Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendayagunaan Dana Zakat Melalaui Program Zakat Community Development Baznas Kabupaten Kendal agus riyadi
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 5, No 1 (2023): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v5i1.6892

Abstract

Zakat merupakan sumber pendanaan sosial ekonomi bagi umat Islam. Artinya, penggunaan zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat tidak hanya terbatas pada beberapa kegiatan yang berorientasi konvensional, tetapi juga dapat digunakan dalam kegiatan ekonomi rakyat, seperti dalam program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan zakat produktif kepada mereka, yang membutuhkan sebagai modal usaha. Zakat Community Development adalah program pemberdayaan BAZNAS berbasis komunitas dan desa dengan mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kemanusiaan yang sumber pendanaannya dari zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainya. Penelitiaan ini bertujuan untuk 1). Untuk mengetahui pendayagunaan dana zakat di BAZNAS kabupaten Kendal dalam program Zakat Community Development (ZCD). 2). Untuk mengetahui perubahan kehidupan ekonomi mustahik setelah menerima program ZCD. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pendayagunaan dana zakat di BAZNAS kabupaten Kendal melalui program ZCD adalah 1. BAZNAS kabupaten Kendal memberikan program ZCD dalam bentuk ternak domba dan pengelolaan limbah jambu. 2. Perubahan kehidupan ekonomi mustahik setelah mendapatkan pendayagunaan zakat pada program ZCD adalah 1). Adanya kemandirian dan meningkatnya keterampilan anggota penerima program ZCD, 2). Peningkatan ekonomi dari mustahik di desa Bringinsari kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal, 3). Perbaikan kehidupan yang lebih maju, 4). Perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anggota penerima program.
Islamic Community Development Based on Local Potential at the Makam of Sheikh Hasan Munadi, Nyatyono Village, Semarang Regency Agus Riyadi
Indev: Literasi Media Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/indev.v1i1.5636

Abstract

West Ungaran Subdistrict, especially Nyatyono, is a village that has local potential in the form of cultural assets with distinctive Islamic characteristics, namely the tomb of Sheikh Hasan Munadi. This study is intended to answer the following problems: 1). How is the development of an Islamic community based on local potential at the Tomb of Sheikh Hasan Munadi. 2). Is the development of an Islamic community based on local potential at the Tomb of Sheikh Hasan Munadi able to develop the condition of the community in Nyatyono village. This type of research is descriptive qualitative. As for how to collect data through observation, interviews and documentation. The results of the study show: 1 The stages of developing an Islamic community based on local potential at the Tomb of Sheikh Hasan Munadi are carried out through the following stages: a) Preparation and identification, b) Determining the priority scale, c) Determining the direction and objectives in the implementation of activities, d) Identifying resources owned by the manager, e) Formulation and implementation of the list of activities and budgeting. 2 The results of the development of an Islamic community based on local potential at the tomb of Sheikh Hasan Munadi are: a) it can improve the economy of the Nyatyono village community, b) increase the religious spiritual understanding of the Nyatyono village community, c) increase the education sector of the Nyatyono village community, 4) increase in the social field, culture and health as well as the standard of living and economy of the Nyatyono village community
Bimbingan Perkawinan Melalui Program Pusaka Sakinah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Bajarharjo Kabupaten Brebes Agus Riyadi; Lintang Mustika
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v6i1.14758

