Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Stigma terhadap Perempuan yang Melakukan Nikah Siri Ditinjau Melalui Relasi Kuasa dalam Kerangka Feminisme Liberal Amanda Nurhaliza; Fany Nur Rahmadiana Hakim
Anomie Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pernikahan siri terhadap perempuan, khususnya stigmatisasi, di Kota Tangerang Selatan. Pendekatan penelitian ini menggunakan studi kasus dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 2 perempuan yang telah melakukan pernikahan siri di Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan siri memberikan dampak negatif bagi perempuan, termasuk stigmatisasi dari masyarakat. Stigmatisasi ini muncul karena pernikahan siri dianggap tidak sah secara hukum dan agama, dan perempuan yang menikah siri sering diidentikkan dengan perempuan yang tidak bermoral. Stigmatisasi ini dapat menyebabkan perempuan mengalami tekanan psikologis, dikucilkan dari masyarakat, dan mengalami kesulitan dalam mengakses hak-haknya. Berdasarkan teori feminisme liberal, pernikahan siri dapat dilihat sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan. Pernikahan siri melanggengkan budaya patriarki yang mendudukkan perempuan dalam posisi yang subordinat dan rentan terhadap eksploitasi. Perempuan yang menikah siri sering kali tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam pernikahan dan mudah dirugikan oleh suaminya. Penelitian ini merekomendasikan beberapa upaya untuk mengatasi dampak negatif pernikahan siri terhadap perempuan, termasuk peningkatan edukasi dan pemahaman masyarakat tentang pernikahan yang sah secara hukum dan agama.memberikan dukungan dan pendampingan bagi perempuan yang menikah siri, termasuk bantuan hukum dan psikologis, serta melakukan advokasi untuk memperkuat regulasi pernikahan dan melindungi hak-hak perempuan.
Slut-Shaming Towards Female Revenge Porn Victims: Analysis through Newsmaking Criminology and the Online Media Construction of Reality Wahab, Amirah Hi; Hakim, Fany N. R.
Journal of Public Representative and Society Provision Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Public Representative and Society Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jprsp.v5i3.657

Abstract

The prevalence of gender-based violence against women (GBVAW), including revenge porn as a form of technology-facilitated gender-based violence (TFGBV), reflects the evolving nature of crime alongside technological advances. The media plays an important role in shaping and disseminating information about crime, given that crime events do not directly affect every individual. Moreover, the media acts as a central agent in constructing the public’s perception of crime realities. Nonetheless, crime news frequently contains distortion and bias, resulting in a disparity between the actual social reality and how it is presented. This study explores the online mass media contribution to shaping public narratives regarding revenge porn cases involving female victims, with particular attention to the phenomenon of slut-shaming resulting from unbalanced reporting. The research employs a qualitative approach with content analysis, using the framework of newsmaking criminology. Two key indicators guide the analysis: media distortion in narrative construction and the sensationalization of crime news, as observed in six online media outlets operating through TikTok platform. The findings reveal that online media content disseminated via TikTok fosters public sexist reactions towards female revenge porn victims, often through slut-shaming practices. Media distortions and sensationalism contribute to a false perception associating revenge porn with pornography. As a result, victims are frequently labeled as “actors,” “players,” or even “porn stars,” despite their victimhood and the legal violations associated with such publications under Indonesian law.
Kajian Pelecehan Seksual Melalui Teori Viktimisasi pada Anggota Perempuan di Organisasi Kota X Rifqi Amalia, Cinta; N. R. Hakim, Fany
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 5 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Juli - Agustus 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i5.2410

