Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effect of Fraction and Active Compounds of Momordica Balsamina L. on Bacteria Salmonella Typhi Causing Salmonellosis Aryanti Aryanti; Rinda Lamdayani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.964 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i1.291

Abstract

Salmonella typhi is one of the bacteria that causes typhus. The handling of typhus by bacteria generally requires the provision of antibacterial substances, namely antibiotics. Excessive and irrational use of antibiotics causes bacteria to be resistant so that over time the benefits of using antibiotics will decrease. Pare leaves are an alternative treatment for various diseases, one of which is antibacterial. The purpose of this study was to determine the ability of bitter melon leaf fractions and active compounds against Salmonella typhi bacteria with various concentrations. This study was a laboratory experimental study through in vitro. The subjects in this research were Salmonella typhi bacteria. The results of this study indicated that the concentration of ethyl acetate fraction is a strong fraction between n-hexane and water methanol fractions in inhibiting Salmonella typhi bacteria. The determination of the active compound group from the purification of the ethyl acetate fraction of forest bitter melon leaves obtained flavonoid active compounds with an Rf value of 0.1 in the eluent n-hexane: ethyl acetate (7:3). The minimum inhibitory concentration (MIC) of ethyl acetate fraction was 125 μg/ml, while the MIC of flavonoid compounds was 62.5 μg/ml against Salmonella typhi bacteria. From the results of the equivalence test of the ethyl acetate fraction with ampicillin against Salmonella typhi bacteria, it showed that the concentration of the active fraction of ethyl acetate 1 μg/ml was equivalent to 0.007 μg/ml ampicillin, while the equivalence of flavonoid compounds was obtained 1 μg/ml concentration of active compounds equivalent to 0.011 μg/ml ampicillin.
Change in White Male Rats’ Weight and Epididimic Histology Due to the Provision of White Turmeric Extract and Fraction Rinda Lamdayani; Aryanti Aryanti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.823 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i1.301

Abstract

The low participation of Men in the family planning program is due to the limited choice of male contraceptives that can be used. This makes experts trying to find a way that is safe for men, one way is to switch plants that can inhibit the spermatogenesis. One of the traditional medicines that has been studied and has anti-fertility effectiveness is the white turmeric plant. This study aimed to determine the effect of extracts and fraction of white turmeric on changes in weight and histology of white male rats (Rattus norvegicus) epididymis. This research was an experimental study using a completely randomized design (CRD). The samples in this study were 25 white male rats that met the inclusion criteria which were divided into 5 groups, each group consisting of 5 rats obtaining a dose of 300 mg/kgBW/day, treated for 48 days and stopped for surgery on the day 49. After that, the analysis was carried out using One Way Anova test and continued with Duncan's test. The provisions of extracts and fractions of white turmeric can reduce the weight and histological structure of the epididymis of the head, corpus, and cauda.
Pengaruh Pemberian Buah Kurma pada Ibu Hamil Trimester II yang Anemia terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Tiara Fatrin; Yona Sari; Aryanti Aryanti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.888

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma pada ibu hamil trimester II yang anemia terhadap kenaikan kadar hemoglobin. Metode penelitian ini menggunakan quota sampling dengan menggunakan model control group pre-test post-test, Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji t-test. Sampel dalam   penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang anemia dengan jumlah 20 responden data merupakan data primer dimana ibu hamil dilakukan pemeriksaan kadar hb apabila ibu hamil yang mengalami anemia maka dijadikan sampel. Hasil penelitian didapatkan dari 20 responden ibu hamil trimester II yang anemia yang diberikan buah kurma 50 gr/hari mengalami peningkatan sebanyak 18 responden (90%) dan yang tidak mengalami peningkatan sebanyak 2 responden (10%). Hasil analisa bivariat diperoleh nilai p value = 0,000, mean 8,670:9,470 dengan selisih rata-rata 0,8 gr/dl sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian buah kurma pada ibu hamil trimester II yang anemia terhadap kenaikan kadar hemoglobin.
PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI BPM LISMARINI PALEMBANG Yona Sari; Aryanti Aryanti; Winda Afriani
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.017 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v12i1.158