Abstract

Pentingnya upaya pemerintah dalam membantu masyarakat untuk membentuk keluarga sakinah yaitu dengan melaksanakan kegiatan bimbingan perkawinan melalui Program Pusaka Sakinah. Penelitian ini bertujuan 1) untuk menganalisa pelaksanaan bimbingan perkawinan melalui Program Pusaka Sakinah di KUA Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes 2) untuk menganalisa hasil pelaksanaan bimbingan perkawinan melalui Program Pusaka Sakinah di KUA Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Metode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi dan keagamaan dan field research yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan bimbingan perkawinan melalui Program Pusaka Sakinah di KUA Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes dilaksanakan sebanyak enam kali atau enam angkatan dengan masing-masing tiga kali Bimbingan Berkah Relasi Harmonis dan tiga kali Bimbingan Berkah Keuangan Keluarga. artinya setiap angkatan mendapatkan satu kali bimbingan. 2) Hasil pelaksanaan bimbingan perkawinan melalui Program Pusaka Sakinah diharapkan dapat membantu pasangan suami istri dalam membentuk keluarga sakinah. Namun ketika dilihat dan dianalisis menggunakan aspek-aspek dalam ciri-ciri keluarga sakinah yaitu aspek lahiriah, aspek baá¹­iniyah, aspek spiritual dan aspek sosial, masih banyak indikator peserta yang belum memenuhi aspek-aspek tersebut setelah mengikuti bimbingan. Artinya kegiatan bimbingan perkawinan melalui Program Pusaka Sakinah belum sesuai dengan tujuan awal yaitu membentuk keluarga sakinah.
Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Kampung Olahan Singkong, Wonosari, Ngaliyan, Semarang Agus Riyadi
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v6i2.8767

Abstract

This study aims to determine how the process and the results of community economic development in The Cassava Processing Village, Wonosari Village, Ngaliyan District, Semarang City. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that: 1) The process of developing the community's economy in the cassava processing village includes: (1) Training on processing cassava according to hygienic standards and (2) Evaluation of the process of training activities. 2) The results of community economic development based on local potential in Processed Cassava Village include: (1) Community/group members increase in the economy, (2) The increasing independence of the group, (3) Increasing concern for the environment, (4) Increasing quality of human resources.
Pendampingan Masyarakat Sub Urban Melalui Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Kelurahan Pesantren Kecamatan Mijen Kota Semarang Awaludin Pimay; Agus Riyadi; Nur Hamid
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v7i1.10138

Abstract

The development of technology and information greatly affects sosial changes in the sosial order. One of them is a sub-urban community which is often interpreted as a transitional area. The purpose of this study was to find out how to assist sub-urban communities through strengthening the capacity of human resources in the Pesantren village, Mijen sub-district, Semarang city. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the study show, first, that there is a change and the creation of habituation in the work pattern of the fostered subjects that prioritizes the concept of hard and smart work. Second, the birth of community awareness in having a set of knowledge and skills (life skills) to increase religious knowledge in the community, and third the birth of assisted groups as teamwork that has high awareness and enthusiasm, and has the same ideals to build an assembly taklim.
Formulasi Dakwah Pengembangan Masyarakat Islam: Studi Metode Dakwah Bil-Hal Nabi Muhammad SAW di Madinah agus riyadi
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 5, No 2 (2023): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v5i2.5755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi masyarakat Madinah sebelum hijrah dan kondisi masyarakat Madinah sesudah hijrah serta bagaimana formulasi model pengembangan Masyarakat Islam Nabi Muhammad saw di Madinah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Metode pengumpulan data dengan cara: 1) Library research (riset kepustakaan), dimana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan,  2) Dokumentasi untuk memperoleh informasi tentang data-data yang dibutuhkan dalam penelitian, penulis menggunakan metode dokumentasi, yaitu mencari data-data yang berupa, jurnal, dan buku-buku yang menunjung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertma; kondisi masyarakat Madinah sebelum Nabi hijrah adalah mereka belum memiliki kesatuan akidah dan sering hidup dalam perpecahan. Kedua; kondisi masyarakat Madinah setelah Nabi hijrah adalah terwujudnya realisasi ajaran Islam secara total dalam segala aspek kehidupan masyarakat Madinah. Ketiga, formulasi model dakwah pengembangan masyarakat Islam yang digunakan Nabi Muhammad SAW adalah pengembangan masyarakat lokal (locality development) meliputi aspek ekonomi dan aspek sosial, perencanaan sosial (social planning) meliputi aspek sosial, politik serta pendidikan dan model pengembangan masyarakat aksi sosial (social action) meliputi: pembangunan masjid, mempersaudarakan kaum muslim (Muhajirin dan Anshar) dan Piagam Madinah. Ketiga model pengembangan masyarakat tersebut merupakan dakwah bil-hal.