Sukiman Sukiman
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA SOAL UJIAN AKHIR SISWA KELAS 6 KMI DALAM KELOMPOK MATA PELAJARAN DIROSAH ISLAMIYAH DI PONDOK MODERN TAZAKKA BATANG Iqbal Faza Ahmad; Sukiman Sukiman
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Department of Islamic Education, The State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.764 KB) | DOI: 10.14421/jpai.2019.162-02

Abstract

This research aims to determine the composition of the final exam of Grade 6 students Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI), a group of subjects of the honed Islamiyah in the modern cottage of Tazakka Batang from the level of thinking skills according to Bloom's taxonomy, and Know the characteristics of the Higher Order Thinking Skill (HOTS) contained in the final examination of the group's subjects. This research is qualitative descriptive-analytical research. Data collection is conducted using interviews and documentation. The validity of the data is tested using triangulation techniques, which include the triangulation of the source and method, and data analysis is done through transcript, coding, and verification. The results showed: 1) the composition of final examination of students in Grade 6 KMI Group of subjects (Tauhid, Fiqh, and Islamic date) judging by the level of thinking skills according to the dominant taxonomy of Bloom is the question that belongs to the Category level think remembering and understanding. (C1 and C2). There are a few questions that include thinking skills to apply, analyze, and evaluate (C3, C4, and C5), and there is no item that contains the ability to think creating (C6). 2) about the exam on the subjects of Tauhid, Fiqh, and Islamic date in the final exam of Grade 6 students in Pondok Modern Tazakka is based not on the special considerations about Higher Order Thinking Skill (HOTS). However, after the authors of the analysis, there are some questions about the group's subjects, which has some characteristic HOTS. The question of the most fulfilling the character of HOTS is about the test of Fiqh subjects, followed by Tauhid and History of Islam
Inovasi Kurikulum Anak Usia Dini: Pekan Budaya Sebagai Penanaman Nilai Kearifan Lokal Aisyah Nurul Hurriyah Sani; Annis Sholikha Putri; Sukiman Sukiman
Jurnal Smart PAUD Vol 5, No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Jurusan PG-PAUD Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jspaud.v5i1.22682