Abstract

Berat badan adalah salah satu tolak ukur yang penting untuk mengetahui kondisi tubuh seseorang. Berat badan adalah hasil dari peningkatan atau penurunan semua jaringan yang terdapat pada tubuh, antara lain : tulang, otot, lemak, cairan tubuh, dan lain-lain. ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi sejak lahir tampah diberikan makanan lain sampai bayi berusia 6 bulan. Susu formula dapat diberikan pada bayi 0-6 bulan tetapi diberikan jika produksi ASI kurang mencakupi kebutuhan bayi. ASI menjadi pelindung yang baik untuk bayi dari berbagai gangguan penyakit seperti diare, ISPA, pneumonia, asma, obesitas dan diabetes. Susu formula diberikan harus sesuai dengan takaran dan kebutuhan bayi, karena pemberian susu formula yang berlebihan bisa mengakibatkan obesitas pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif dan Susu formula di BPM Lismarini Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, menggunakan metode deskriptip analitik dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi, yaitu sebanyak 61 bayi. Hasil penelitian diperoleh dari 32 bayi yang mengkonsumsi susu formula terdapat 13 bayi (54,1%) yang mengalami obesitas hal ini menunjukan bahwa data kelompok obesitas lebih banyak ditemui pada kelompok bayi yang mengkonsumsi susu formula. Pengumpulan data menggunakan Obsevasi dengan ceklist yang dilakukan secara langsung. Nilai p value 0,046 yang berarti < a (0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif dan Susu formula.
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur Aryanti; Tiara Fatrin; Ayu Citra Lestari
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.233

Abstract

Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down symdrom, perdarahan intrakranial, sianosis, kelainan jantung, respiratory distress syndrome, infeksi tali pusat sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam pelepasan tali pusat dan lainnya.Terkait dengan lamanya pelepasan tali pusat dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti infeksi, kelembaban tali pusat, kondisi sanitasi lingkungan, cara memandikan bayi yang salah, perawatan tali pusat, dan alat pengikat tali pusat. Ada beberapa jenis pengikatan tali pusat yang dapat mempengaruhi pelepasan tali pusat diantaranya adalah menggunakan benang katun steril dan klem plastik/umbilical clamp. Tujuan pengikatan tali pusat dengan menggunakan benang dan umbilical clamp untuk mengetahui lamanya pelepasan tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan lamanya pelepasan tali pusat dengan menggunakan benang dan umbilical clamp dengan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal (e-journal) dan artikel dengan tinjauan teori . Kesimpulan pada penelitian ini mengungkapkan bahwa lama pelepasan tali pusat menggunakan benang lebih cepat dibandingkan menggunakan umbilical clamp. Hasil penelitian ini merekomendasikan pelepasan tali pusat menggunakan pengikatan dengan menggunakan benang tali pusat (benang yang berdasarkan katun). Saran pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan asuhan kepada bayi baru lahir terutama dalam perawatan/pengikatan tali pusat dengan menggunakan benang tali pusat dan menggunakan umbilical clamp karena selain dapat membantu pelepasan tali pusat juga merupakan asuhan sayang bayi.
HUBUNGAN GANGGUAN MENSTRUASI DENGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) PADA SISWI SMP KARYA IBU PALEMBANG TAHUN 2019 Yona Sari; Tiara Fatrin; Aryanti Aryanti; Mirta i Andan
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 12 No 2 (2023): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/553ze721

Abstract

Melnstrulation is a blelelding from thel ultelruls that occulrs pelriodically and cyclic. Caulsels of melnstrulal disordelr dulel to biologic and patalogic disordelr. Othelrs factors affelcting melnstrulal disordelr incluldel strelss, nultrition statuls, agel, and physical activity. Thelrel is a hormonal imbalancel, an immatulrel relprodulctivel delvicel and a p psychic activity. Thelrel is a still morel pronel to occulr in youlng womeln so that melnstrulal disordelr arel morel commonly elxpelrielnceld (Kulsmiran, 2014). Thel pulrposel of thel relselarch was to know thel correllation of melnstrulation disordelr with thel (BMI) on girl stuldelnts at Karya Ibul julnior high school Palelmbang in 2019. Relselarch analytic was ulsing a cross selctional approach. Samplels ulseld as many 85 girls, sampling telchniqulels ulsing total sampling telchniqulels. Statistical telst of chi-sqularel with a significant of α = 0,05. Thel relsullts of thel stuldy of 85 stuldelnts, which bellongs to thel catelgory of thin  BMI 27 stuldelnts elxpelrielnceld melnstrulal disordelr as many as 21 stuldelnts (77,8%), BMI catelgory of obelsity as many as 7 stuldelnts (85,7%), sulffelreld 6 felmalel melnstrulal disordelr (85,7%), thel normal BMI catelgory of 51 stuldelnts elxpelrielncing 19 melnstrulal disordelr (37,3%). Chi-sqularel statistical telst relsullts obtaineld a p-valulel = 0,001 valulel of lelss than α = 0,05 (p-valulel ≤ α). From thel stuldy, thelrel is a melaningfull significant of melnstrulal disordelr and thel (BMI) on girl stuldelnts at Karya Ibul julnior high school Palelmbang in 2019.
Edukasi penyuluhan Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingnya Peawatan Payudara (Breas Care ) Pada Ibu Nifas di Praktek Bidan Mandiri Hj. Rusmiati Tiara Fatrin; Yona Sari; Aryanti Aryanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa Vol. 1 No. 1 (2023): JUPENGMAS UNABA
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jpm.v1i1.101

Abstract

Perawatan payudara (breast care ) bertujuan untuk memelihara kebersihan payudara dan memperbanyak atau memperlancar produksi air susu ibu (ASI). Salah satu upaya dalam memperbanyak produksi ASI yaitu dengan melakukan perawatan payudara (breast care). Tujuan pengabdianmasyarakat ini yaitu untuk mempersiapkan ibu nifas agar bisa dengan baik dapat menyusui bayinya dan mampu mendemotrasikan perawatan payudara dengan benar secara mandiri dirumah. Metode pengabdian masyarakat ini dengan pendekatan edukatif kepada ibu hamil dan ibu nifas di praktek bidan mandiri (PMB Hj. Rusmiati Dalam penyuluhan ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu pretest, penyuluhan inti dan post test. Hasil dari pengabdian masyarakat ini dari hasil pretest yang dilakukan didapatkan bahwa ada 10 responden (66,7 persen) memiliki pengetahuan yang kurang  tentang  breast care sedangkan dan ada 8 responden (83,3 persen) yang memiliki pengetahuan baik  tentang breas care. Setelah dilakukan penyuluhan maka diberikan quesioner posttest pada ibu didapatkan peningkatan pemahaman ibu terhadap breast care pada ibu nifas. Kesimpulan bahwa adanya peningkatan pengetahuan ibu  nifas tentang breas care setelah dilakukan edukasi penyuluhan kesehatan sebelum diberikan.
Pengaruh Pemberian Tumisan Daun Pepaya Muda (Carica Pepala L.) Terhadap Kecukupan Produksi ASI pada Ibu Nifas yang Menyusui Tiara Fatrin; Yona Sari; Aryanti; Wulan Permata Sari; Devi Oktarina
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.298

Abstract

Produksi ASI adalah pengeluaran ASI yang melibatkan hormon prolactin dan oksitosin.dimanan hormone prolaktin dan oksitosin berperan penting dalam produksi ASI. Jika produksi ASI ibu tidak cukup maka akan ASI yang diberikan pada bayi tidak tecukupi dan dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, adapun makanan seperti sayur-sayuran dapat meningkatkan kecukupan produksi ASI salah satunya daun papaya muda (carica pepaya L.), dimana daun papaya muda (carica pepaya L.) mengandung laktogogum.  Laktogogum ini yang dapat menstimulasikan hormone oksitosin dan prolactin. Dan disini peneliti menggunakan daun papaya muda (carica pepaya L.)  yang diteliiti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecukupan produksi ASI pada ibu nifas yang menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang akan dilakukan dengan menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan two group pretest-postest. Analisa data yang di gunakan adalah bivariat dengan uji-t (Chi Square). Hasil uji Chi Square test menunjukkan nilai signifikan 0,007. Kesimpulannya Ha diterima dan Ho ditolak karena nilai p-value <0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian tumisa daun papaya muda (carica pepaya L.) untuk meningkatkan kecukupan produksi ASI pada ibu nifas yang menyusui.
PENYULUHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI MASA MENOPAUSE Adhika Wijayanti; Yona Sari; Aryanti Aryanti; Tiara Fatrin; Vivi Dwi Putri; Apriyanti Aini; Rani Purwani; Yuli Suryanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38518

Abstract

Menopause memiliki arti berhentinya siklus menstruasi untuk selama-lamanya bagi wanita yang sebelumnya mengalami masa menstruasi disetiap bulan, yang disebabkan oleh jumlah folikel yang mengalami atresia yang terus meningkat, sampai tidak tersedia lagi folikel yang dalam 12 bulan terakhir mengalami amenore (Fitri, 2017). Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan pada ibu premenopause yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam mengenal dan mempersiapkan diri serta mengatasi keluhan yang nantinya akan terjadi pada masa menopause. Kegiatan ini diikuti oleh ibu premenopause dengan rentang usia 48-55 sebanyak 30 orang di Puskesmas Sosial Palembang. Hasil dari kegiatan edukasi praktik ini adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu dalam mengenal dan mempersiapkan diri menopause.