Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembuatan Ba0,8Sr0,2TiO3 menggunakan Metode Co-precipitation dengan Variasi Suhu Sintering Nita, Isma Alvia; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 7, No 1 (2017): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v7i1.1776

Abstract

Ba0,8Sr0,2TiO3 was made by co-precipitation method with the sintering temperature of 600oC, 700oC, 800oC and 900oC for 4 hours. Sintering temperature was varied to investigate its effect on microstructure and dielectric constant of Ba0,8Sr0,2TiO3. microstructure characterization was performed by X-Ray Diffraction (XRD) instrument. Dielectric constant characterization was perform by LCR meter. The crystal size increased significantly with increasing sintering temperature. Measurements of dielectric constant were performed at range of frequency 0.01 to 100 KHz. Dielectric constant value is highest at the lowest frequency. Dielectric constant value size increased significantly with increasing sintering temperature.
Sosialisasi dan Kinerja Pemasangan CCTV Berbasis Panel Surya sebagai Pengaman Lingkungan di Desa Triyagan, Jawa Tengah Supriyanto, Agus; Suryana, Risa; Nurosyid, Fahru; Iriani, Yofentina; Kusumandari, Kusumandari; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin; Nurmala, Dina Siti; Dewi, Galuh Anjani Kirana; Her Rekenalita, Imevia; Putri, Karini Kayala; Putri, Safitri Amalia
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.109479

Abstract

Kegiatan sosialisasi kinerja Closed Circuit Television (CCTV) berbasis energi surya dilaksanakan di Desa Triyagan, kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo.  Kedgiatan ini sebagai upaya peningkatan keamanan lingkungan dengan teknologi yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat, cara kerja, dan keunggulan sistem CCTV yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama. Teknologi ini memungkinkan sistem pengawasan lingkungan beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap pasokan listrik PLN.  Metode sosialisasi meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif bersama masyarakat dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam menjaga keamanan desa. Program ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi hijau untuk sistem keamanan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Edukasi Pengelolaan Sampah Organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Menuju Sekolah Berwawasan Mandiri Energi Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.77098

Abstract

Sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung usai dan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia dalam pengelolaan sampah masih harus terus ditingkatkan. Secara umum sampah dapat dikategorikan sebagai sampah organik dan non organik. Kedua jenis sampah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan lagi. Sebagai contoh dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti vas bunga, pot, tempat pensil dan lain sebagainya Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos atau bahkan untuk sampah organik dalam jumlah banyak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru biogas. Oleh karenanya dalam usulan pengabdian ini, akan dilakukan edukasi pengelolaan sampah organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Sukoharjo. Yayasan Pendidikan Mutiara Insan membawahi beberapa institusi pendidikan yaitu SMPIT Mutiara Insan, SDIT Mutiara Insan dan TKIT/PAUD Mutiara Insan. Sebagai lembaga Pendidikan dengan kurikulum fullday, yayasan menerapkan kebijakan pemberian katering snack maupun makan siang setiap harinya. Selain berdampak positif, hal tersebut tentunya menimbulkan masalah karena banyaknya sampah organik yang berasal dari potongan sayuran maupun sisa makanan siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan edukasi untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah organik tersebut. Edukasi dengan pemberian materi in class tentang pengelolaan sampah menjadi energi alternatif biogas. Kegiatan diikuti oleh pemangku kebijakan dari Yayasan Mutiara Insan dan juga perwakilan pemerintah setempat. Dari hasil pelatihan, peserta merasa mendapatkan pencerahan mengenai sampah organik sebagai sumber energi alternatif dan siap mendukung penerapannya di Yayasan Mutiara Insan sebagai usaha mewujudkan sekolah yang berwawasan mandiir energi. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan edukasi dan teknologi tepat guna dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik. 
Pengembangan Energi Alternatif Biogas dari Sampah Organik di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin; Yunianto, Mohtar; Praptomo, Mokhamad Sahid
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94019

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai usaha pengelolaan sampah dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah. Salah satunya dengan pengelolaan sampah jenis organik menjadi sumber energi alternatif yaitu biogas. Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan pengolahan sampah organik menjadi energi alternatif Biogas. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo. Desa Wonorejo terdiri atas beberapa dukuh dengan total penduduk berjumlah 5783 orang. Selain rumah penduduk, di desa Wonorejo juga terdapat beberapa institusi Pendidikan mulai dari SD sampai SMA dan juga pondok pesantren dibawah Muhammadiyah. Oleh karenanya wilayah desa Wonorejo termasuk wilayah yang padat penduduk dengan beban sampah yang dihasilkan per hari yang cukup banyak. Sampah tersebut terdiri atas sampah organik dan non organik. Untuk sampah non organik warga dapat mengumpulkannya dan menjual ke pengepul sampah non organik. Tetapi untuk sampah organik, penduduk masih menghadapi kendala karena belum dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Oleh karenanya pengolahan limbah organik menjadi biogas menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pengolahan dimulai dengan pembuatan biodigester sebagai reaktor tempat terbentuknya gas, kemudian pengisian dengan starter dan uji fungsional. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan teknologi tepat guna untuk menunjang kehidupan dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik.