Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DESAIN SISTEM TRANSFER BEBAN OTOMATIS DARI SUMBER PLN KE PLTS PADA WAKTU BEBAN PUNCAK (WBP) Agus Mulyadi; Zulfikar Zulfikar; Zulhelmi Zulhelmi
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

— Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku penyedia energi listrik di Indonesia, belum sepenuhnya mampu mensuplai energi listrik secara merata. Hal ini terjadi karena laju pertambahan sumber energi baru dan pengadaan pembangkit tenaga listrik tidak sebanding dengan peningkatan konsumsi listrik. Penghematan perlu dilakukan untuk mengurangi intensitas terjadinya pemadaman listrik bergilir. Khususnya pada waktu beban puncak yang diistilahkan dengan WBP(Waktu Beban Puncak) yang sering terjadi pada jam 18:00 WIB sampai dengan 00:00 WIB. Untuk menghindari hal tersebut dirancanglah sebuah alat untuk mengatur pemakaian PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang tersimpan di Baterai sebagai energi utama pada Waktu Beban Puncak (WPB). Mikrokontroler Arduino (Arduino Mega 2560)  dan RTC (Real Time Clock)  digunakan sebagai kontrol waktu untuk mengalihkan atau Switching dari PLN ke Baterai pada saat WBP. Sistem ini juga mengontrol kapasitas baterai sebelum WBP dengan tambahan sensor tegangan DC, agar sumber energi listrik dari baterai dapat dialihkan ke beban. Jika kapasitas baterai tidak mencukupi atau dibawah 12 V untuk dilakukan pengalihan, maka sumber utama tetap di suplai oleh PLN. Jika kapasitas baterai diatas 12 V, maka Sistem akan mengalihkan ke sumber PV. Charge Controller untuk kontrol charge dan discharge baterai ditambahkan untuk menjaga baterai dari kerusakan. Keluaran yang diharapkan dari perancangan sistem ini adalah dapat membantu menurunkan beban suplai tegangan dari PLN saat WBP terjadi, sehingga dapat mencegah terjadinya pemadaman listrik bergilir. Dengan sistem ini kualitas tegangan yang didapatkan oleh konsumen akan lebih stabil. Kata Kunci— WBP, Baterai, Sensor Tegangan Dc, Charge Controller, Switching, Arduino, RTC
Pemanfaatan Biji Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Penambahan Lilin Lebah (Beeswax) pada Pembuatan Edible Film Agus Mulyadi; Faizah Hamzah; Farida Hanum Hamzah2
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 5 (2018): Edisi 2 Juli s/d Desember 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avocado seed contain amylose which could be raw material of making edible film. However, edible film  was resulted have durability to low water. Therefore, needed add material hidrofobic which would increase of durability to water of edible film one of is beeswax.This research was conducted experimentaly by used Complete Randomized Design (CRD) with five treatmens and three replications which followed by Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) at level 5%. The treatment in this research were B1 (beeswax 5%), B2 (beeswax 10%), B3 (beeswax 15%), B4 (beeswax 20%) and B5 (beeswax 25%). The results of variance analysis showed that addition of concentrations beeswax gave significantly affect on thickness, solubility, water of uptake and water of transfer edible film. The best formulations was obtained on the edible film with addition 5% beeswax which has thickness of 0.28 mm, solubility of 23.59%, water of uptake 313.35% and water of transfer 0.23 g.m-2.hour. Keywords: avocado seed, edible film, beeswax
HUBUNGAN TEKNIK RELAKSASI BERNAFAS DENGA RESPON ADAPTASI NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I DI PUSKESMAS KETAPANG II SAMPIT TAHUN 2018 agus mulyadi
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan Wanita Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Dan Kesehatan Wanita
Publisher : Akbid Muhammadiyah Kotim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Relaxation Technique is a pain reliever technique that gives the biggest input because relaxation technique in labor can prevent excessive post partum errors. Every year more than 200 million pregnant women, most pregnancies end with live births to healthy mothers nevertheless, in some cases birth is not a happening event but becomes a painful period of pain, fear, suffering and even death. Objective: To know the relation of relaxation breathing technique with the response of adaptation pain in the maternal mother Inpartu kala I in Ketapang II Sampit Community Health Center 2018. Research Method: This research is include in qualitative research with Design used is Cross sectional which use observation and interview test where the measurement of dependent and Independen is done stimulationeously that is directly.Researcher set sample in this research is equal to 35 sample. This study used a checklist instrumen that was distributed to the delivery mothers Inpartu kala I. The location of the research was conducted at the Puskesmas Ketapang II. Results: Based on the resulth of the research, it can be known that patient Adaptation Response which has Breathing relaxation technique, the majority get response of pain adaptation by 30 respondents (100%) and from 5 respondents who do not use Relaxation techniques breathe majority get response of pain adaptation 5 respondent (62,5%). After the statitistical test with chi-square test, chi-square value (19,688) and p-value 0,00 which means that there is a relationship between breath relaxation technique with Patient Adaptation Response in Maternal Woman Inpartu kala I. Conclusion: Maternal mothers respond to pain in different ways. Some mothers may feel fearful and axious while others are tolerant and optimistic. Tired women experience the energy and ability to use strategies such as dstraction and imagination to deal with pain.
Hubungan Paritas Ibu Bersalin Dengan Kejadian Persalinan Kala I Memanjang Di Puskesmas Baamang I Tahun 2020 agus mulyadi
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan Wanita Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan Wanita
Publisher : Akbid Muhammadiyah Kotim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background : The first stage is said to be prolonged if it has lasted more than 24 hours in primiparas and 18 hours in multiparas. A latent phase that exceeds 20 hours in primigravida or 14 hours in multiparas is an abnormal condition. An active phase in multiparas lasting more than 6 hours (mean 2,5 hours) and continued cervical dilatation of less than 1,5 cm in hours is an abnormal condition. Based on data at public health center Baaamang I 2020, of the 608 mothers who gave birth, there were 21 mothers who experienced prolonged labot in the first stage, (Pillitteri, 2013). Research Objectives : Knowing the relationship between maternal parity and the incidence of prolonged first stage of labor at public health center Baamang I 2020. Methods : This study uses a retrospective analytic method with a cross sectional research design.conducted at public health center Baamang I in 2020 with a sample of 21 people using a total sampling technique from secondary data. Independent variable parity and dependent variable first stage of labor is prolonged. Results : The results of the analysis using the chi square tets of 21 parity respondents with 11 primiparas (52,4%), 10 multiparas (47,6%), and 0 grandemultiparas (0%). While the first stage extends the latent phase of 3 people (14,3%), and stage 1 st extends the active phase of 18 people (85,7%). There is no significant relationship between parity and prolonged first stage of labor because the p value = 1.000 (>0,05). Conclusion : There is no significant relationship between maternal parity and the incidence of prolonged first stage of labor at public health center Baamang I 2020. Keywords : Parity, first stage, labor.
ANALISIS IMPLEMENTASI DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK SYARIAH BERDASARKAN HUKUM EKONOMI SYARIAH Agus Mulyadi
TAHKIM Vol 17, No 1 (2021): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v17i1.2037

