Aunurrahman Aunurrahman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SD Negeri 34 Pontianak Kota Indri Febriyanie; Aunurrahman Aunurrahman; Kurnia Ningsih; Yohanes Bahari; Wiwik Yunitaningrum
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15564

Abstract

Tantangan dalam pemberdayaan guru senior di tengah tuntutan digitalisasi pendidikan seperti perbedaan usia dan pengalaman kerja menimbulkan kesenjangan kemampuan adaptasi sehingga diperlukan kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menganalisis kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SD Negeri 34 Pontianak Kota dalam upaya meningkatkan kinerja guru, 2) menganalisis kinerja guru di SD Negeri 34 Pontianak Kota, 3) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dari penerapan kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SD Negeri 34 Pontianak Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan terdiri dari 1 kepala sekolah dan 9 guru kelas, termasuk tiga guru dari Fase A, tiga dari Fase B, dan tiga dari Fase C. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, dan dianalisis menggunakan model analisis data interaktif dari Miles dan Huberman dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi Untuk keabsahan data menggunakan member check dan triangulasi sumber, waktu dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional diimplementasikan melalui visi yang jelas, komunikasi yang konsisten, pemberdayaan guru, dan supervisi yang mendukung untuk meningkatkan kinerja guru. Praktik-praktik ini berkontribusi pada kinerja guru yang umumnya memuaskan, khususnya dalam perencanaan pembelajaran dan manajemen kelas. Kepemimpinan transformasional secara positif mendukung kinerja guru, tetapi perlu dilengkapi dengan pengembangan profesional yang terdiferensiasi untuk mencapai peningkatan yang berkelanjutan.
STRENGTHENING MULTICULTURAL EDUCATION FOR STUDENTS: A Study on the Implementation of Kurikulum Merdeka towards the Application of the "Deep Learning" Approach Aunurrahman Aunurrahman
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10, No 2 (2025): Volume 10 Number 2, 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i2.8055

Abstract

This research aims to obtain information on strengthening multicultural education for students in the perspective of Kurikulum Merdeka and the readiness of implementing the "Deep Learning" approach in the education/learning process in schools in West Kalimantan. An in-depth study focuses on the implementation of Kurikulum Merdeka, forms of multicultural education strengthening, and fundamental principles that have been carried out in the curriculum that align with the "Deep Learning" approach. Information about the performance achievements of implementing Kurikulum Merdeka will become a framework for further improving the learning process towards the application of the "Deep Learning" approach, which is an educational policy that will be applied more intensively. Based on this thinking, the approach and method used in this research are qualitative, with in-depth data collection in schools in West Kalimantan, both in cities and districts. The data obtained are collected and analyzed qualitatively, and validated to provide ease for readers to understand the meaning of the data presented.The results show that: (1) The implementation of Kurikulum Merdeka shows significant achievements in improving the quality of learning and student competence, with educational units able to develop relevant and effective curricula, as well as increased flexibility and autonomy of educational units. However, the obstacles faced include limited resources (trained educators, modern learning facilities, and supporting technology) and the lack of guidance and continuous training for teachers; (2) Strengthening multicultural education is done through the integration of global diversity values in the learning process and activities outside the classroom; (3) Kurikulum Merdeka applies the "Deep Learning" principle through holistic, contextual, and project-based learning that encourages the development of high-level thinking skills, metacognitive abilities, and collaboration.