Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Peran Akun Instagram @Ponpes Assanadiyah Palembang Dalam Menyosialisasikan Kegiatan Pesantren Miranti Miranti; Muslimin Muslimin; Sri Hertimi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran akun Instagram @PonPes Assanadiyah Palembang dalam menyosialisasikan kegiatan pesantren serta mengklasifikasikan jenis konten yang digunakan dalam proses sosialisasi tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan lembaga pendidikan Islam sebagai sarana dakwah dan komunikasi publik. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional, kini turut memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan informasi dan membangun citra positif di ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi, di mana peneliti mengamati aktivitas digital akun Instagram @Ponpes Assanadiyah serta melakukan wawancara mendalam dengan informan yaitu pemimpin pondok pesantren, pengelolal akun instagram dam beberapa santri yang terlibat. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik triangulasi data Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram berperan sebagai sarana sosialisasi kegiatan, dokumentasi, dan representasi pesantren di ruang digital. Meskipun pengelolaan akun masih dilakukan secara mandiri oleh satu orang dan menghadapi kendala sumber daya manusia serta waktu, pesantren menunjukkan kesadaran tinggi untuk beradaptasi dengan perkembangan media. Konten yang diunggah terbagi menjadi tiga kategori utama: kegiatan santri, konten kreatif bernuansa religi, dan informasi kelembagaan. Penggunaan media sosial ini menunjukkan pergeseran pola komunikasi pesantren dari model tradisional menuju komunikasi partisipatif berbasis digital.
Strategi Dakwah Ustazah Syarifah Mahda Al Kaff Dalam Meningkatkan Pemahaman Ibadah Mahdhah Remaja Putri Di Majelis Ta’lim Al Arofah Kota Palembang Alya Rahmadhani; Choiriyah Choiriyah; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Ustazah Syarifah Mahda Al Kaff dalam meningkatkan pemahaman ibadah ibadah mahdhah remaja putri di Majelis Ta’lim Al Arofah Kota Palembang. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pembinaan ibadah mahdhah bagi remaja, mengigat fase remaja merupakan tahap pencarian jati diri dan rentan terhadap melemahnya pemahaman keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan dakwah Ustazah Mahda adalah menanamkan pemahaman yang benar tentang ibadah mahdhah serta membentuk karakter religious remaja putri. Adapun strategi dakwah yang diterapkan meliputi pendekatan bil hikmah, mau’izhaah hasanah, mujadalah, serta uswah hasanah. Strategi tersebut disampaikan melalui pendekatan komunikasi interpersonal yang lembut, komunikatif, serta relevan dengan konteks kehidupan remaja. Efektivitas dakwah terlihat dari meningkatnya pengetahuan kesadaran, dan pengamalan ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi dakwah Ustazah Mahda berhasil meningkatkan pemahaman dan pengamalan ibadah mahdhah pada remaja putri di Majelis Ta’lim Al Arofah.
Representasi Perempuan Dalam Film "Pantaskah Aku Berhijab" (Analisis Semiotik Roland Barthes) Regina Sakela; Sumaina Duku; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6352

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam film “Pantaskah Aku Berhijab?” dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis semiotika Roland Barthes. Data primer diperoleh dari tanda visual, audio, simbol, dan adegan dalam film, sedangkan data sekunder berasal dari literatur mengenai komunikasi, gender, dan semiotika. Proses analisis dilakukan dengan tiga tahapan makna Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos untuk membongkar proses pembentukan makna ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan perempuan dalam beberapa konstruksi, yaitu mandiri, lembut, tertekan secara emosional, penuh empati, kuat dalam menghadapi krisis, serta berada dalam posisi subordinat akibat tekanan sosial. Representasi tersebut dibentuk melalui pengalaman emosional tokoh utama, Sofi, yang memperlihatkan dinamika identitas perempuan berhijab di tengah tuntutan budaya dan moral. Secara keseluruhan, film ini menegaskan bahwa representasi perempuan berhijab tidak tunggal, melainkan kompleks, bertingkat, dan dipengaruhi oleh struktur sosial serta nilai budaya yang berlaku.
Strategi Dakwah Ustadz Husein Ja’far Al Hadar Dalam Membentuk Identitas Islami Di Instagram @husein_hadar Okta Lasriani; Nuraida Nuraida; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6362

