Kepercayaan diri berbicara (speaking confidence) dalam bahasa Inggris merupakan tantangan bagi pelajar EFL di Indonesia, termasuk di SMPN 5 Satu Atap Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Observasi awal menunjukkan tingginya kecemasan berbahasa (language anxiety), rendahnya tingkat kepercayaan diri, serta minimnya wadah latihan berbicara terstruktur di luar jam pelajaran formal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut melalui pembentukan dan pengelolaan English Club berbasis pendekatan low-anxiety environment. Program dilaksanakan melalui empat tahapan: sosialisasi dan perekrutan siswa, pendampingan guru pembina, pelaksanaan aktivitas English Club (Juli–Agustus 2026) dengan aktivitas role-play, conversational speaking, mini-debate, dan opinion sharing, serta evaluasi menggunakan instrumen adaptasi Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) dan rubrik penilaian speaking performance. Sebanyak 21 siswa kelas VII–IX berpartisipasi aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor speaking performance rata-rata dari 30,8 menjadi 66,6 (dalam skala 0-100), dengan peningkatan tertinggi pada aspek confidence dan fluency. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa aktivitas English Club berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan berbahasa siswa. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mengindikasikan bahwa aktivitas English Club menunjukkan hasil positif dalam menurunkan kecemasan berbahasa Inggris sekaligus berkontribusi dalam membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris.