Sukiman Sukiman
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA SOAL UJIAN AKHIR SISWA KELAS 6 KMI DALAM KELOMPOK MATA PELAJARAN DIROSAH ISLAMIYAH DI PONDOK MODERN TAZAKKA BATANG Iqbal Faza Ahmad; Sukiman Sukiman
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Department of Islamic Education, The State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.764 KB) | DOI: 10.14421/jpai.2019.162-02

Abstract

This research aims to determine the composition of the final exam of Grade 6 students Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI), a group of subjects of the honed Islamiyah in the modern cottage of Tazakka Batang from the level of thinking skills according to Bloom's taxonomy, and Know the characteristics of the Higher Order Thinking Skill (HOTS) contained in the final examination of the group's subjects. This research is qualitative descriptive-analytical research. Data collection is conducted using interviews and documentation. The validity of the data is tested using triangulation techniques, which include the triangulation of the source and method, and data analysis is done through transcript, coding, and verification. The results showed: 1) the composition of final examination of students in Grade 6 KMI Group of subjects (Tauhid, Fiqh, and Islamic date) judging by the level of thinking skills according to the dominant taxonomy of Bloom is the question that belongs to the Category level think remembering and understanding. (C1 and C2). There are a few questions that include thinking skills to apply, analyze, and evaluate (C3, C4, and C5), and there is no item that contains the ability to think creating (C6). 2) about the exam on the subjects of Tauhid, Fiqh, and Islamic date in the final exam of Grade 6 students in Pondok Modern Tazakka is based not on the special considerations about Higher Order Thinking Skill (HOTS). However, after the authors of the analysis, there are some questions about the group's subjects, which has some characteristic HOTS. The question of the most fulfilling the character of HOTS is about the test of Fiqh subjects, followed by Tauhid and History of Islam
Inovasi Kurikulum Anak Usia Dini: Pekan Budaya Sebagai Penanaman Nilai Kearifan Lokal Aisyah Nurul Hurriyah Sani; Annis Sholikha Putri; Sukiman Sukiman
Jurnal Smart PAUD Vol 5, No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Jurusan PG-PAUD Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jspaud.v5i1.22682

