Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Extensive Listening and Viewing in EFL Learning: A Systematic Literature Review Christin Natalia Pajow; Nengah Nita Loktika
Austronesian: Journal of Language Science & Literature Vol. 5 No. 1 (2026): Austronesian: Journal of Language Science & Literature
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59011/austronesian.5.1.2026.181-198

Abstract

The growing accessibility of digital technologies has transformed how English as a Foreign Language (EFL) learners engage with authentic language input, particularly through Extensive Listening (EL) and Extensive Viewing (EV). As input-based approaches, EL and EV provide sustained exposure to meaningful auditory and audiovisual materials that may facilitate language acquisition beyond traditional classroom instruction. However, despite growing interest in EL and EV, existing evidence remains fragmented, resulting in limited integrated understanding of their implementation, linguistic and affective outcomes, technology-mediated resources, and challenges and future research directions in EFL contexts. Therefore, this study systematically reviews and synthesizes recent research on EL and EV published between 2021 and 2026. Following the Systematic Literature Review (SLR) procedures proposed by Kitchenham et al. (2007) and the PRISMA guidelines, twelve peer-reviewed articles from Scopus-indexed and SINTA-accredited journals were selected and analyzed. The findings revealed that EL and EV were predominantly implemented among undergraduate EFL learners through sustained exposure to authentic and multimodal input. Positive outcomes were reported in listening comprehension, vocabulary acquisition, pronunciation awareness, listening fluency, motivation, confidence, engagement, and learner autonomy. Technology-mediated resources, particularly YouTube, supported flexible access to authentic language exposure, while future studies emphasized broader learner populations and longitudinal designs. To conclude, the findings suggest that EL and EV may support language acquisition in EFL contexts through sustained exposure to authentic and multimodal input within technology-mediated learning environments.
Pengembangan English Speaking Confidence melalui English Club bagi Pelajar di SMP Negeri 5 Satu Atap Likupang Barat Jeane Tuilan; Herminus Efrando Pabur; Ignatius J. C. Tuerah; Fridolin J. P. Kukus; Dimas Pujianto; Christin Natalia Pajow
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Oktober
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v5i2.244

Abstract

Kepercayaan diri berbicara (speaking confidence) dalam bahasa Inggris merupakan tantangan bagi pelajar EFL di Indonesia, termasuk di SMPN 5 Satu Atap Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Observasi awal menunjukkan tingginya kecemasan berbahasa (language anxiety), rendahnya tingkat kepercayaan diri, serta minimnya wadah latihan berbicara terstruktur di luar jam pelajaran formal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut melalui pembentukan dan pengelolaan English Club berbasis pendekatan low-anxiety environment. Program dilaksanakan melalui empat tahapan: sosialisasi dan perekrutan siswa, pendampingan guru pembina, pelaksanaan aktivitas English Club (Juli–Agustus 2026) dengan aktivitas role-play, conversational speaking, mini-debate, dan opinion sharing, serta evaluasi menggunakan instrumen adaptasi Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) dan rubrik penilaian speaking performance. Sebanyak 21 siswa kelas VII–IX berpartisipasi aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor speaking performance rata-rata dari 30,8 menjadi 66,6 (dalam skala 0-100), dengan peningkatan tertinggi pada aspek confidence dan fluency. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa aktivitas English Club berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan berbahasa siswa. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mengindikasikan bahwa aktivitas English Club menunjukkan hasil positif dalam menurunkan kecemasan berbahasa Inggris sekaligus berkontribusi dalam membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris.