Eni Nuraeni Nugrahawati
Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Regulasi Emosi terhadap Perilaku Cyberbullying pada Pengguna Media Sosial Adinda Ridha Intishar; Eni Nuraeni Nugrahawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5164

Abstract

Cyberbullying is one of the impacts of using the internet. This phenomenon often occurs along with the development of technology, one of which is social media. Social media makes it easier for someone to do cyberbullying. Cyberbullying can occur because emotion regulation is carried out in a way that is not socially desirable. Emotion regulation is known to be one of the factors associated with cyberbullying behavior. This study aims to determine how much influence emotional regulation has on cyberbullying behavior in social media users. Data collection was carried out using the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) measuring instrument based on Gross & John's theory (2003) to measure emotion regulation and an instrument based on Willard's cyberbullying theory (2007) to measure cyberbullying behavior. The data are collected from 159 social media users with incidental sampling. Results showed that 89.3% of social media users had low cyberbullying. Based on data analysis using multiple linear regression it was found that in this study, cognitive reappraisal contributed to cyberbullying by 3% and expressive suppression contributed to cyberbullying by 32.4%. So that there is an effect of emotion regulation on cyberbullying behavior on social media users. Cyberbullying merupakan salah satu dampak buruk dari penggunaan internet. Fenomena ini sering terjadi seiring dengan berkembangnya teknologi, salah satunya media sosial. Media sosial mempermudah seseorang untuk melakukan cyberbullying. Cyberbullying dapat terjadi karena regulasi emosi yang dilakukan dengan cara yang tidak diinginkan secara sosial. Regulasi emosi diketahui menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan perilaku cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku cyberbullying pada pengguna media sosial. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) berdasarkan teori Gross & John (2003) untuk mengukur regulasi emosi dan untuk mengukur perilaku cyberbullying digunakan alat ukur berdasarkan teori cyberbullying Willard (2007). Sampel yang berpartisipasi dalam penelitian ini ialah pengguna aktif media sosial berjumlah 159 orang dengan menggunakan incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 89.3% pengguna media sosial dengan cyberbullying rendah. Berdasarkan analisis data menggunakan regresi linear berganda ditemukan bahwa dalam penelitian ini, cognitive reappraisal berkontribusi terhadap cyberbullying sebesar 3% dan expressive suppression berkontribusi terhadap cyberbullying sebesar 32.4%. Sehingga terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku cyberbullying pada pengguna media sosial.
Pengaruh Peran Teman Sebaya terhadap Gambling Intention pada Mahasiswa Pemain Judi Slot Online di Kota Bandung. Fathia Kamila Agrippina; Eni Nuraeni Nugrahawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5305

Abstract

Abstract. Online slot gambling is now a popular game among students. The behavior of playing online slot gambling can be formed from a determinant of intention called gambling intention. Gambling intention is a component in the individual that is subjective in determining the decision to bring up or not playing gambling behavior. The emergence of gambling intention in students can be influenced by the social environment, especially peers. Peers who show behavior such as playing gambling can encourage individuals to bring up the intention to play gambling. Therefore, researchers are encouraged to find out about the influence of the role of peers on gambling intention in online slot gambling students in Bandung. The research was conducted using quantitative methods with a non-experimental causality research design. The sample obtained was 160 students of online slot gambling players in the city of Bandung, with simple regression data analysis techniques. The measuring instrument used is the Role of Peers compiled by Prameswari et al (2020) based on the view of the role of peers by Shaffer (2009) and gambling intention by Girsang (2016) which is compiled based on Theory Of Planned Behavior by Ajzen (1991). The results of this study indicate the positive influence of the role of peers on gambling intention of 0.526, with a significance value of 0.00 <0.05. It is known that the role of peers has the highest influence on the determinants of perceived behavioral control of 0.390, followed by the determinants of subjective norms of 0.380 and attitude towards behavior of 0.292. Abstrak. Judi slot online saat ini menjadi permainan yang terkenal dikalangan mahasiswa. Perilaku bermain judi slot online dapat terbentuk dari determinan intensi disebut gambling intention. Gambling intention merupakan komponen dalam diri individu yang bersifat subjektif menentukan keputusan memunculkan atau tidaknya perilaku bermain judi. Munculnya gambling intention pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial khususnya teman sebaya. Teman sebaya yang menunjukkan perilaku seperti bermain judi dapat mendorong individu memunculkan niat untuk bermain judi. Oleh karena itu peneliti terdorong untuk mencari tahu mengenai pengaruh peran teman sebaya terhadap gambling intention pada mahasiswa pemain judi slot online di Bandung. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan design penelitian kausalitas non-eksperimental. Sampel yang didapatkan sebanyak 160 mahasiswa pemain judi slot online di Kota Bandung, dengan teknik analisis data regresi sederhana. Alat ukur yang digunakan adalah Peran Teman Sebaya yang disusun oleh Prameswari et al (2020) berdasarkan pandangan peran teman sebaya oleh Shaffer (2009) dan gambling intention di oleh Girsang (2016) yang disusun berdasarkan Theory Of Planned Behavior oleh Ajzen (1991). Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh positif peran teman sebaya terhadap gambling intention sebesar 0,526, dengan nilai signifikansi sebesar 0,00<0,05. Diketahui peran teman sebaya memiliki pengaruh paling tinggi pada determinan perceived behavioral control sebesar 0,390, dilanjut determinan subjective norms sebesar 0,380 dan attitude towards behavior sebesar 0,292.
Pengaruh Parent dan Peer Attachment terhadap Problematic Internet Use pada Mahasiswa di Kota Bandung Nada Cantika Rubama; Eni Nuraeni Nugrahawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5600