Abstract

Inovasi kurikulum merupakan sebuah gagasan yang diharapkan dapat mengubah kurikulum. Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan model pendidikan yang menaruh perhatian besar pada pengembangan kecakapan hidup dengan memperkuat keterampikan lokal dan potensi daerah masing-masing. Dalam model pendidikan ini, materi pembelajaran harus memiliki makna dan relevansi dengan pemberdayaan sejati dalam kehidupan, sesuai dengan realitas yang mereka hadapi. Kurikulum yang akan dibuat sesuai kondisi lingkungan hidup, minat, dan kondisi psikologi peserta didik.  Pada penelitian ini telah dilakukan wawancara langsung kepada responden dari TK Masjid Syuhada dengan menggunakan metode deskriptif. Langkah ini mendeskripsikan setting social penanaman nilai kearifan lokal melalui kegiatan pekan budaya yang diselenggarakan di TK Masjid Syuhada Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman nilai kearifan lokal dapat dilakukan sejak dini dalam proses berkala dan berkelanjutan.
Konstruksi Pemikiran Al-Qabisi Sebuah Upaya Mengatasi Krisis Moral Di Era Digital Lely Nur Hidayah Syafitri; Sukiman Sukiman; Sibawaihi Sibawaihi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi gagasan pemikiran Al-Qabisi tentang kepeduliannya terhadap pendidikan anak, dia menawarkan gagasannya melalui kurikulum ikhtiyari dan ijbari. Penelitian ini menggunakan survei multi-stake random sampling dan study kepustakaan sebagai metodenya. Data penelitian dikumpulkan dari buku, surat kabar, artikel dan sumber lainnya, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qabisi memperkenalkan kurikulum ijbari dan ikhtiyari. Kurikulum ijbari memuat materi wajib seperti mempelajari alqur’an dan mengamalkannya sedangkan kurikulum ikhtiyari memuat materi pilihan seperti berhitung, syair, kisah masyarakat Arab, ilmu sains seperti ilmu alam, biologi, kimia, dan fisika. Al qabisi juga mengajarkan soft skill untuk membantu hidup bermasyarakat dan tidak bergantung pada orang lain. Konstruksi pemikiran alqabisi yang memuat nilai moral yang relevan ketika orang tua mengaplikasikannya diera digital yaitu akan muncul nilai keimanan/aqidah yang kuat, pemahaman terhadap ajaran agama islam yang kokoh, al-ihsan (kebaikan) akan menghasilkan rasa ikhlas, serta istiqomah dalam pendirian. Selain melakukan konstruksi melalui gagasan Al Qabisi dalam mendidik anak diera digital, orang tua juga perlu menerapkan digital parenting yaitu dengan menerapkan pola asuh yang demokratis dengan memberi anak pedoman yang jelas terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh diakses saat menggunakan perangkat digital.
Konstruksi Pemikiran Al-Qabisi Sebuah Upaya Mengatasi Krisis Moral Di Era Digital Lely Nur Hidayah Syafitri; Sukiman Sukiman; Sibawaihi Sibawaihi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi gagasan pemikiran Al-Qabisi tentang kepeduliannya terhadap pendidikan anak, dia menawarkan gagasannya melalui kurikulum ikhtiyari dan ijbari. Penelitian ini menggunakan survei multi-stake random sampling dan study kepustakaan sebagai metodenya. Data penelitian dikumpulkan dari buku, surat kabar, artikel dan sumber lainnya, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qabisi memperkenalkan kurikulum ijbari dan ikhtiyari. Kurikulum ijbari memuat materi wajib seperti mempelajari alqur’an dan mengamalkannya sedangkan kurikulum ikhtiyari memuat materi pilihan seperti berhitung, syair, kisah masyarakat Arab, ilmu sains seperti ilmu alam, biologi, kimia, dan fisika. Al qabisi juga mengajarkan soft skill untuk membantu hidup bermasyarakat dan tidak bergantung pada orang lain. Konstruksi pemikiran alqabisi yang memuat nilai moral yang relevan ketika orang tua mengaplikasikannya diera digital yaitu akan muncul nilai keimanan/aqidah yang kuat, pemahaman terhadap ajaran agama islam yang kokoh, al-ihsan (kebaikan) akan menghasilkan rasa ikhlas, serta istiqomah dalam pendirian. Selain melakukan konstruksi melalui gagasan Al Qabisi dalam mendidik anak diera digital, orang tua juga perlu menerapkan digital parenting yaitu dengan menerapkan pola asuh yang demokratis dengan memberi anak pedoman yang jelas terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh diakses saat menggunakan perangkat digital.
Integrasi PJBL (Project Based Learning) dalam Kurikulum Merdeka untuk Pengembangan Keterampilan 4C Siswa Sekolah Dasar Dwi Novita Sari; Hukma Fikria Adira; Sukiman Sukiman; Humaira Silfiani
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.638

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C) yang menjadi pilar Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran kontekstual dan berpusat pada siswa, namun praktiknya masih dominan bersifat prosedural. Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi Project-Based Learning (PjBL) dalam Kurikulum Merdeka sebagai strategi penguatan keterampilan 4C siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan systematic review melalui analisis isi. Data dianalisis melalui sintesis tematik terhadap hasil penelitian yang relevan dari sepuluh artikel nasional dan internasional tahun 2020–2025 yang diambil dari Google Scholar, SINTA, DOAJ, dan ResearchGate. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL efektif membangun keterampilan 4C melalui kegiatan proyek kontekstual yang melatih berpikir tingkat tinggi, kreativitas konseptual, kolaborasi sosial, dan komunikasi matematis. Keberhasilan penerapan PjBL sangat bergantung pada kesiapan guru, kemampuan mendesain proyek, serta asesmen autentik yang terintegrasi dalam kebijakan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, hasil kajian ini menegaskan bahwa integrasi PjBL efektif memperkuat keterampilan 4C dan dapat menjadi fondasi strategis bagi implementasi pembelajaran bermakna dan berorientasi masa depan di sekolah dasar.
Strategies of Islamic Religious Education Teachers in Integrating Ngasa Local Traditional Values into Elementary School Learning Ahmad Abdul Rochim; Sukiman Sukiman; Zainal Arifin
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i2.9633

Abstract

This study aims to analyze the integration of Ngasa traditional values into Islamic Religious Education (IRE) learning at SDN 2 Cisereuh, Brebes Regency, and to identify the strategies, supporting factors, and inhibiting factors involved in the process. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving IRE teachers, the school principal, and Jalawastu traditional leaders. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that IRE teachers integrate Ngasa traditional values, particularly togetherness, mutual cooperation (gotong royong), and deliberation (musyawarah), into learning materials, learning processes, teaching materials, and instructional media. These values are contextualized with Islamic teachings, enabling students to understand religious concepts through their socio-cultural experiences. The integration process is supported by students’ enthusiasm, parental support, community participation, and teachers’ understanding of local cultural values. However, several challenges remain, including the limited availability of local culture-based learning resources, the absence of local cultural content in the curriculum, and insufficient professional development related to local wisdom-based learning. This study concludes that the Ngasa tradition serves as a relevant and meaningful source of values for strengthening Islamic Religious Education while contributing to the preservation of local cultural heritage.
From Diary to Pesantren: Integrating Islamic Religious Education as Socio-Psychological Capital for Golden Indonesia 2045 Rafiqah Rahmah; Zainal Arifin; Sukiman Sukiman; Maragustam Siregar; Umniyah Al-Birtha
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 24 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v24i1.12198