Abstract

Inovasi kurikulum merupakan sebuah gagasan yang diharapkan dapat mengubah kurikulum. Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan model pendidikan yang menaruh perhatian besar pada pengembangan kecakapan hidup dengan memperkuat keterampikan lokal dan potensi daerah masing-masing. Dalam model pendidikan ini, materi pembelajaran harus memiliki makna dan relevansi dengan pemberdayaan sejati dalam kehidupan, sesuai dengan realitas yang mereka hadapi. Kurikulum yang akan dibuat sesuai kondisi lingkungan hidup, minat, dan kondisi psikologi peserta didik.  Pada penelitian ini telah dilakukan wawancara langsung kepada responden dari TK Masjid Syuhada dengan menggunakan metode deskriptif. Langkah ini mendeskripsikan setting social penanaman nilai kearifan lokal melalui kegiatan pekan budaya yang diselenggarakan di TK Masjid Syuhada Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman nilai kearifan lokal dapat dilakukan sejak dini dalam proses berkala dan berkelanjutan.
Konstruksi Pemikiran Al-Qabisi Sebuah Upaya Mengatasi Krisis Moral Di Era Digital Lely Nur Hidayah Syafitri; Sukiman Sukiman; Sibawaihi Sibawaihi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi gagasan pemikiran Al-Qabisi tentang kepeduliannya terhadap pendidikan anak, dia menawarkan gagasannya melalui kurikulum ikhtiyari dan ijbari. Penelitian ini menggunakan survei multi-stake random sampling dan study kepustakaan sebagai metodenya. Data penelitian dikumpulkan dari buku, surat kabar, artikel dan sumber lainnya, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qabisi memperkenalkan kurikulum ijbari dan ikhtiyari. Kurikulum ijbari memuat materi wajib seperti mempelajari alqur’an dan mengamalkannya sedangkan kurikulum ikhtiyari memuat materi pilihan seperti berhitung, syair, kisah masyarakat Arab, ilmu sains seperti ilmu alam, biologi, kimia, dan fisika. Al qabisi juga mengajarkan soft skill untuk membantu hidup bermasyarakat dan tidak bergantung pada orang lain. Konstruksi pemikiran alqabisi yang memuat nilai moral yang relevan ketika orang tua mengaplikasikannya diera digital yaitu akan muncul nilai keimanan/aqidah yang kuat, pemahaman terhadap ajaran agama islam yang kokoh, al-ihsan (kebaikan) akan menghasilkan rasa ikhlas, serta istiqomah dalam pendirian. Selain melakukan konstruksi melalui gagasan Al Qabisi dalam mendidik anak diera digital, orang tua juga perlu menerapkan digital parenting yaitu dengan menerapkan pola asuh yang demokratis dengan memberi anak pedoman yang jelas terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh diakses saat menggunakan perangkat digital.
Konstruksi Pemikiran Al-Qabisi Sebuah Upaya Mengatasi Krisis Moral Di Era Digital Lely Nur Hidayah Syafitri; Sukiman Sukiman; Sibawaihi Sibawaihi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi gagasan pemikiran Al-Qabisi tentang kepeduliannya terhadap pendidikan anak, dia menawarkan gagasannya melalui kurikulum ikhtiyari dan ijbari. Penelitian ini menggunakan survei multi-stake random sampling dan study kepustakaan sebagai metodenya. Data penelitian dikumpulkan dari buku, surat kabar, artikel dan sumber lainnya, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qabisi memperkenalkan kurikulum ijbari dan ikhtiyari. Kurikulum ijbari memuat materi wajib seperti mempelajari alqur’an dan mengamalkannya sedangkan kurikulum ikhtiyari memuat materi pilihan seperti berhitung, syair, kisah masyarakat Arab, ilmu sains seperti ilmu alam, biologi, kimia, dan fisika. Al qabisi juga mengajarkan soft skill untuk membantu hidup bermasyarakat dan tidak bergantung pada orang lain. Konstruksi pemikiran alqabisi yang memuat nilai moral yang relevan ketika orang tua mengaplikasikannya diera digital yaitu akan muncul nilai keimanan/aqidah yang kuat, pemahaman terhadap ajaran agama islam yang kokoh, al-ihsan (kebaikan) akan menghasilkan rasa ikhlas, serta istiqomah dalam pendirian. Selain melakukan konstruksi melalui gagasan Al Qabisi dalam mendidik anak diera digital, orang tua juga perlu menerapkan digital parenting yaitu dengan menerapkan pola asuh yang demokratis dengan memberi anak pedoman yang jelas terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh diakses saat menggunakan perangkat digital.
Integrasi PJBL (Project Based Learning) dalam Kurikulum Merdeka untuk Pengembangan Keterampilan 4C Siswa Sekolah Dasar Dwi Novita Sari; Hukma Fikria Adira; Sukiman Sukiman; Humaira Silfiani
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.638

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C) yang menjadi pilar Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran kontekstual dan berpusat pada siswa, namun praktiknya masih dominan bersifat prosedural. Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi Project-Based Learning (PjBL) dalam Kurikulum Merdeka sebagai strategi penguatan keterampilan 4C siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan systematic review melalui analisis isi. Data dianalisis melalui sintesis tematik terhadap hasil penelitian yang relevan dari sepuluh artikel nasional dan internasional tahun 2020–2025 yang diambil dari Google Scholar, SINTA, DOAJ, dan ResearchGate. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL efektif membangun keterampilan 4C melalui kegiatan proyek kontekstual yang melatih berpikir tingkat tinggi, kreativitas konseptual, kolaborasi sosial, dan komunikasi matematis. Keberhasilan penerapan PjBL sangat bergantung pada kesiapan guru, kemampuan mendesain proyek, serta asesmen autentik yang terintegrasi dalam kebijakan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, hasil kajian ini menegaskan bahwa integrasi PjBL efektif memperkuat keterampilan 4C dan dapat menjadi fondasi strategis bagi implementasi pembelajaran bermakna dan berorientasi masa depan di sekolah dasar.