebon yang seringkali digunakan sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, mengerjakan tugas dan pekerjaan. Pengunjung kafe sebagai pengguna utama merespon pengaturan ruang dan lingkungan dalam menentukan kenyamanan dan privasinya. Aspek pengguna dan lingkungannya menuntut bangunan untuk dapat memberikan kenyamanan dan privasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan dan privasi setting kafe Macarius berdasarkan pola perilaku pengunjung. Metode penelitian yang digunakan kualitatif rasionalistik melalui peta perilaku (Behavioral Mapping) dengan person centered map. Kenyamanan dan privasi pada kafe Macarius menjadi faktor utama yang paling mempengaruhi dalam pemilihan tempat duduk. Area yang memiliki kenyamanan dan privasi tertinggi berada di layout II, III dan IV sedangkan area yang memiliki kenyamanan dan privasi rendah berada di layout I. 
KAJIAN FAKTOR PERILAKU PEMANFAATAN TERITORI PUBLIK OLEH PEDAGANG DI PASAR JATINGALEH SEMARANG Umamah Al Batul; Djoko Indrosaptono; Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.998

Abstract

Abstract: Jatingaleh Market is a traditional market with high historical value in the city of Semarang, but currently the market conditions seem dirty. The phenomenon of market corridor’s use by traders is one of the main factors behind it. This phenomenon causes the market corridor become narrow from its proper width. Territory describes an individual's identity related to a sense of belonging to an area. The use of public territory in the market occurs when traders expand their trading area by claiming ownership of territory that is not legally theirs. This study aims to determine the condition of the Jatingaleh market compared to the initial planning and to find out the condition by the phenomenon public territory’s use in the Jatingaleh market and the factors behind it based on a literature study. The research was conducted using observation and mapping methods of the phenomenon and then examining the influencing factors through reference studies. The results showed that the behavior of using public territory was influenced by internal factors from individuals and external factors from settings or the environment.Abstrak: Pasar Jatingaleh merupakan pasar tradisional dengan nilai sejarah tinggi di kota Semarang, namun saat ini kondisi pasar terkesan kotor dan kumuh. Fenomena pemanfaatan koridor pasar oleh pedagang merupakan salah satu faktor utama yang melatarbelakanginya. Pemanfaatan ini menyebabkan koridor pasar menyempit dari lebar yang seharusnya. Teritori meggambarkan identitas seorang individu yang berhubungan dengan rasa memiliki terhadap sebuah area. Pemanfaatan teritori pada pasar terjadi saat pedagang memperluas area dagangnya dengan melakukan klaim kepemilikan terhadap teritori yang secara legal bukan miliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pasar Jatingaleh dibandingkan dengan perencanaan awal dan mengetahui kondisi fenomena pemanfaatan teritori publik di pasar Jatingaleh serta faktor yang melatarbelakanginya berdasarkan studi literatur. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan pemetaan terjadinya pemanfaatan kemudian mengkaji faktor yang mempengaruhi melalui studi referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemanfaatan teritori publk dipengaruhi oleh faktor internal dari individu dan faktor eksternal dari seting atau lingkungan.
HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA DENGAN DESAIN SUASANA RUANG UTAMA DI FOLKAFE SEMARANG Glandisepa Chahyanita Dargayana; Djoko Indrosaptono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.887

Abstract

Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe.Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan.  Informasi Naskah:Diterima: 3 April 2022Direvisi:17 April 2022Disetujui terbit:15 Mei 2022Diterbitkan:   Cetak:29 Juni 2022 Online15 Juni 2022   Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Keyword: main room atmosphere design, user behavior, cafe Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan. Kata kunci : desain suasana ruang utama, perilaku pengguna, kafe
KAJIAN FAKTOR PERILAKU PEMANFAATAN TERITORI PUBLIK OLEH PEDAGANG DI PASAR JATINGALEH SEMARANG Umamah Al Batul; Djoko Indrosaptono; Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.998