Abstract

Abstract. The increasing number of internet use in students is currently one of the factors that can make students experience problematic internet use. The use of the internet that can make students experience problematic internet use is related to the relationship between parents and peers, such as trust, good communication, and comfort called parent and peer attachment. This study aims to obtain empirical data on how much influence parents and peer attachments have on problematic internet use in students in the city of Bandung. This study used a quantitative approach with multiple regression analysis techniques conducted on 163 respondents of students aged 18-22 years. The measuring instrument used inventory of parent and peer attachment (IPPA) developed by Arsmden & Greenberg (1987) adapted by Claresta SA, and the generalized problematic internet use scale 2 (GPIUS 2) measuring instrument constructed by Caplan (2010) adapted by Nafisah and Halimah. The results showed that parent and peer attachments had an effect on problematic internet use by R2 = 0.059 or 50.9%. Peer attachment has a moderate influence of b = 0.455, parent attachment mother has a moderate influence of b = 0.388, while parent attachment father has a weak influence of b = 0.271 on problematic internet use. Abstrak. Meningkatnya jumlah penggunaan internet pada mahasiswa saat ini menjadi salah satu faktor yang dapat membuat mahasiswa mengalami problematic internet use. Penggunaan internet yang dapat membuat mahasiswa mengalami problematic internet use ini berkaitan dengan relasi antara orang tua dan juga teman sebaya, seperti rasa percaya, komunikasi yang baik, serta kenyamanan yang disebut dengan parent dan peer attachment. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang seberapa besar pengaruh parent dan peer attachment terhadap problematic internet use pada mahasiswa di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda yang dilakukan kepada 163 responden mahasiswa usia 18-22 tahun. Alat ukur yang digunakan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) yang dikembangkan oleh Arsmden & Greenberg (1987) yang diadaptasi oleh Claresta SA, dan alat ukur Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS 2) yang dikonstruksikan oleh Caplan (2010) yang diadaptasi oleh Nafisah dan Halimah. Hasil penelitian menunjukkan parent dan peer attachment berpengaruh terhadap problematic internet use sebesar R2 = 0.059 atau 50.9%. Peer attachment memiliki pengaruh yang moderat sebesar b = 0.455, parent attachment Ibu memiliki pengaruh yang moderat sebesar b = 0.388, sedangkan parent attachment Ayah memiliki pengaruh yang lemah sebesar b = 0.271 terhadap problematic internet use.
Perilaku Agresi Pada Anak Jalanan Eni Nuraeni Nugrahawati
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 2 No.1 Januari 2011
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4021.682 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.2483

Abstract

Saat ini dimana-mana banyak ditemui anak jalanan, terutama di tempat-tempat umum. Anak-anak jalanan tersebut sering melakukan perilaku yang meresahkan masyarakat. Salah satu perilaku yang sering dilakukan yaitu perilaku agresi, baik agresi berupa fisik maupun berupa verbal. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui perilaku agresi pada anak jalanan di Badndung. Metode yang digunakan metode deskriptif dengan karakteristik responden yaitu anak jalanan laki-laki berusia 13-18 tahun dan termasuk klasifikasi “Children of the street” serta “Children on the street”. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur perilaku agresi berdasarkan teori agresi dan Buss. Hasilnya anak jalanan menunjukkan frekuensi yang tinggi dalam perilaku agresi, baik agresi fisik maupun agresi verbal.
Pengaruh Kepribadian (Five Factor Personality) terhadap Perilaku Cyberbullying pada Pengguna Media Sosial Nuranisa Zamila; Eni Nuraeni Nugrahawati
Jurnal Riset Psikologi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v3i1.2060

Abstract

Abstract. The rapid development of technology provides many conveniences for its users, such as the existence of social media that makes it easier for individuals to interact, upload posts to share moments and information. On the other hand, social media also has a negative impact when its use is not wise, one of the negative effects is cyberbullying. The use of social media can be caused by personality, one approach to personality is the five factor personality. Through the five personality factors, their behavior in using social media can be illustrated. This study aims to see how personality influences (five personality factors) on cyberbullying behavior among social media users. The method used is quantitative with incidental sampling with a total of 159 respondents. This study uses the BFI-28 measuring instrument adapted by Ramdhani (2012) and the cyberbullying scale measuring instrument by Permatasari & Wu (2021) which refers to Willard's theory (2005). The analysis technique used is multiple linear regression test. The results found that there was an influence of five personality factors on cyberbullying. The results showed that the extraversion trait had an effect of 7.42% on cyberbullying behavior, the neuroticism trait had an effect of 3.30% on cyberbullying behavior, the agreeableness trait had an effect of 2.29% on cyberbullying behavior, and the conscientiousness trait had an effect of 1.86% on cyberbullying behavior. Among these four traits, the extraversion trait is the highest which has the most significant influence on cyberbullying behavior. Abstrak. Perkembangan teknologi yang pesat memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya, seperti adanya media sosial memudahkan individu untuk berinteraksi, mengunggah postingan untuk berbagi momen dan informasi. Disisi lain media sosial juga memiliki dampak negatif saat penggunaannya tidak bijak, salah satu dampak negatifnya adalah tindakan cyberbullying. Penggunaan media sosial dapat disebabkan oleh kepribadian, salah satu pendekatan dari kepribadian adalah five factor personality. Melalui five factor personality dapat tergambar ciri perilakunya dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh kepribadian (five factor personality) terhadap perilaku cyberbullying pada pengguna media sosial. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan incidental sampling dengan jumlah subjek sebanyak 159 responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur BFI-28 yang diadaptasi oleh Ramdhani (2012) dan alat ukur skala cyberbullying oleh Permatasari & Wu (2021) yang mengacu pada teori Willard (2005). Teknik analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda. Ditemukan hasil bahwa terdapat pengaruh five factor personality terhadap cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan trait extraversion berpengaruh sebesar 7.42% terhadap perilaku cyberbullying, trait neuroticism berpengaruh sebesar 3.30% terhadap perilaku cyberbullying, trait agreeableness berpengaruh sebesar 2.29% terhadap perilaku cyberbullying, dan trait conscientiousness berpengaruh sebesar 1.86% terhadap perilaku cyberbullying. Diantara keempat trait tersebut, trait extraversion merupakan yang paling tinggi yang memberikan pengaruh paling signifikan terhadap perilaku cyberbullying.
PENGARUH PEMBERIAN EXPRESSIVE WRITING THERAPY TERHADAP PENINGKATAN REGULASI EMOSI Nabila, Hannah; Sartika, Dewi; Nugrahawati, Eni Nuraeni
Proyeksi Vol 19, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.19.1.1-13

Abstract

Perilaku melukai diri didasari oleh ketidakmampuan individu untuk menghadapi emosi negatif dengan cara yang adaptif. Kesulitan dalam menemukan coping membuat individu mencari cara yang dirasa paling cepat untuk mengurangi peningkatan emosi negatif. Perilaku melukai diri dapat menurunkan emosi negatif dan mendatangkan perasaan lega, namun cara ini menimbulkan luka fisik pada individu dan besar kemungkinan perilaku tersebut akan diulang oleh individu ketika kembali mengalami peningkatan emosi negatif. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan menurunkan rasa takut akan kematian dan akan berdampak pada peningkatan resiko bunuh diri. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian expressive writing therapy terhadap peningkatan regulasi emosi dewasa awal yang melakukan NSSI. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest, dengan jumlah subjek penelitian 5 orang. Sesi intervensi dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan. DERS versi Bahasa Indonesia digunakan untuk mengukur regulasi emosi pada partisipan sebelum dan sesudah pemberian intervensi Expressive Writing Therapy (EWT). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji statistika non-parametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji signifikansi menunjukkan p value= 0.042, dengan taraf kepercayaan α= 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan regulasi emosi secara signifikan pada individu dewasa awal yang melakukan non suicidal self injury (NSSI) setelah diberikannya intervensi Expressive Writing Therapy (EWT). Individu menjadi lebih mampu untuk mencari alternatif perilaku lain dalam menghadapi peningkatan emosi negatif.