Abstract

Pelecehan seksual yang semakin banyak terjadi dalam lingkup organisasi membuat suasana di mana para anggota perempuan merasa tidak nyaman untuk mengembangkan dirinya di dalam organisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang bentuk-bentuk pelecehan seksual yang terjadi dan mengapa pelecehan tersebut bias terjadi dalam satu organisasi tertentu. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memberikan deskripsi yang intensif mengenai terjadinya pelecehan seksual yang terjadi pada anggota perempuan di organisasi x. Teori yang peneliti gunakan adalah Teori Viktimisasi, salah satu cabang dari viktimologi yang mengkaji tentang proses munculnya korban yang disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini juga menggunakan teori lainnya yaitu, Teori Kontrol Kekuasaan yang dimana teori tersebut salah satu pendekatan dalam kriminologi yang menyatakan bahwa viktimisasi berkaitan dengan ketidakseimbangan kekuasaan dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini memberikan pandangan bahwa pelecehan seksual yang terjadi pada anggota perempuan organisasi bisa terjadi karena adanya relasi kuasa yang dimiliki oleh pelaku dan sistem patriarki yang membuat laki-laki selalu dianggap lebih memiliki kuasa atas perempuan yang akhirnya perilaku yang dilakukan pelaku dianggap sebagai hal yang wajar terhadap perempuan. Selain itu, pelecehan seksual bias terjadi karena adanya pewajaran di lingkungan organisasi.
Analisis Hubungan Adat Istiadat Dan Konflik Dalam Tinjauan Kriminologi: Studi Kasus Suku Nduga Papua Eurico Hawunio Taga; Fany N. R. Hakim
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2017

Abstract

Penelitian ini menganalisis sisi penyelesaian masalah non-legal dari adat istiadat dan hubungannya dengan konflik yang berfokus pada masyarakat suku Nduga, masyarakat suku Nduga masih sangat erat dengan budaya dan adat istiadat yang bersifat kolektif pada kelompok masyarakat. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut, tidak hanya berpengaruh pada kehidupan sosial budaya namun merambat pada permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dijadikan sebagai dasar pada setiap penyelesaian permasalahan yang terjadi di kalangan masyarakat dan lambat laun kebiasaan tersebut berlaku secara normatif dan berwujud pada aturan tingkah laku serta dipertahankan di Masyarakat. Menurut hasil data wawancara menunjukkan bahwa terdapat tiga permasalahan yang dapat memicu konflik di masyarakat suku Nduga yakni: 1) Perempuan, 2) Dendam masa lalu, dan 3) Binatang Babi. ketiga masalah ini yang paling bisa menyebabkan konflik berkelanjutan, menurut data berita yang di screaping dari Detik.com menunjukkan bahwa tingkat berita mengenai konflik di Nduga meningkat dari tahun ke tahun, pada 2023 meningkat sebesar 21,43% dari tahun sebelumnya.
Kajian Pelecehan Seksual Melalui Teori Viktimisasi pada Anggota Perempuan di Organisasi Kota X Cinta Rifqi Amalia; Fany N. R. Hakim
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 5 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Juli - Agustus 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i5.2410

Abstract

Pelecehan seksual yang semakin banyak terjadi dalam lingkup organisasi membuat suasana di mana para anggota perempuan merasa tidak nyaman untuk mengembangkan dirinya di dalam organisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang bentuk-bentuk pelecehan seksual yang terjadi dan mengapa pelecehan tersebut bias terjadi dalam satu organisasi tertentu. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memberikan deskripsi yang intensif mengenai terjadinya pelecehan seksual yang terjadi pada anggota perempuan di organisasi x. Teori yang peneliti gunakan adalah Teori Viktimisasi, salah satu cabang dari viktimologi yang mengkaji tentang proses munculnya korban yang disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini juga menggunakan teori lainnya yaitu, Teori Kontrol Kekuasaan yang dimana teori tersebut salah satu pendekatan dalam kriminologi yang menyatakan bahwa viktimisasi berkaitan dengan ketidakseimbangan kekuasaan dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini memberikan pandangan bahwa pelecehan seksual yang terjadi pada anggota perempuan organisasi bisa terjadi karena adanya relasi kuasa yang dimiliki oleh pelaku dan sistem patriarki yang membuat laki-laki selalu dianggap lebih memiliki kuasa atas perempuan yang akhirnya perilaku yang dilakukan pelaku dianggap sebagai hal yang wajar terhadap perempuan. Selain itu, pelecehan seksual bias terjadi karena adanya pewajaran di lingkungan organisasi.