Abstract

Time deposits are one of the Sharia banking products that are included in the funding category using the Mudharabah agreement. Investors take advantage of the funds they invest in the previously agreed-upon profit sharing method with the bank. But in practice the ratio given by the Islamic bank still refers to the basic interest rate which makes some investors secure the halal ratio. Even though the rukak or not the mudharabah contract is free of interest. So it is necessary to know how to calculate the ratio or percentage of profits made by Islamic banks so that it is clear the legal position of the deposit with the mudharabah agreement. Keywords: Deposits, Mudharabah, and Ratio
Pelatihan Cleaning Service Pada Karyawan Office Boy Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Bagiastra, I Ketut; Agus Mulyadi
Jurnal Abdi Anjani Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Abdi Anjani
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v1i1.730

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan pelayanan pembersihan, memberikan pengalaman belajar kepada karyawan office boy dan Meningkatkan kemampuan cleaning service bagi karyawan office boy STP Mataram dalam memberikan pelayanan. Setelah pelatihan berlangsung diharapkan karyawan office boy STP Mataram memiliki kemampuan penguasaan cleaning service yang memadai, terutama dalam skill yang dilatihkan. Kemampuan ini diharapkan akan menunjang pencapaian tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya karyawan office boy STP Mataram. Kegiatan ini akan berlangsung selam tiga bulan. Lama waktu yang dibutuhkan ini terkait dengan alokasi waktu yang dimiliki karyawan office boy STP Mataram mengingat kegiatan pelatihan ini diharapkan tidak mengganggu kegiatan lainnya. Peserta berjumlah 10 orang yang terdiri dari karyawan office boy STP Mataram. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan ini disambut positif oleh karyawan office boy sebagai peserta dalam kegiatan pelatihan ini. Secara umum kegiatan pelatihan berlangsung dengan baik dan lancar dengan tingkat kehadiran peserta 100%. Ketercapaian target materi pelatihan sangat baik karena materi pelatihan telah disampaikan secara keseluruhan, kemampuan peserta dilihat dari penguasaan materi cukup baik. Hal ini diakibatkan waktu pelatihan yang mencukupi dalam menyampaikan materi dan praktek langsung. Berdasarkan hasil pelatihan tersebut, pelatihan ini secara keseluruhan dapat dikatakan berhasil/sukses
STUDI KORELASI PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENCEGAHAN GENERASI THALASEMIA DI POLTEKKES KEMENKES SEMARANG PRODI DIII KEPERAWATAN TEGAL Cuciati Cuciati; Agus Mulyadi; Harry Abriyanto; Fatchurrozak Himawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i1.438

Abstract

Thalasemia bukan salah satu dari penyakit menular tetapi angkanya terus meningkat, hal ini dikarenakan thalasemia merupakan penyakit keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi pengetahuan terhadap sikap mahasiswa terhadap pencegahan generasi thalasemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan studi korelasi. Penelitian ini dilakukan di kampus 9 DIII Keperawatan Prodi Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan rums slovin dengan jumlah sampel 188 responden, mengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi karateristik respon, pengetahuan tentang thalasemia dan sikap dukungan dalam pencegahan generasi thalasemia. Analisis data menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahsiswa memiliki pengetahan baik sebanyak 92 orang (48,9%) dan memiliki sikap mendukung sebanyak 165 orang (87,76%), Hasil Uji Chi sqare didapatkan, dengan nilai Sym. Sig < 0,05 hal ini dapat disimpulkan bahwa ada korelasi pengetahuan terhadap sikap mahasiswa dalam pencegahan generasi thalasemia.