Abstract

Abstract: Jatingaleh Market is a traditional market with high historical value in the city of Semarang, but currently the market conditions seem dirty. The phenomenon of market corridor’s use by traders is one of the main factors behind it. This phenomenon causes the market corridor become narrow from its proper width. Territory describes an individual's identity related to a sense of belonging to an area. The use of public territory in the market occurs when traders expand their trading area by claiming ownership of territory that is not legally theirs. This study aims to determine the condition of the Jatingaleh market compared to the initial planning and to find out the condition by the phenomenon public territory’s use in the Jatingaleh market and the factors behind it based on a literature study. The research was conducted using observation and mapping methods of the phenomenon and then examining the influencing factors through reference studies. The results showed that the behavior of using public territory was influenced by internal factors from individuals and external factors from settings or the environment.Abstrak: Pasar Jatingaleh merupakan pasar tradisional dengan nilai sejarah tinggi di kota Semarang, namun saat ini kondisi pasar terkesan kotor dan kumuh. Fenomena pemanfaatan koridor pasar oleh pedagang merupakan salah satu faktor utama yang melatarbelakanginya. Pemanfaatan ini menyebabkan koridor pasar menyempit dari lebar yang seharusnya. Teritori meggambarkan identitas seorang individu yang berhubungan dengan rasa memiliki terhadap sebuah area. Pemanfaatan teritori pada pasar terjadi saat pedagang memperluas area dagangnya dengan melakukan klaim kepemilikan terhadap teritori yang secara legal bukan miliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pasar Jatingaleh dibandingkan dengan perencanaan awal dan mengetahui kondisi fenomena pemanfaatan teritori publik di pasar Jatingaleh serta faktor yang melatarbelakanginya berdasarkan studi literatur. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan pemetaan terjadinya pemanfaatan kemudian mengkaji faktor yang mempengaruhi melalui studi referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemanfaatan teritori publk dipengaruhi oleh faktor internal dari individu dan faktor eksternal dari seting atau lingkungan.
SETTING PLAYGROUND TAMAN BUMIREJO SEMARANG TERHADAP PRIVASI DAN KEAMANAN ANAK Nuzlia Rahdini; Djoko Indrosaptono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1129

Abstract

Abstract: Playgrounds have an important role in fulfilling the basic rights of children, namely playing. To realize a child-friendly playground, in its design it is important to pay attention to the involvement of children and parents as users. This is because individual experiences will affect a person's behaviour patterns towards a setting. This process is carried out by humans to be able to achieve comfort, including those that are part of privacy and savety. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This study aims to determine the relationship between privacy and savety in influencing the formation of behavioural patterns that occur at the Taman Bumirejo Semarang playground setting. The results showed that a playground setting that meets the savety attributes will be able to fulfil the child's sense of privacy so that the child can be free, comfortable, and happy when playing. Abstrak: Taman bermain anak atau playground memiliki peran penting dalam memenuhi hak dasar anak yaitu bermain. Untuk mewujudkan playground yang ramah anak, dalam perancangannya penting untuk memperhatikan adanya keterlibatan anak dan orang tua sebagai pengguna. Hal ini karena pengalaman individu akan mempengaruhi pola perilaku seseorang terhadap suatu setting. Proses ini dilakukan manusia untuk dapat mencapai kenyamanan, termasuk yang menjadi bagian didalamnya adalah privasi dan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara privasi dan keamanan dalam mempengaruhi terbentuknya pola perilaku yang terjadi pada setting playground Taman Bumirejo Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting playground yang memenuhi atribut keamanan, akan dapat memenuhi rasa privasi anak sehingga anak dapat leluasa, nyaman, dan senang ketika bermain.
HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA DENGAN DESAIN SUASANA RUANG UTAMA DI FOLKAFE SEMARANG Glandisepa Chahyanita Dargayana; Djoko Indrosaptono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.887

Abstract

Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe.Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan.  Informasi Naskah:Diterima: 3 April 2022Direvisi:17 April 2022Disetujui terbit:15 Mei 2022Diterbitkan:   Cetak:29 Juni 2022 Online15 Juni 2022   Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Keyword: main room atmosphere design, user behavior, cafe Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan. Kata kunci : desain suasana ruang utama, perilaku pengguna, kafe
KENYAMANAN DAN PRIVASI SEBAGAI FAKTOR UTAMA DI KAFE MACARIUS CIREBON Ivien Aryo Puspita Wardani; Djoko Indrosaptono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.752

Abstract

Abstract: The spreading of café in Cirebon is already increased significantly, one of them is Macarius Café that often used as a place for gathering, discussion or working. Guest as the main user, responded to the space and environment arrangement in defining comfort and privacy. This study is intended to understand the privacy and comfortness of Macarius café based on the guest behavior pattern. The method used in this study is rasionalistic qualitative through behavorial mapping with person centered map. Comfort and privacy in Macarius café become the main factor that affect the seating choice for the guest. Layout 2, 3 and 4 are the area that had the most comfort and privacy, while layout 1 are the area that had the least comfort and privacy.Abstrak: Merebaknya kafe meningkat signifikan salah satunya Kafe Macarius Cirebon yang seringkali digunakan sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, mengerjakan tugas dan pekerjaan. Pengunjung kafe sebagai pengguna utama merespon pengaturan ruang dan lingkungan dalam menentukan kenyamanan dan privasinya. Aspek pengguna dan lingkungannya menuntut bangunan untuk dapat memberikan kenyamanan dan privasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan dan privasi setting kafe Macarius berdasarkan pola perilaku pengunjung. Metode penelitian yang digunakan kualitatif rasionalistik melalui peta perilaku (Behavioral Mapping) dengan person centered map. Kenyamanan dan privasi pada kafe Macarius menjadi faktor utama yang paling mempengaruhi dalam pemilihan tempat duduk. Area yang memiliki kenyamanan dan privasi tertinggi berada di layout II, III dan IV sedangkan area yang memiliki kenyamanan dan privasi rendah berada di layout I.