Maragustam Siregar
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN INPUT SANTRI BARU BERBASIS ADAPTASI-KARANTINA (STUDI ANALISIS SANTRI BARU DI PESANTREN YANAABII’UL QUR’AN KUDUS) Maragustam Siregar; Laili Nur Aini
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Department of Islamic Education, The State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.877 KB) | DOI: 10.14421/jpai.2019.162-05

Abstract

Development of new student's inputs from the beginning conducted training adapted to the Karantia system. This became significantly researched as a form of spiritual growth, knowledge, and santri skills. This research aims to answer (1) How the development of new Santri-based input of quarantine-adaptation, (2) How the forms of new students adaptation in Quarantine, and (3) How factors affecting the ability of new students adapt? Research on this field is a qualitative pedagogic approach. Subject determination using purposive and snowball sampling. Data collection using participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Its analytical techniques use Miles and Huberman through the collection, reduction, presentation, and verification of data. The result (1) mostly new quarantine-based students being able to adapt well to specific indicators; (2) Its adaptation, adaptive with signs of physical change, social behavior, and social appeal. While the adjustive aspect with intending, value and empathy indicators. (3) The things that influence them, physiological factors, psychological, social-cultural, and maturity of individuals.
Konsep Integrasi Pendidikan Islam dan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Burhanuddin Hartono; Maragustam Siregar; Sriharini Sriharini
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.2210

Abstract

Program peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah harus direspon positif oleh dunia pendidikan Islam. Pendidikan Islam perlu melakukan pengembangan formula baru sebagai solusi pembangunan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan mengintegrasikan konsep pendidikan Islam dengan konsep pendidikan kewirausahaan. Penelitian ini termasuk penelitian literer yang mengkaji integrasi konsep pendidikan Islam dengan konsep kewirausahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data dari jurnal, buku, buletin, dan artikel online. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan konsep integrasi pendidikan Islam dengan kewirausahaan. Kewirausahaan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga integrasi pendidikan Islam dan kewirausahaan juga mampu menjadi tawaran solusi pendidikan Islam atas problematika ekonomi di masayarakat. Pendidikan kewirausahaan yang digagas oleh pemerintah ternyata dalam praktiknya masih parsial, sehingga diperlukan pengkajian konsep mengenai integrasi pendidikan Islam dan kewirausahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga nilai yang menjadi integrasi pendidikan Islam dan kewirausahaan, yaitu nilai kreatif, mandiri, kepemimpinan. Strategi yang dilaksanakan dapat berupa konstruksi nilai kreatif, mandiri, dan kepemimpinan kedalam kurikulum pendidikan Islam
Advice Method: KH Raden Asnawi's Offer for Islamic Education in the Family Environment Nur Rizqiyah Al Karimah; Maragustam Siregar; Sembodo Ardi Widodo
International Journal Ihya' 'Ulum al-Din Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ihya.26.1.19505

Abstract

The family as an educational environment supports school and society education. This research is included in a qualitative approach and the library research category. This research aims to discover KH Raden Asnawi’s thoughts regarding appropriate methods in Islamic education in the family environment. Data was collected using documentation techniques, and data analysis used descriptive-analytic techniques. The analysis steps are data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this research concluded that, according to KH. Raden Asnawi, there is one method that can be used in education in the family environment, namely the advice method. This method is used to instill mahmudah morals in the form of tawadhu and muhasabah and to distance them from madzmumah morals in the form of being arrogant.
Konsep Integrasi Pendidikan Islam dan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Burhanuddin Hartono; Maragustam Siregar; Sriharini Sriharini
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.2210

Abstract

Program peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah harus direspon positif oleh dunia pendidikan Islam. Pendidikan Islam perlu melakukan pengembangan formula baru sebagai solusi pembangunan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan mengintegrasikan konsep pendidikan Islam dengan konsep pendidikan kewirausahaan. Penelitian ini termasuk penelitian literer yang mengkaji integrasi konsep pendidikan Islam dengan konsep kewirausahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data dari jurnal, buku, buletin, dan artikel online. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan konsep integrasi pendidikan Islam dengan kewirausahaan. Kewirausahaan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga integrasi pendidikan Islam dan kewirausahaan juga mampu menjadi tawaran solusi pendidikan Islam atas problematika ekonomi di masayarakat. Pendidikan kewirausahaan yang digagas oleh pemerintah ternyata dalam praktiknya masih parsial, sehingga diperlukan pengkajian konsep mengenai integrasi pendidikan Islam dan kewirausahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga nilai yang menjadi integrasi pendidikan Islam dan kewirausahaan, yaitu nilai kreatif, mandiri, kepemimpinan. Strategi yang dilaksanakan dapat berupa konstruksi nilai kreatif, mandiri, dan kepemimpinan kedalam kurikulum pendidikan Islam
From Diary to Pesantren: Integrating Islamic Religious Education as Socio-Psychological Capital for Golden Indonesia 2045 Rafiqah Rahmah; Zainal Arifin; Sukiman Sukiman; Maragustam Siregar; Umniyah Al-Birtha
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 24 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v24i1.12198

Abstract

Realizing Golden Indonesia 2045 requires superior human resources grounded in strong moral character. The family, as the primary socialization agent, plays a crucial role in integrating Islamic Religious Education (PAI) values. This study analyzes the integration of PAI values honesty, patience, sincerity, and responsibility in family parenting dynamics through an interdisciplinary lens of Developmental and Social Psychology. Using a qualitative case-study approach, data were collected through in-depth interviews with two purposively selected Muslim families in the Kebonarum District, Klaten, Central Java. The findings reveal that effective PAI integration relies not on verbal instruction or coercion, but on consistent non-verbal modeling and psychological internalization. Three key mechanisms were identified: (1) intrinsic motivation, a child's decision to enter pesantren was triggered by reading her mother's diary containing the aspiration; (2) modeling power, a father's calmness proved more effective than harsh discipline in shaping internal obedience; and (3) parenting inconsistency, where economic shifts disrupted consistency and hindered children's self-regulation. The study concludes that internalized Islamic religious education functions as socio-psychological capital, producing independent, responsible, and morally aware individuals, a fundamental prerequisite for Golden Indonesia 2045.
Pemikiran Fazlur Rahman (Pragmatis-Instrumental) Tentang Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Dunia Pendidikan Islam Kontemporer Muhamad Hadli Alfurqon; Maragustam Siregar
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.3787

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pemikiran Fazlur Rahman mengenai pendidikan Islam, khususnya dalam pendekatan pragmatis-instrumental, serta menganalisis relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah stagnasi dalam sistem pendidikan Islam tradisional yang ditandai dengan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia, pendekatan literalistik, serta minimnya pengembangan nalar kritis dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah terhadap karya-karya utama Fazlur Rahman seperti Islam and Modernity, Major Themes of the Qur’an, serta berbagai artikel akademik dan kajian sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks dan pemikiran Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fazlur Rahman menawarkan paradigma pendidikan Islam yang integratif, dinamis, dan kontekstual. Ia menolak pemisahan antara ilmu agama dan ilmu dunia, serta mengusulkan pendekatan hermeneutik historis melalui metode “double movement” untuk menafsirkan ajaran Islam secara relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan, menurut Rahman, harus menjadi alat transformasi sosial yang membentuk intelektualisme Islam yang kritis dan etis, bukan sekadar pewarisan teks klasik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman dapat dijadikan dasar konseptual dan praktis untuk merancang sistem pendidikan Islam yang lebih adaptif dan transformatif di era modern.