Abstract

Perkembangan media sosial pada era digital memberikan ruang baru bagi penyebaran dakwah Islam, terutama melalui platform Instagram yang banyak digunakan oleh generasi milenial dan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah Ustadz Husein Ja’far Al Hadar dalam membentuk identitas Islami melalui akun Instagram @husein_hadar. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis isi dan netnografi, penelitian ini mengamati bentuk penyampaian pesan dakwah melalui konten video reels, foto, caption, serta interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Husein Ja’far menerapkan tiga strategi dakwah utama berdasarkan konsep Al-Bayanuni, yaitu strategi sentimental, strategi rasional, dan strategi indrawi. Strategi sentimental terlihat melalui penyampaian pesan dakwah yang menyentuh emosi audiens, seperti ajakan mencintai sesama, sikap toleransi, dan penguatan nilai-nilai moral. Strategi rasional diwujudkan melalui penjelasan logis, penggunaan bahasa yang lugas, serta pengaitan materi dakwah dengan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Sementara strategi indrawi ditunjukkan melalui visual yang menarik, keteladanan sikap, serta kemasan konten yang mudah diterima dan dipahami. Ketiga strategi tersebut terbukti berperan dalam membentuk identitas Islami yang moderat, inklusif, dan humanis bagi para pengikut akun tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian dakwah digital serta dapat menjadi rujukan bagi pendakwah dalam merancang strategi dakwah di media sosial
Strategi Dakwah Ustadz Das’ad Latif Tema Ibu Kunci Rezeki Yang Terlupakan Di Youtube Hamdaini Rohmadanti; Nuraida Nuraida; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Ustadz Das’ad Latif dalam video ceramah bertema “Ibu Kunci Rezeki yang Terlupakan” pada platform YouTube. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dakwah Islam di era digital yang menuntut adanya transformasi metode penyampaian pesan keagamaan agar lebih relevan dengan kondisi masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh dari video ceramah Ustadz Das’ad Latif yang diunggah pada channel YouTube resmi @Das’ad Latif, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, buku, dan literatur yang berkaitan dengan dakwah, komunikasi, dan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang digunakan Ustadz Das’ad Latif meliputi pemilihan tema yang kontekstual, penggunaan bahasa yang sederhana dan komunikatif, pemanfaatan humor, serta pendekatan emosional yang menekankan nilai birrul walidain. Media YouTube terbukti efektif sebagai sarana dakwah kontemporer karena mampu menjangkau audiens secara luas serta memungkinkan interaksi dua arah antara dai dan mad’u.
Nilai Akhlak Dalam Animasi Riko The Series Dalam Persfektif Pesan Dakwah Antoni Banderas; Muslimin Muslimin; Anang Walian
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6840

Abstract

Penelitian ini menganalisis nilai akhlak dalam animasi Riko The Series dari perspektif pesan dakwah Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi beberapa episode dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Riko The Series menampilkan nilai akhlak seperti jujur, sabar, hormat kepada orang tua, dan tolong-menolong, yang disampaikan melalui narasi, simbol visual, serta karakter yang menggambarkan dakwah bil hal. Simbol seperti warna dan cahaya memperkuat makna spiritual dalam setiap adegan. Animasi ini terbukti menjadi media dakwah digital yang efektif dalam menanamkan nilai moral dan membentuk karakter Islami anak di era modern.
Analisis Framing Pemberitaan Efisiensi Anggaran oleh Pemerintah Indonesia pada Media Online detik.com dan tempo.co Banyu Biru; Hamidah Hamidah; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7196

Abstract

The Indonesian government's 2025 budget efficiency policy has sparked controversy among the public, particularly regarding its impact on public sectors such as education and development. These differing views are also reflected in online media reports, which tend to have different perspectives and angles. This study focuses on how online media constructs the reality of budget efficiency policies and the differences in framing used by detik.com and tempo.co in reporting on this issue. This study aims to determine the framing of the Indonesian government's budget efficiency policies by detik.com and tempo.co and to compare how the two media outlets frame these policies. The research method used is a descriptive qualitative approach with Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki's framing analysis model, which includes syntactic, script, thematic, and rhetorical structures. The research data consists of budget efficiency news articles published in February 2025 in both media outlets. The results of the study show that detik.com tends to frame the budget efficiency policy positively by positioning the government as a decisive and pro-people reform actor, while tempo.co presents a critical framing by highlighting policy inconsistencies, social impacts, and the potential for a fiscal governance crisis. This study confirms that differences in framing are influenced by the agenda setting of each media outlet, resulting in different constructions of reality in interpreting the government's budget efficiency policy.
Analisis Framing Pemberitaan Khilafatul Muslimin Tentang Ideologi Bernegara Yudha Saputra; Muslimin Muslimin; Lilis Sukmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7266