Abstract

Realizing Golden Indonesia 2045 requires superior human resources grounded in strong moral character. The family, as the primary socialization agent, plays a crucial role in integrating Islamic Religious Education (PAI) values. This study analyzes the integration of PAI values honesty, patience, sincerity, and responsibility in family parenting dynamics through an interdisciplinary lens of Developmental and Social Psychology. Using a qualitative case-study approach, data were collected through in-depth interviews with two purposively selected Muslim families in the Kebonarum District, Klaten, Central Java. The findings reveal that effective PAI integration relies not on verbal instruction or coercion, but on consistent non-verbal modeling and psychological internalization. Three key mechanisms were identified: (1) intrinsic motivation, a child's decision to enter pesantren was triggered by reading her mother's diary containing the aspiration; (2) modeling power, a father's calmness proved more effective than harsh discipline in shaping internal obedience; and (3) parenting inconsistency, where economic shifts disrupted consistency and hindered children's self-regulation. The study concludes that internalized Islamic religious education functions as socio-psychological capital, producing independent, responsible, and morally aware individuals, a fundamental prerequisite for Golden Indonesia 2045.
Curriculum Development of Educational Units (KSP) at the Elementary/MI Level in the Implementation of the Independent Curriculum: Literature Study Yulia Angga Anggraina; Sukiman Sukiman
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 10, No. 3, July - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i3.6079

Abstract

This article aims to systematically examine the development of the Education Unit Curriculum (KSP) at the elementary/middle school level in the context of the implementation of the Independent Curriculum. This research uses a literature study method by examining various relevant national and international sources, especially reputable scientific publications in the last ten years. The results of the study show that the Curriculum of the Education Unit has a strategic role as an instrument that bridges national curriculum policies with contextual learning practices at the level of educational units. The effective development and implementation of the Education Unit Curriculum is influenced by several key factors, including the competence of teachers as learning designers, the leadership of school principals as learning leaders, collaborative culture in the school environment, and sustainable curriculum reflection and evaluation mechanisms. In addition, the Curriculum of the Education Unit provides a space of autonomy for schools to integrate student characteristics, local potential, and character and religious values into learning. However, this study also identified a number of challenges, such as the limitation of teacher capacity and the tendency of the Curriculum of the Education Unit to become an administrative document if it is not supported by systematic mentoring and evaluation. The findings of this literature study are expected to make a conceptual contribution to strengthening school-based curriculum development practices and become a reference for policy makers and basic education practitioners in optimizing the implementation of KSP in elementary and secondary schools.
Pendekatan Humanistik dalam Kurikulum Merdeka: Strategi Penguatan Pembelajaran Inklusif dan Berdiferensiasi di Madrasah Ibtidaiyah Intan Andriani Hasanah; Sukiman Sukiman
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.7518

Abstract

Kurikulum Merdeka mendorong transformasi pendidikan yang lebih kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada keberagaman peserta didik. Kajian ini bertujuan menganalisis peran pendekatan humanistik sebagai strategi penguatan pembelajaran inklusif dan berdiferensiasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari 30 artikel ilmiah terbitan 2020–2025, dengan 15 artikel utama dianalisis mendalam melalui klasifikasi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik memiliki potensi besar dalam mendukung terciptanya ruang belajar yang empatik, adaptif, dan bermakna. Nilai-nilai seperti empati, penghargaan tanpa syarat, dan aktualisasi diri mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Implementasi pendekatan ini terbukti relevan dalam konteks Kurikulum Merdeka, khususnya melalui fleksibilitas capaian pembelajaran dan pelaksanaan diferensiasi. Meskipun demikian, ditemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemahaman guru dan belum optimalnya budaya sekolah inklusif. Oleh karena itu, penguatan pelatihan guru berbasis nilai serta dokumentasi praktik baik menjadi strategi penting. Kajian ini merekomendasikan integrasi pendekatan humanistik sebagai kerangka nilai utama dalam pengembangan kurikulum MI yang berkelanjutan.