Abstract

Penelitian ini mengkaji framing media daring nasional terhadap pemberitaan Khilafatul Muslimin dalam konteks ideologi bernegara di Indonesia. Kemunculan kelompok ini memicu perdebatan publik karena ideologi khilafah yang diusung kerap dipersepsikan bertentangan dengan Pancasila. Media massa berperan penting dalam membentuk pemahaman publik melalui proses framing. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan framing pemberitaan Khilafatul Muslimin pada Kompas.com dan Republika.co.id menggunakan model framing Robert N. Entman. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan berita yang terbit pada Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai Khilafatul Muslimin sebagai ancaman terhadap Pancasila, stabilitas nasional, dan keamanan negara dengan penekanan pada penegakan hukum dan risiko radikalisme. Sementara itu, Republika.co.id menampilkan framing yang lebih moderat dengan menempatkan isu khilafah dalam konteks keagamaan dan sosial serta menekankan pendekatan dialogis dan deradikalisasi. Perbedaan framing ini mencerminkan orientasi editorial media dan menunjukkan bahwa pemberitaan turut membangun makna serta realitas sosial
Analisis Framing Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual I Wayan Agus Suwartana: Perbandingan Pada Detik.com Dan Tribunnews.com Erlangga Erlangga; Nuraida Nuraida; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7481

Abstract

Pemberitaan kasus pelecehan seksual di media daring memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap suatu peristiwa hukum. Media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membingkai realitas melalui pemilihan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan framing pemberitaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suwartama pada media Detik.com dan Tribunnews.com. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Objek penelitian berupa 12 berita, masing-masing enam berita dari Detik.com dan enam berita dari Tribunnews.com yang dipublikasikan pada Januari 2025. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com cenderung membingkai pemberitaan dengan penekanan pada aspek kronologi peristiwa dan proses hukum, serta menampilkan narasumber dari aparat penegak hukum. Sementara itu, Tribunnews.com lebih menonjolkan aspek emosional, kondisi psikologis tersangka, dan dampak sosial kasus melalui penggunaan judul yang lebih dramatik dan diksi yang emosional. Perbedaan framing tersebut dipengaruhi oleh karakteristik redaksional masing-masing media. Kesimpulannya, perbedaan cara media membingkai berita berpotensi memengaruhi cara masyarakat memahami dan menilai kasus pelecehan seksual.
Analisis Opini Publik Terhadap Rating Tayangan 21+ Pada Edukasi Seksual, Kekerasan Dan Konten Sensitif Pada Masyarakat Kota Palembang Puspita Shabrina; Fifi Hasmawati; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini publik masyarakat Kota Palembang terhadap tayangan televisi ber-rating 21+, khususnya yang mengandung edukasi seksual, kekerasan, dan konten sensitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam mengonsumsi tayangan ber-rating 21+. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memahami rating 21+ sebagai bentuk pembatasan usia sekaligus peringatan terhadap konten sensitif. Rating dipersepsikan sebagai mekanisme proteksi psikologis bagi anak dan remaja, terutama dari paparan kekerasan dan seksual yang berpotensi memengaruhi perilaku. Namun, bagi penonton dewasa, rating 21+ juga dimaknai sebagai legitimasi untuk mengakses tayangan tertentu, meskipun tetap disertai pertimbangan kesiapan mental pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem rating usia tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh tingkat literasi media dan kesadaran individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem rating 21+ memiliki fungsi sosial yang kompleks sebagai alat pembatas, panduan, dan kontrol simbolik dalam konsumsi media televisi. Oleh karena itu, penguatan literasi media masyarakat menjadi aspek penting untuk meningkatkan efektivitas klasifikasi usia dalam melindungi kelompok rentan.